Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi pria menopang mulut dengan ekspresi cemas melihat smartphone (pexels.com/Helena Lopes)
  • Pegasus dapat bekerja tersembunyi dan menginfeksi perangkat tanpa gejala yang mudah dikenali, termasuk melalui serangan zero-click.

  • Baterai boros, HP panas, dan penggunaan kuota meningkat bukan indikator pasti; peringatan Apple serta analisis forensik lebih relevan.

  • Pembaruan sistem, perlindungan tambahan, pemeriksaan perangkat, dan bantuan ahli keamanan digital dapat memperkecil risiko.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pegasus merupakan spyware yang dapat mengakses informasi pribadi, memantau komunikasi, dan mengumpulkan data dari smartphone yang berhasil disusupi.
  • Who?
    NSO Group mengembangkan Pegasus. Serangan spyware ini pernah menargetkan jurnalis, aktivis, dan tokoh publik.
  • Where?
    Pegasus dapat menginfeksi perangkat Android maupun iPhone.
  • When?
    Dalam sejumlah kasus, Pegasus dapat menginfeksi HP tanpa membutuhkan interaksi dari pemiliknya.
  • Why?
    Pegasus digunakan untuk melakukan pengawasan secara tersembunyi dan mengumpulkan informasi dari perangkat yang terinfeksi.
  • How?
    Serangan dapat memanfaatkan celah keamanan melalui zero-click exploit. Kemungkinan infeksi dapat diperiksa melalui peringatan resmi dan analisis forensik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pegasus adalah program mata-mata yang bisa masuk ke HP Android atau iPhone tanpa diklik pemiliknya. Program ini dapat melihat informasi dan komunikasi secara diam-diam. HP yang panas atau baterainya cepat habis belum tentu terkena Pegasus. Apple bisa memberi peringatan. Pemeriksaan forensik dapat membantu mencari jejaknya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengguna smartphone memiliki beberapa dasar untuk memperkuat keamanan perangkat, mulai dari pembaruan sistem dan aplikasi hingga fitur perlindungan tambahan. Peringatan resmi Apple serta alat seperti Mobile Verification Toolkit juga menyediakan petunjuk pemeriksaan. Meski tidak menjamin perlindungan penuh, langkah-langkah tersebut membantu pengguna memahami risiko dan menemukan kemungkinan masalah keamanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pegasus merupakan salah satu spyware paling canggih yang dapat mengancam keamanan smartphone Android maupun iPhone. Perangkat lunak mata-mata yang dikembangkan perusahaan asal Israel, NSO Group, ini mampu mengakses informasi pribadi, memantau komunikasi, hingga mengumpulkan berbagai data sensitif dari perangkat yang berhasil disusupi. Bahkan, dalam sejumlah kasus, Pegasus dapat menginfeksi HP tanpa membutuhkan interaksi dari pemiliknya. Pegasus sendiri diduga digunakan sebagai alat untuk penyadapan beberapa tokoh penting dunia, termasuk yang terbaru adalah Presiden Prabowo.

Berbeda dengan malware biasa, Pegasus dirancang untuk bekerja secara tersembunyi agar aktivitas penyadapannya sulit diketahui. Spyware ini pernah digunakan dalam serangan yang menargetkan jurnalis, aktivis, hingga tokoh publik, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan komunikasi dan perlindungan privasi digital. Salah satu teknik yang digunakan adalah zero-click exploit, yaitu serangan yang dapat memanfaatkan celah keamanan tanpa mengharuskan korban mengeklik tautan berbahaya.

Meski memiliki kemampuan yang canggih, bukan berarti pengguna smartphone tidak bisa melakukan langkah pemeriksaan dan pencegahan. Ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan, termasuk peringatan keamanan resmi dan jejak digital yang dapat ditemukan melalui analisis forensik. Lantas, apa saja ciri HP yang mungkin terinfeksi Pegasus dan bagaimana cara mengeceknya?

1. Pegasus bisa menginfeksi HP tanpa menunjukkan gejala

ilustrasi perempuan cemas menggunakan smartphone di tempat tidur (pexels.com/Kaboompics)

Salah satu hal yang membuat Pegasus berbahaya adalah kemampuannya bekerja tanpa menimbulkan perubahan yang mudah dikenali pengguna. Setelah berhasil mengeksploitasi celah keamanan, spyware ini dapat mengumpulkan informasi dari perangkat yang terinfeksi tanpa harus menampilkan aplikasi baru atau notifikasi mencurigakan di layar smartphone.

Kondisi tersebut membuat Pegasus berbeda dari sejumlah malware yang bisa dikenali melalui aplikasi asing atau iklan yang tiba-tiba muncul. Pegasus dirancang untuk melakukan pengawasan secara tersembunyi, sehingga pengguna mungkin tetap bisa memakai smartphone seperti biasa meskipun perangkatnya telah mengalami kompromi keamanan.

Karena itu, tidak adanya gejala bukan berarti HP pasti terbebas dari Pegasus. Sebaliknya, pengguna juga tidak bisa langsung menyimpulkan adanya infeksi hanya karena smartphone mengalami gangguan performa. Untuk memastikan keberadaan spyware ini, pemeriksaan terhadap bukti teknis pada perangkat menjadi jauh lebih penting.

2. Baterai boros dan HP panas bukan tanda pasti Pegasus

Baterai yang cepat habis dan suhu perangkat yang meningkat sering dikaitkan dengan aktivitas spyware. Secara teknis, perangkat lunak berbahaya memang dapat menggunakan sumber daya smartphone untuk mengumpulkan informasi, memproses data, atau menjalankan komunikasi dengan server yang dikendalikan penyerang.

Namun, tidak ada dasar yang cukup untuk menyebut kedua kondisi tersebut sebagai ciri khusus infeksi Pegasus. Penggunaan aplikasi berat, proses sinkronisasi data, kualitas jaringan yang buruk, hingga kondisi baterai yang mulai menurun juga dapat membuat konsumsi daya meningkat dan perangkat terasa lebih panas.

Hal serupa berlaku ketika penggunaan kuota internet meningkat tanpa alasan yang jelas. Meskipun Pegasus dapat mengirimkan data dari perangkat korban, aktivitas jaringan yang tidak biasa belum tentu berasal dari spyware tersebut. Pemeriksaan konsumsi baterai dan penggunaan internet tetap berguna untuk mengetahui aktivitas aplikasi, tetapi tidak bisa dijadikan metode utama untuk mendeteksi Pegasus.

3. Peringatan keamanan Apple menjadi indikator penting

Salah satu indikator yang lebih relevan untuk diperhatikan pengguna iPhone adalah munculnya peringatan keamanan resmi dari Apple. Perusahaan tersebut memiliki mekanisme Threat Notification untuk memberi tahu pengguna yang berdasarkan analisisnya kemungkinan menjadi target serangan spyware komersial tingkat lanjut.

Apple menjelaskan bahwa peringatan tersebut ditujukan kepada pengguna yang berpotensi menjadi sasaran serangan sangat spesifik. Pengguna dapat memeriksa keberadaan peringatan dengan mengunjungi situs account.apple.com secara langsung dan masuk menggunakan akun Apple miliknya. Peringatan juga dapat dikirimkan melalui saluran resmi Apple yang terkait dengan akun pengguna.

Meski demikian, menerima peringatan tersebut tidak secara otomatis membuktikan bahwa Pegasus berhasil menginfeksi iPhone. Apple tidak selalu mengidentifikasi jenis spyware yang digunakan dalam serangan, sementara tidak adanya peringatan juga bukan jaminan perangkat aman. Karena itu, pengguna yang menerima notifikasi sebaiknya mengikuti petunjuk resmi Apple dan mempertimbangkan pemeriksaan keamanan lebih mendalam.

4. Jejak Pegasus dapat ditemukan melalui pemeriksaan forensik

Ilustrasi seseorang menggunakan smartphone sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Cara yang lebih dapat diandalkan untuk menyelidiki kemungkinan infeksi Pegasus adalah melakukan analisis forensik digital. Pemeriksaan ini bertujuan mencari jejak aktivitas mencurigakan yang tertinggal pada perangkat, termasuk catatan sistem, aktivitas proses tertentu, atau indikator teknis yang pernah dikaitkan dengan operasi spyware Pegasus.

Salah satu alat yang dapat digunakan adalah Mobile Verification Toolkit atau MVT, perangkat forensik Open Source yang dikembangkan oleh Amnesty International Security Lab. MVT dapat membantu peneliti keamanan menganalisis data dari perangkat iOS maupun Android dan membandingkannya dengan Indicators of Compromise (IOC), yaitu indikator yang diketahui berkaitan dengan aktivitas berbahaya.

Namun, penggunaan MVT tidak sesederhana memasang aplikasi antivirus kemudian menekan tombol pemindaian. Prosesnya membutuhkan pengumpulan data perangkat dan kemampuan teknis untuk membaca hasil analisis. Selain itu, tidak semua metode serangan Pegasus meninggalkan jejak yang sama, sehingga hasil pemeriksaan tanpa temuan mencurigakan belum tentu membuktikan perangkat sepenuhnya aman.

Penting untuk dipahami bahwa pemeriksaan dasar hanya membantu meningkatkan keamanan smartphone dan menemukan kemungkinan masalah yang lebih umum. Pegasus dapat menggunakan eksploitasi yang tidak terlihat melalui daftar aplikasi maupun izin perangkat.

Jika terdapat alasan kuat untuk mencurigai penyadapan, pemeriksaan oleh ahli keamanan digital dengan metode forensik menjadi langkah yang paling tepat.

5. Cara mencegah serangan Pegasus di smartphone

ilustrasi iPhone (unsplash.com/amin setode)

Salah satu langkah pencegahan paling penting adalah memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara rutin. Pembaruan keamanan dapat memperbaiki celah yang berpotensi digunakan dalam serangan Pegasus, meskipun tidak ada sistem yang mampu menjamin perlindungan penuh terhadap seluruh eksploitasi yang belum diketahui.

Untuk pengguna iPhone yang memiliki risiko tinggi menjadi sasaran serangan, Apple menyediakan fitur Lockdown Mode. Fitur ini dapat diaktifkan melalui menu Pengaturan, kemudian Privasi & Keamanan. Lockdown Mode membatasi sejumlah fungsi perangkat, termasuk mekanisme tertentu pada pesan, browser, dan koneksi, untuk memperkecil peluang eksploitasi. Pengguna Android yang memiliki fitur Advanced Protection juga dapat memanfaatkannya untuk memperketat perlindungan perangkat.

Langkah lain yang tidak kalah penting adalah menghindari pemasangan aplikasi dari sumber tidak terpercaya, membatasi izin akses aplikasi, serta menggunakan autentikasi dua faktor untuk melindungi akun. Namun, kebiasaan tersebut tidak secara langsung menjamin perlindungan dari serangan zero-click Pegasus. Jika pengguna menerima peringatan resmi mengenai spyware komersial, sebaiknya jangan langsung melakukan factory reset karena tindakan tersebut dapat menghilangkan bukti yang diperlukan untuk analisis forensik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article