Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bagaimana Connected Ball Technology Bantu Wasit Piala Dunia 2026?

Bagaimana Connected Ball Technology Bantu Wasit Piala Dunia 2026?
ilustrasi Trionda, bola Piala Dunia 2026 (commons.wikimedia.org/ProtoplasmaKid)
Intinya Sih
  • FIFA mengandalkan Connected Ball Technology di Piala Dunia 2026, dengan sensor IMU yang merekam pergerakan bola hingga 500 kali per detik untuk membantu keputusan wasit lebih presisi.
  • Teknologi ini mendukung Advanced Semi-Automated Offside Technology, menggabungkan data sensor dan kamera pelacak pemain agar deteksi offside berlangsung otomatis dan mempercepat keputusan VAR.
  • Selain offside, data sensor juga bantu analisis insiden seperti handball dan menghadirkan visualisasi 3D agar proses perwasitan lebih transparan tanpa menggantikan peran utama wasit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah kamu membayangkan sebuah bola yang bisa berkomunikasi dengan wasit? Hal tersebut bukan lagi sekadar imajinasi di era sekarang. FIFA kini memanfaatkan Connected Ball Technology, teknologi sensor yang ditanamkan di dalam bola pertandingan untuk membantu pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat. Pada Piala Dunia 2026, inovasi ini kembali menjadi salah satu andalan dalam mendukung sistem perwasitan di lapangan.

Teknologi yang pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar ini terus mengalami pengembangan. Kini, Connected Ball Technology tidak hanya membantu mendeteksi sentuhan bola secara presisi, tetapi juga mendukung sistem offside semi-otomatis yang digunakan FIFA. Lalu, bagaimana sebenarnya teknologi bola pintar ini membantu wasit mengambil keputusan selama pertandingan?

1. Adanya sensor di dalam bola yang mengirim data 500 kali per detik

Connected Ball Technology menggunakan sensor gerak Inertial Measurement Unit (IMU) yang ditempatkan di bagian tengah bola. Sensor tersebut mampu merekam pergerakan dan percepatan bola hingga sekitar 500 kali per detik, lalu mengirimkan data tersebut secara langsung ke ruang operasi VAR. Kemampuan ini membuat sistem dapat mengetahui secara presisi kapan bola benar-benar disentuh oleh pemain.

Sebelum teknologi ini hadir, wasit dan VAR harus mengandalkan tayangan video untuk menentukan momen umpan dilepaskan. Dalam situasi offside yang sangat tipis, perbedaan sepersekian detik saja dapat memengaruhi hasil keputusan. Connected Ball Technology membantu menghilangkan keraguan tersebut karena data diperoleh langsung dari sensor yang tertanam di bola.

2. Membantu sistem offside lebih cepat dan akurat

Salah satu manfaat terbesar teknologi ini adalah mendukung Semi-Automated Offside Technology (SAOT). Sistem tersebut menggabungkan data dari sensor bola dengan kamera pelacak pemain yang dipasang di stadion. Berkat kombinasi itu, sistem dapat menentukan posisi pemain dan waktu umpan secara otomatis sebelum memberikan peringatan kepada VAR.

Untuk Piala Dunia 2026, FIFA akan menggunakan Advanced Semi-Automated Offside Technology sebagai pengembangan dari sistem sebelumnya. Teknologi ini mampu mengirim sinyal otomatis kepada ofisial di lapangan ketika terdeteksi posisi offside yang jelas. Kehadirannya diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan tanpa perlu menunggu pemeriksaan VAR terlalu lama, sehingga ritme pertandingan tetap terjaga.

3. Membantu mengidentifikasi handball dan insiden krusial

Selain offside, data dari Connected Ball Technology juga dapat digunakan untuk membantu analisis insiden lain seperti dugaan handball. Sensor mampu mendeteksi adanya sentuhan pada bola sehingga VAR memperoleh informasi tambahan ketika meninjau sebuah kejadian kontroversial. Meski keputusan akhir tetap berada di tangan wasit, data tersebut menjadi referensi penting untuk meningkatkan akurasi penilaian.

Teknologi ini juga membantu FIFA menghadirkan proses perwasitan yang lebih transparan. Data yang terkumpul dapat dipadukan dengan visualisasi tiga dimensi sehingga penonton, pemain, dan tim pelatih dapat memahami alasan di balik suatu keputusan. Langkah ini diharapkan mengurangi perdebatan berkepanjangan mengenai keputusan wasit di pertandingan-pertandingan besar.

Meski sangat canggih, Connected Ball Technology tidak dirancang untuk menggantikan wasit. FIFA menegaskan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu yang menyediakan data objektif. Keputusan akhir tetap berada di tangan wasit dan tim VAR yang meninjau setiap situasi sesuai konteks pertandingan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More