Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Canva Rilis Craft, AI Pembuat Gambar dengan Resolusi 2K

8 min read
Canva Rilis Craft, AI Pembuat Gambar dengan Resolusi 2K
Canva di HP (unsplash.com/@appshunter)
  • Canva memperkenalkan Craft, model AI pembuat gambar yang dikembangkan Canva Research dan tersedia global melalui Dream Lab.

  • Craft merencanakan komposisi sebelum membuat visual, mendukung resolusi hingga 2K, lebih dari 30 rasio aspek, serta teks dalam 55 bahasa.

  • Hasil gambar dapat diubah menjadi elemen yang bisa diedit melalui Magic Layers dan tersedia untuk pengguna serta pengembang melalui beberapa akses.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Canva resmi memperkenalkan Canva Craft, model kecerdasan buatan (AI) pembuat gambar pertama yang dikembangkan dan dilatih secara mandiri oleh Canva Research. Diumumkan pada 30 Oktober 2026, teknologi ini dirancang khusus untuk kebutuhan desain, mulai dari membuat ilustrasi, foto realistis, hingga materi visual yang membutuhkan tata letak dan tipografi akurat. Canva Craft kini sudah tersedia bagi pengguna Canva di seluruh dunia melalui fitur Dream Lab.

Berbeda dari AI pembuat gambar yang berfokus pada hasil visual akhir, Canva Craft dikembangkan agar pengguna memiliki kendali lebih besar terhadap komposisi gambar. Model ini mampu menghasilkan gambar beresolusi hingga 2K dengan lebih dari 30 pilihan rasio aspek, sekaligus mendukung pembuatan teks dalam 55 bahasa. Hasil gambarnya juga dapat diolah menjadi elemen desain yang bisa diedit melalui fitur Magic Layers di Canva.

Kemampuan tersebut membawa Canva Craft masuk dalam jajaran model AI pembuat gambar dengan performa tertinggi menurut DesignArena. Pada saat peluncuran, Craft menempati peringkat keempat secara global, sementara Canva Research berada di posisi kedua dalam pemeringkatan laboratorium AI pembuat gambar. Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya Canva mengembangkan teknologi AI sendiri yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan desain penggunanya.

  1. 1. Canva Craft masuk jajaran AI pembuat gambar terbaik

    Canva Craft merupakan foundation model pertama yang dibangun dan dilatih dari nol oleh Canva Research. Pengembangannya memanfaatkan riset dan investasi AI yang telah dilakukan perusahaan selama beberapa tahun, dengan fokus pada kemampuan memahami desain dan menghasilkan gambar sesuai instruksi pengguna.

    Berdasarkan pemeringkatan DesignArena, Canva Craft menempati posisi keempat di antara model AI pembuat gambar saat pertama kali diperkenalkan. Penilaian tersebut mempertimbangkan kualitas visual dan kemampuan menghasilkan teks yang akurat, dua aspek yang cukup penting ketika AI digunakan untuk membuat materi desain.

    Hasilnya bahkan lebih tinggi pada beberapa kategori tertentu. Canva Craft menempati peringkat pertama untuk kategori People & Portraits dari 87 model yang dievaluasi, serta Landscapes & Nature dari 85 model. Sementara itu, Craft berada di posisi kedua untuk kategori Abstract & Patterns dan posisi keempat untuk Products.

    Pencapaian tersebut turut menempatkan Canva Research sebagai laboratorium AI pembuat gambar dengan peringkat tertinggi kedua di dunia menurut DesignArena. Namun, posisi ini merupakan hasil evaluasi pada saat peluncuran dan dapat berubah seiring perkembangan model AI lainnya.

  2. 2. AI ini merencanakan komposisi sebelum membuat gambar

    Layar monitor laptop dengan tampilan home page Canva
    Ilustrasi Canva (unsplash.com/@getswello)

    Salah satu aspek yang membedakan Canva Craft adalah pendekatan yang digunakan dalam menghasilkan gambar. Alih-alih langsung membuat gambar berdasarkan perintah teks atau prompt, Craft menggunakan arsitektur dua tahap yang memisahkan proses perencanaan komposisi dan pembuatan visual akhir.

    Pada tahap pertama, model akan membaca instruksi pengguna dan menyusun rencana komposisi gambar. Proses tersebut mencakup penentuan objek yang perlu ditampilkan, posisi setiap elemen, ukuran relatif, hierarki visual, hingga teks yang harus muncul dalam desain. Setelah susunannya ditentukan, model kedua menerjemahkan rencana tersebut menjadi gambar dengan resolusi hingga 2K.

    Pendekatan ini dirancang untuk mengurangi masalah yang kerap muncul ketika AI harus menghasilkan gambar dengan banyak elemen. Misalnya, ketika pengguna meminta poster dengan beberapa objek, teks, dan penempatan visual tertentu, Craft terlebih dahulu memahami hubungan antarelemen sebelum membuat gambar akhir.

    Arsitektur tersebut juga memungkinkan pengguna melakukan perubahan pada bagian tertentu tanpa harus mengubah keseluruhan komposisi. Kemampuan ini menjadi penting untuk kebutuhan desain yang biasanya memerlukan beberapa tahap revisi, terutama ketika pengguna ingin menyesuaikan posisi objek atau menyempurnakan detail visual.

  3. 3. Hasil gambar AI bisa diedit melalui Magic Layers

    Canva juga mengembangkan Craft agar hasil gambarnya tidak berhenti sebagai satu gambar statis. Melalui integrasi dengan Magic Layers, gambar yang dihasilkan AI dapat diubah menjadi elemen desain yang bisa diedit secara terpisah. Dengan begitu, pengguna memiliki ruang lebih besar untuk melakukan penyesuaian setelah proses pembuatan gambar selesai.

    Kemampuan tersebut didukung teknologi JSON boundary boxing yang membantu mengidentifikasi batas setiap elemen dalam gambar. Informasi ini digunakan untuk mengubah komposisi menjadi lapisan yang dapat diedit melalui Magic Layers, sehingga proses penyempurnaan desain dapat dilakukan dengan lebih terarah.

    Sebagai contoh, pengguna dapat meminta Craft membuat gambar dengan langit berwarna ungu, bayangan panjang, dan satu pohon. Model kemudian menyusun komposisi berdasarkan ketiga instruksi tersebut, termasuk bagaimana setiap elemen ditempatkan dan ditampilkan. Pendekatan ini memungkinkan hasil gambar lebih sesuai dengan detail yang diminta pengguna.

    Craft juga mendukung lebih dari 30 rasio aspek dan ukuran khusus. Pengguna dapat membuat gambar untuk berbagai kebutuhan, mulai dari Instagram Stories, postingan media sosial, poster, hingga banner. Dukungan teks dalam 55 bahasa turut memperluas penggunaannya untuk desain yang membutuhkan elemen tipografi.

    "Desain adalah bidang yang paling kami kuasai. Selama lebih dari satu dekade, kami mempelajari cara orang berkreasi dan bekerja bersama para desainer kami untuk memastikan hasilnya tepat. Craft menyatukan semua pengalaman tersebut dalam sebuah model yang berpikir seperti desainer," ujar Stefani Herlie, Country Manager Indonesia, Canva.

  4. 4. Dilatih menggunakan jutaan template desain Canva

    potret penggunaan Canva
    potret penggunaan Canva (pexels.com/@esrakorkmaz)

    Perbedaan lain dari Canva Craft terletak pada pendekatan pelatihannya. Jika banyak model AI pembuat gambar menggunakan foto sebagai salah satu sumber utama pembelajaran, Craft dikembangkan dengan penekanan lebih besar pada prinsip desain. Data pelatihannya mencakup jutaan template buatan manusia yang berasal dari pustaka konten Canva.

    Template tersebut meliputi poster profesional, konten media sosial, presentasi, infografis, menu, dan berbagai desain dengan komposisi tipografi yang kompleks. Melalui materi tersebut, Craft mempelajari hubungan antara tata letak, ukuran elemen, hierarki informasi, dan penempatan teks. Tujuannya agar model tidak hanya menghasilkan gambar yang menarik secara visual, tetapi juga memahami bagaimana sebuah desain disusun.

    Setelah tahap pelatihan awal, Canva menyempurnakan model melalui supervised fine-tuning dan reinforcement learning. Proses ini melibatkan masukan dari desainer profesional Canva untuk meningkatkan kemampuan mengikuti instruksi, akurasi tipografi, dan kualitas gambar secara keseluruhan.

    Dalam evaluasi internal, para desainer bekerja bersama puluhan peneliti untuk membandingkan lebih dari 25.000 pasang gambar dengan hasil model AI lainnya. Canva menyatakan bahwa penilaian manusia menjadi acuan utama ketika hasil evaluasi otomatis berbeda dari penilaian desainer.

    "Kami sangat bangga dengan pencapaian yang telah kami raih melalui Craft dan kemampuannya memadukan pemahaman desain dengan teknologi pembuatan gambar terbaik di kelasnya. Craft menghasilkan gambar yang luar biasa untuk kebutuhan yang menuntut tata letak dan teks yang sempurna, serta mampu menghasilkan gambar manusia dan lanskap dengan kualitas yang menakjubkan. Kami yakin Craft akan membuka banyak cara baru bagi orang-orang untuk mewujudkan imajinasi mereka. Dengan kemampuan kontrol yang lebih baik dan peningkatan kecepatan signifikan yang akan segera hadir, ini menjadi langkah besar bagi pengalaman AI di Canva. Ini baru permulaan," ujar JJ Fiasson, Head of Generative AI, Canva.

  5. 5. Canva menyiapkan versi AI yang lebih cepat

    Selain kualitas gambar, Canva juga berupaya meningkatkan kecepatan pemrosesan Craft. Hal ini menjadi perhatian karena platform tersebut digunakan lebih dari 250 juta orang yang secara kolektif menghasilkan lebih dari 400 desain setiap detik. Menjalankan model AI pembuat gambar dalam skala tersebut membutuhkan efisiensi komputasi yang tinggi.

    Untuk mengatasinya, Canva menerapkan teknik distilasi model yang mengurangi jumlah langkah inferensi. Perusahaan juga mengembangkan mesin inferensi khusus yang dioptimalkan untuk tahap perencanaan gambar. Melalui pendekatan tersebut, Craft diklaim bekerja sekitar 10 kali lebih cepat dibandingkan versi internal pertamanya.

    Canva juga tengah menyiapkan dua varian baru bernama Craft-fast dan Craft-ultrafast. Keduanya dirancang untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan biaya komputasi yang lebih rendah. Namun, Canva belum mengumumkan jadwal ketersediaan kedua model tersebut.

    Pengembangan berikutnya juga akan berfokus pada peningkatan kualitas teks berukuran kecil, gambar teknis, serta kemampuan pengeditan dan penggunaan gambar referensi yang lebih canggih. Fitur-fitur tersebut masih menjadi bagian dari rencana pembaruan mendatang.

  6. 6. Cara menggunakan Canva Craft dan ketersediaannya

    potret Canva di Laptop
    potret Canva di Laptop (pexels.com/@thefullonmonet)

    Canva Craft sudah dapat digunakan oleh pengguna Canva di seluruh dunia. Untuk mengaksesnya, pengguna cukup membuka Canva dan masuk ke fitur Dream Lab yang berada pada panel kiri bawah. Dari sana, pengguna dapat menuliskan prompt untuk menghasilkan gambar sesuai kebutuhan.

    Craft dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis konten, mulai dari materi pemasaran, foto editorial, ilustrasi digital, potret manusia, hingga visual lanskap dan arsitektur. Kemampuan mengatur komposisi dan teks menjadi salah satu fokus utamanya, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan hasil visual dengan susunan elemen tertentu.

    Selain melalui aplikasi Canva, Craft juga tersedia melalui Public API. Akses tersebut memungkinkan pengembang mengintegrasikan kemampuan pembuatan gambar ke dalam layanan mereka sendiri, seperti platform pemasaran, situs e-commerce, aplikasi pembuat iklan, dan layanan percetakan.

    Canva juga berencana menghadirkan dukungan melalui Canva MCP Server. Integrasi ini nantinya memungkinkan asisten dan agen AI menggunakan Craft untuk membuat gambar sebagai bagian dari alur kerja otomatis. Misalnya, agen AI dapat menghasilkan visual produk atau materi media sosial ketika menjalankan serangkaian tugas yang lebih besar.

    Dari sisi keamanan, Canva menyatakan bahwa Craft dilindungi sistem Perisai Canva. Sistem ini mencakup moderasi input dan output, kontrol privasi dan keamanan, serta mekanisme pelaporan konten yang berpotensi berbahaya atau menyesatkan. Perusahaan juga melakukan evaluasi terhadap keamanan merek, konteks budaya, dan risiko konten sebelum model dirilis.

    Secara keseluruhan, Canva Craft menunjukkan arah pengembangan AI generatif yang semakin berfokus pada kebutuhan desain, bukan hanya kemampuan menghasilkan gambar dari teks. Melalui arsitektur dua tahap, integrasi Magic Layers, dan dukungan tipografi, Canva berupaya membuat hasil AI lebih mudah dikendalikan serta disesuaikan. Bagi pengguna, pendekatan tersebut menawarkan proses pembuatan visual yang lebih dekat dengan alur kerja desain yang membutuhkan revisi dan penyesuaian berulang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More