Comscore Tracker

Persaingan Semakin Keras, Perusahaan Retail Wajib Adopsi Cloud

Google Cloud bisa jadi solusi peretail zaman now...

Jakarta, IDN Times - Dewasa ini, persaingan digital di Indonesia semakin keras. Bagaimana tidak, sedikit demi sedikit, kompetitor perusahaan khususnya di bidang industri retail mulai bermunculan. Lebih dari itu, metode yang selama ini diusung oleh industri retail kini juga sudah berubah, karena sekarang apapun sudah serba online sehingga lahirlah persaingan digital tersebut.

Jika ada persaingan, maka di sana ada pemenangnya. Praktis, para peretail yang ada saat ini berlomba-lomba untuk mencuri hati customer dengan menjadi yang terbaik di dunia digital. Salah satu cara yang digunakan untuk memenangkan persaingan di dunia digital adalah dengan mengadopsi cloud, seperti Google Cloud. Mau tahu kenapa platform cloud sangat penting buat industri retail masa kini? Baca sampai habis ya!

1. Perlu memaksimalkan data untuk menarik konsumen

Persaingan Semakin Keras, Perusahaan Retail Wajib Adopsi CloudIDN Times/Adhyasta Dirgantara

Data merupakan kunci dari segala hal, khususnya untuk para pelaku di dunia industri retail seperti Alfamart hingga Blibli.com. Dengan bermodalkan data, kamu bisa menarik konsumen untuk berbelanja di tempat kamu. Mereka akan tertarik ketika para retailer menawarkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan terutama mudah.

Tidak hanya itu, para pelaku industri retail juga harus paham kalau kini mereka sedang berada di zaman serba teknologi. Alhasil, para konsumen meminta segala sesuatu lebih cepat, sering meminta sesuatu yang out of the box, hingga tidak sabaran.

Saking pentingnya data, Blibli.com saja sampai membuat segala keputusannya harus berdasarkan data. Andi Rustandi Djunaedi selaku Vice President Research and Development Blibli.com menjelaskan kalau segala business decision yang Blibli ambil, itu berdasarkan data. Sebagai contoh, misal mereka ingin menjual produk di suatu daerah, mereka harus terlebih dahulu melihat, kategori apa sih yang paling laku di daerah itu.

2. Retailer tradisional seperti Alfamart harus pindah ke digital

Persaingan Semakin Keras, Perusahaan Retail Wajib Adopsi Cloudidxchannel.com

Siapa sih yang tidak tahu Alfamart? Si pesaingnya Indomaret itu loh. Sejak dulu, kita tahu kalau Alfamart selalu berjualan di toko atau ruko karena semua barangnya hanya tersedia di lokasi tersebut. Maka dari itu, mereka masuk ke dalam klasifikasi perusahaan retail yang masih tradisional.

Namun, segalanya berubah sejak tahun 2015. Menurut International Business and Technology Director Alfamart, Bambang Setyawan Djojo, kala itu, perusahaan terkemuka asal Amerika Serikat Amazon mulai menimbulkan tren segalanya harus online. Mengingat Alfamart masih sepenuhnya bersifat offline padahal persaingan sudah masuk ke dunia online, akhirnya mereka turut pindah ke digital dengan melahirkan Alfa Online. 

3. Tren digital dimulai, mulai banyak pemain baru masuk sebagai kompetitor

Persaingan Semakin Keras, Perusahaan Retail Wajib Adopsi Cloudkenresearch.com

Meskipun saat itu sudah mulai memasuki era serba online, namun Bambang saat itu mengaku belum terlalu khawatir karena yang penting Alfamart bisa menyediakan barang kepada para konsumen. Tapi, lama kelamaan mulai banyak pemain baru berbasis digital yang membuat kehadiran Alfamart mulai terancam, berhubung mereka masih mempertahankan konsep retail tradisionalnya.

Setelah itu, barulah semuanya berubah karena demand dari konsumen mulai meningkat. Waktu itu Alfamart belum menyentuh cloud computing sehingga Bambang berpikir sudah saatnya untuk mengadopsi platform cloud

Baca Juga: 7 Aplikasi Cloud Storage Terbaik Untuk Android yang Aman dan Efisien

4. Cloud dimanfaatkan untuk merencanakan stok secara akurat

Persaingan Semakin Keras, Perusahaan Retail Wajib Adopsi Cloudthecrazyprogrammer.com

Sejak itu mulailah para pelaku industri retail, baik yang digital seperti Blibli atau tradisional seperti Alfamart mengadopsi teknologi cloud. Dalam kasus ini, mereka memilih Google Cloud karena Google memiliki platform cloud yang menawarkan berbagai kapabilitas mulai dari komputasi, mampu memodernisasi aplikasi, hingga menganalisis data sekalipun.

Meski demikian, penggunaan utama dari cloud adalah untuk melakukan perencanaan stok secara akurat dan menjaga kelancaran supply. Seperti Blibli dan Alfamart, Bambang berkata kalau mereka berteman bergandengan tangan. Jadi, barang-barang yang konsumen beli di Blibli, itu merupakan barang-barang yang ada di Alfamart.

5. Google Cloud membuat perusahaan retail bisa fokus pada bisnis

Persaingan Semakin Keras, Perusahaan Retail Wajib Adopsi Cloudbetanews.com

Kepada IDN Times, Head of Corporate Communications Google Indonesia Jason Tedjasukmana mengungkapkan bahwa Google Cloud mampu membuat urusan para perusahaan retail yang menggunakan jasa mereka semakin mudah. Maka dari itu, jangan heran apabila perusahaan seperti Alfamart dan Blibli.com bisa menaruh fokus ekstra kepada bisnis saja.

Untuk urusan yang berkaitan seperti server, backend, computing, ataupun urusan ada hacker yang berusaha menyelinap masuk, itu merupakan urusan Google Cloud. Dari situlah Google bisa membuat customernya merasa semakin mudah menjalani bisnis.

6. Butuh cloud yang bisa memproses data saat itu juga

Persaingan Semakin Keras, Perusahaan Retail Wajib Adopsi Cloudventurebeat.com

Bagi Blibli.com ataupun pemain lainnya yang bermain di sektor bisnis e-commerce, mereka membutuhkan cloud yang bisa memproses data saat itu juga alias real time. Jelas ini dibutuhkan mengingat Blibli harus bisa memproses data secara instan dan menjalankan aplikasi secara efisien sehingga dapat merespons peluang pasar secara akurat.

Untuk itulah Google Cloud hadir ke dalam pelukan Blibli. Dengan mengadopsi cloud kepunyaan Google, Blibli jadi bisa mengoptimalkan performa dan ketersediaan barang.

7. Bisa menggunakan Google Cloud memiliki budget rendah

Persaingan Semakin Keras, Perusahaan Retail Wajib Adopsi Cloudabcnews.com

Bagi perusahaan yang masih merintis, tentu mereka perlu mengeluarkan modal secara besar-besaran ataupun menjalankannya secara mandiri, termasuk yang berkaitan dengan cloud. Akan tetapi, Google Cloud menawarkan para perusahaan yang baru lahir untuk memulai dengan Google Cloud, diawali dengan budget yang rendah terlebih dahulu. Jason pun menantang para customer untuk melihat hasilnya apabila menggunakan jasa dari Google yang notabene tidak pernah mengecewakan.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu tahu seputar transformasi industri retail dari tradisional ke digital. Di dunia digital, jasa seperti Google Cloud sangat dibutuhkan. Apalagi kini banyak perusahaan besar yang menggunakan jasa mereka, seperti Alfamart, Blibli, BRI, Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, Ruangguru, hingga Warung Pintar.

Baca Juga: 7 Penyimpanan Cloud Alternatif Google Drive yang Patut Kamu Coba

Topic:

  • Adhyasta Dirgantara
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya