Alibaba Perkenalkan Qwen3.7-Max dan Infrastruktur Baru untuk AI Agent

- Alibaba memperkenalkan Qwen3.7-Max sebagai model bahasa generasi baru yang dirancang untuk mendukung AI agent kompleks, dengan kemampuan reasoning, coding otomatis, dan eksekusi tugas jangka panjang secara otonom.
- Untuk menopang performa AI agent, Alibaba Cloud meluncurkan Panjiu AL128 Supernode Server dan teknologi Agentic RL guna meningkatkan efisiensi pelatihan serta inferensi model berskala besar di berbagai industri.
- T-Head menghadirkan chip Zhenwu M890 dengan performa tiga kali lebih tinggi dari generasi sebelumnya, mendukung komunikasi antar-chip cepat dan memori besar untuk kebutuhan AI agent modern.
Alibaba mengumumkan pembaruan pada ekosistem AI full-stack miliknya untuk mendukung perkembangan era agentic AI. Pembaruan ini mencakup berbagai lapisan teknologi, mulai dari infrastruktur cloud, layanan model AI, chip khusus AI, hingga foundation model terbaru yang dirancang untuk membantu perusahaan membangun dan menjalankan AI agent dengan lebih efisien dan andal.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang Alibaba Cloud Summit, di mana Alibaba memperkenalkan Qwen3.7-Max, model bahasa terbaru yang dirancang untuk mendukung advanced agentic coding dan eksekusi tugas jangka panjang. Model ini diposisikan sebagai generasi baru LLM Alibaba untuk kebutuhan AI agent yang semakin kompleks di lingkungan bisnis modern.
Alibaba menyebut Qwen3.7-Max akan segera tersedia untuk developer dan perusahaan di seluruh dunia. Dengan fokus pada kemampuan reasoning dan otomatisasi tingkat lanjut, model ini diharapkan dapat mendukung berbagai skenario penggunaan AI, mulai dari coding otomatis hingga pengelolaan workflow bisnis berbasis agentic AI.
1. Qwen 3.7-Max dirancang untuk era AI Agent
Qwen3.7-Max dikembangkan sebagai foundation model yang dirancang khusus untuk mendukung generasi baru AI agent. Model terbaru dari Alibaba ini diklaim mampu menangani berbagai tugas kompleks, mulai dari pembuatan dan pemecahan masalah kode, otomasi workflow perkantoran, hingga eksekusi tugas multi-langkah yang melibatkan ratusan bahkan ribuan tindakan secara berkelanjutan.
Dalam bidang coding, Qwen3.7-Max diposisikan sebagai asisten pengembangan perangkat lunak yang mampu membantu berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan prototipe frontend secara cepat hingga rekayasa software multi-file yang kompleks. Model ini juga dirancang untuk mendukung produktivitas perusahaan melalui orkestrasi workflow multi-agent yang dapat berjalan secara otomatis dalam operasional bisnis yang rumit.
Salah satu kemampuan paling menonjol adalah kemampuannya menjalankan tugas agentic jangka panjang secara otonom. Alibaba mengklaim model ini bisa bekerja terus-menerus hingga 35 jam dan menangani lebih dari 1.000 tool call tanpa mengalami penurunan performa, menjadikannya salah satu LLM yang difokuskan untuk kebutuhan AI agent skala enterprise.
Selain itu, Qwen3.7-Max juga telah dioptimalkan untuk berbagai framework agent populer seperti OpenClaw, Hermes Agent, Claude Code, Qwen Paw, dan Qoder.
2. Alibaba perkuat infrastruktur AI untuk era agentic

Untuk mendukung kebutuhan inferensi AI agent dan pelatihan model berskala besar, Alibaba Cloud memperkenalkan Panjiu AL128 Supernode Server, sistem komputasi generasi terbaru yang ditenagai prosesor AI Zhenwu M890 dan chip jaringan ICN Switch 1.0.
Server ini dirancang dengan mengintegrasikan 128 akselerator AI dalam satu rak fisik, memungkinkan kapasitas transfer data hingga skala petabyte per detik (PB/s). Dengan arsitektur tersebut, Panjiu AL128 diklaim mampu menangani permintaan simultan dalam jumlah besar dari berbagai AI agent secara lebih efisien dan stabil.
Alibaba menyebut sistem ini kini telah tersedia di Model Studio untuk pasar China melalui platform Bailian. Kehadirannya memungkinkan perusahaan memenuhi kebutuhan pelatihan model dan inferensi AI di berbagai sektor industri dengan performa yang lebih tinggi.
Selain peningkatan infrastruktur, Bailian juga menghadirkan teknologi baru bernama Agentic RL, mekanisme reinforcement learning yang memanfaatkan umpan balik dari eksekusi AI agent untuk mendorong iterasi model secara berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, model AI dapat terus berkembang berdasarkan pengalaman dan hasil operasional nyata.
3. T-Head perkenalkan Chip AI baru
T-Head turut memperkenalkan akselerator AI generasi terbaru bernama Zhenwu M890 untuk mendukung pelatihan dan inferensi AI skala besar. Chip ini diklaim menghadirkan performa tiga kali lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, Zhenwu 810E.
Zhenwu M890 dibekali memori GPU sebesar 144GB serta kemampuan transfer data antar-chip hingga 800GB per detik. Chip ini juga mendukung berbagai format akurasi data secara native, mulai dari FP32 hingga FP4, sehingga mampu menangani kebutuhan pelatihan model yang akurat sekaligus inferensi ultra-rendah yang lebih hemat biaya dan cepat.
Menurut Alibaba, kemampuan tersebut sangat penting untuk kebutuhan AI agentic modern yang membutuhkan kapasitas memori besar guna mempertahankan konteks percakapan dan koordinasi antar-agent secara simultan. Kecepatan komunikasi antar-chip juga menjadi faktor penting untuk mendukung orkestrasi multi-agent dengan latensi rendah.
Chip ini dibangun menggunakan arsitektur komputasi paralel proprietary milik T-Head dan memanfaatkan protokol interkoneksi khusus ICN (Inter-Chip Network).
Melalui pembaruan AI full-stack ini, Alibaba berambisi bisa menjadi salah satu pemain utama di era agentic AI. Dengan kombinasi model AI, infrastruktur cloud, hingga chip khusus AI, Alibaba ingin menghadirkan ekosistem yang mampu mendukung pengembangan AI agent dalam skala besar secara lebih efisien dan andal.




![[QUIZ] Tes Rumus Excel untuk Pemula, Sudah Tahu?](https://image.idntimes.com/post/20241015/kuis-rumus-excel-untuk-pemula-4-e914480753c8f9456bbf679f5f92b76f.jpg)






![[QUIZ] Tebak Gambar HP Nokia Jadul, Gen Z Mungkin Asing](https://image.idntimes.com/post/20240516/tebak-gambar-hp-nokia-jadul-d94dc906dfab3d7908cdcbeff4a974f5.jpg)






