ilustrasi Claude AI (unsplash.com/Aerps.com)
Di tengah kontroversi proyek Australia, Anthropic juga sedang mempersiapkan langkah besar di pasar modal melalui rencana IPO. Perusahaan tersebut berpotensi memiliki valuasi mencapai US$1,5 triliun atau sekitar Rp24.750 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya ekspektasi pasar terhadap bisnis AI dan potensi pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Sebagai bagian dari rencana ekspansinya, Anthropic menjanjikan investasi puluhan juta dolar AS di wilayah tempat perusahaan beroperasi. Perusahaan juga sedang mencari seorang community engagement manager di Australia. Posisi tersebut bertujuan membangun hubungan dengan masyarakat sekaligus menjadikan Anthropic sebagai perusahaan yang dikenal dan dipercaya di lingkungan tempat fasilitasnya berada.
Namun, membangun kepercayaan masyarakat tentu gak segampang menjanjikan investasi. Di Dalby, kota terdekat dari lokasi proyek dengan populasi sekitar 12.000 orang, sebagian warga merasa belum mendapatkan informasi yang cukup mengenai rencana pembangunan. Bahkan, beberapa warga yang awalnya mendukung proyek mulai berubah pikiran setelah mengikuti sesi informasi dari Zerra DC dan mengajukan pertanyaan mengenai dampaknya.
Wali Kota Western Downs, Andrew Smith, justru melihat kehadiran industri AI sebagai kesempatan untuk mendiversifikasi perekonomian daerah. Ia berharap investasi besar dapat membantu pembangunan infrastruktur air, membuka lapangan kerja, serta memberikan alasan bagi generasi muda untuk kembali ke kampung halaman. Meski demikian, keputusan mengenai proyek tersebut masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan belum mendapatkan persetujuan akhir.
Anthropic siap IPO dan ekspansi data center di Australia memperlihatkan betapa besarnya ambisi perusahaan AI dalam memperkuat infrastruktur komputasi. Meski begitu, pertumbuhan industri ini juga membawa tantangan nyata, terutama ketika kebutuhan energi dan air bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Bagi Australia, persoalannya bukan sekadar menerima atau menolak investasi bernilai triliunan rupiah, melainkan memastikan pembangunan tidak mengorbankan kepentingan warga dan lingkungan. Pada akhirnya, keberhasilan ekspansi Anthropic juga akan ditentukan oleh kemampuannya membangun kepercayaan publik, bukan hanya oleh besarnya valuasi perusahaan.