Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Googlebook Dapat Review Kurang Baik, Apa Masalah Utamanya?

4 min read
Googlebook Dapat Review Kurang Baik, Apa Masalah Utamanya?
Googlebook (googlebook.google)
  • Googlebook dinilai terlalu mahal, berkisar 899–1.299 dolar AS, sementara fitur dan spesifikasinya dianggap belum sebanding dengan laptop premium lain. Sejumlah model juga cepat mengalami penurunan harga.
  • Googlebook OS masih menghadapi kendala optimalisasi aplikasi Android di desktop, terutama pada prosesor Intel x86. Rating aplikasi menunjukkan tidak semuanya berjalan lancar atau dirancang untuk penggunaan desktop.
  • Fokus Google pada fitur AI Gemini mendapat kritik karena beberapa fitur belum berfungsi baik. Performa, spesifikasi, dan dukungan software membuat Googlebook belum mampu menggantikan Windows atau MacBook.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah resmi dirilis, akhirnya Googlebook sampai ke tangan reviewer. Banyak YouTuber dan reviewer gadget yang mencoba, melakukan tes, serta melakukan berbagai hal pada unit Googlebook yang dikirimkan kepada mereka. Sayangnya, impresi awal dan pengetesan Googlebook mendapat tanggapan serta ulasan yang kurang baik.

Banyak review yang menunjukkan kekurangan, kelemahan, hingga ketidakmampuan Googlebook untuk melakukan beberapa hal. Lalu, kenapa Googlebook dapat review kurang baik dan apa saja masalah utama dari laptop terbaru Google ini? Temukan jawabannya di bawah ini.

  1. 1. Harga Googlebook dinilai terlalu mahal

    Googlebook
    Googlebook (googlebook.google)

    Dilansir Tom's Guide, semua model Googlebook termasuk laptop yang bisa dibilang terlalu mahal atau pricey. Sebab, harganya berkisar 899–1.299 dolar Amerika (setara dengan Rp16 juta–23,5 jutaan). Sejatinya Googlebook memang diposisikan sebagai laptop premium kelas atas, tapi harganya dirasa terlalu tinggi karena fitur dan spesifikasi yang didapat tidak sebaik laptop lain di kelasnya seperti MacBook Neo atau laptop Windows.

    Meski baru dijual sekitar satu bulan, harga Googlebook juga sudah mengalami penurunan. Laman Gizmodo menerangkan bahwa beberapa model seperti Dell XPS Googlebook, Lenovo Googlebook 15, dan HP Googlebook 14 sudah mengalami penurunan harga sekitar 100-300 dolar Amerika (setara Rp1,8 juta-5,4 jutaan). Memang tidak ada informasi resmi, tapi penurunan yang cepat tersebut secara tersirat menunjukkan bahwa harga Googlebook saat awal rilis memang terlalu tinggi.

  2. 2. Aplikasi pada Googlebook dinilai belum optimal

    Googlebook
    Googlebook (googlebook.google)

    Googlebook sejatinya menggunakan sistem operasi (OS) baru bernama Googlebook OS. Karena masih baru, tidak mengherankan jika OS tersebut tidak sebaik Windows, macOS, atau Linux yang sudah beredar selama puluhan tahun. Laman 9to5Google menerangkan bahwa banyak aplikasi yang tidak optimal di Googlebook, salah satunya Spotify. Salah satu faktornya adalah karena aplikasi di Googlebook sebenarnya adalah aplikasi Android.

    Saat membuka Google Play Store, kamu juga akan diberitahu terkait rating aplikasi. Ada Made for Desktop, Optimized for Desktop, Compatible with Desktop, Better on the Web, dan Built for Mobile. Artinya tidak semua aplikasi bisa berjalan lancar di desktop Googlebook, kelancarannya tergantung dari rating aplikasi tersebut. Google juga mengakui bahwa banyak aplikasi yang tidak bisa berjalan optimal di Googlebook dengan prosesor Intel (arsitektur x86). Sebab, kebanyakan aplikasi dirancang untuk dijalankan pada arsitektur ARM.

  3. 3. Googlebook dianggap terlalu fokus pada kemampuan AI

    Lenovo Googlebook 15
    Lenovo Googlebook 15 (store.google.com)

    Sejak awal, Google menempatkan kemampuan AI (khususnya Gemini) sebagai nilai jual utama Googlebook. Mereka mengklaim bahwa Googlebook adalah laptop yang berfokus pada AI, memiliki banyak fitur, dan bisa membuat kehidupan jadi lebih mudah. Padahal laptop seharusnya mengedepankan aspek lain seperti spesifikasi, performa prosesor, dukungan software, hingga kualitas layar.

    Berdasarkan pengetesan Android Authority, beberapa fitur AI Googlebook tak berfungsi dengan baik. Mereka juga menekankan bahwa pengguna memang memerlukan AI di perangkat, tapi AI seharusnya berjalan di OS yang matang dan bukan menjadi fokus utama dari sebuah laptop. Kritik lain juga datang dari laman Yahoo Tech yang menyebut bahwa Googlebook menghadirkan AI yang tak mampu menyelesaikan masalah pengguna.

  4. 4. Googlebook dianggap belum bisa menggantikan laptop lain

    Acer Googlebook 14
    Acer Googlebook 14 (acer.com)

    Googlebook masih berada di tahap awal sehingga masih memiliki banyak kekurangan. Spesifikasinya bukan yang terbaik, performanya tidak maksimal, dan beberapa aplikasi tak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Jika menimbang semua hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Googlebook belum bisa menggantikan laptop lain seperti laptop Windows atau MacBook.

    Meski Googlebook dapat review kurang baik, bukan berarti laptop ini tidak worth it buat dibeli. Bagi kamu yang mencari hal baru, memiliki HP Android, dan sudah akrab dengan ekosistem Google, maka Googlebook bisa menjadi pilihan yang menarik. Sementara itu, gamer yang mencari performa terbaik, pengguna dengan penggunaan aplikasi spesifik, dan pengguna yang mencari value for money tak akan cocok menggunakan Googlebook.

    Posisi Googlebook saat ini terbilang masih cukup rentan. Laptop tersebut belum bisa memberikan apa yang diinginkan pengguna dan janji Google juga belum sepenuhnya terealisasikan. Pengguna juga masih enggan beralih ke Googlebook jika hanya melihat spesifikasi, fitur, atau kemampuannya. Untuk menggaet lebih banyak pengguna, Google harus berjuang keras ke depannya untuk memaksimalkan Googlebook.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More