Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Limitasi Terbesar HP Entry Level, Jangan Harap Kamera Bagus

4 min read
5 Limitasi Terbesar HP Entry Level, Jangan Harap Kamera Bagus
ilustrasi HP entry level (unsplash.com/Jimmy Wu)
  • HP entry level Rp1-3 jutaan menawarkan performa terendah; game umumnya 30-50 FPS dengan grafis rendah-menengah, sementara rendering berlangsung lebih lama.
  • Layar perangkat ini kerap beresolusi 720p atau memakai panel IPS; model AMOLED pun masih dapat mempertahankan notch dan refresh rate 90 Hz.
  • Dukungan software biasanya maksimal 2-4 tahun, sementara kamera, stabilisasi video, sensor gyroscope, NFC, OIS, serta fitur lain sering terbatas atau absen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Harga HP terus melonjak tanpa ada tanda akan turun dalam waktu dekat. Karena harganya yang terus naik HP entry level bisa menjadi pilihan. Sebab, HP entry level dijual dengan harga yang masih terjangkau, yaitu Rp1 juta--3 jutaan. Sayangnya, ada harga ada rupa, di mana dengan harga yang terjangkau kamu tak bisa berharap banyak.

Ada banyak limitasi yang dimiliki HP entry level, mulai dari kemampuan kamera, spesifikasi layar, hingga kemampuan gaming yang terbilang payah. Saat membeli HP entry level kamu harus memahami semua limitasi tersebut agar tak menyesal di kemudian hari.

  1. 1. Performanya jadi yang paling buruk dari kelas yang lain

    ilustrasi HP entry level
    ilustrasi HP entry level (unsplash.com/Juan Paolo Dampog)

    HP entry level sejatinya berada di kasta terendah, jadi tidak mengherankan jika performanya jadi yang paling buruk di antara kelas lain seperti mid-range dan flagship. Dilansir NanoReview, HP entry level seperti REDMI Note 15 dan Samsung Galaxy A16 5G hanya bisa menorehkan skor AnTuTu V11 di angka 570-580 ribuan. Seri mid-range seperti Galaxy A56 5G mampu menorehkan skor hingga 1,2 jutaan.

    Saat bermain game HP entry level juga tak optimal karena hanya mampu memberikan 30-50 FPS. Grafis game juga terkunci di pengaturan rendah (low) dan menengah (medium). Untuk HP mid-range dan flagship mampu menorehkan FPS di angka 60-120 FPS dengan mudah di grafis tinggi (high). Aktivitas berat seperti rendering juga memakan proses yang lama di HP entry level. Di sisi lain, HP mid-range dan flagship bisa selesai dalam beberapa detik untuk rendering ringan hingga menengah.

  2. 2. Layarnya punya resolusi rendah dan pakai panel IPS

    ilustrasi HP entry level
    ilustrasi HP entry level (unsplash.com/Amanz)

    Mau cari HP dengan layar terbaik? Tentunya membeli HP entry level bukan pilihan bijak. Berdasarkan data GSMArena, HP entry level pasti memiliki kekurangan di aspek layar. Ada HP yang masih pakai layar IPS dan menggunakan resolusi 720p. Di sisi lain, HP yang sudah menggunakan layar AMOLED dan resolusi 1080p masih mempertahankan desain kamera depan notch serta pakai refresh rate 90 Hz.

    Di kelas mid-range dan flagship kekurangannya perlahan hilang. HP mid-range hampir memiliki semuanya, yaitu layar AMOLED, kamera depan punch hole, refresh rate 120 Hz, bezel tipis, dan resolusi tinggi hingga 1,5K. HP flagship serupa dengan mid-range, bedanya ada beberapa fitur tambahan seperti LTPO yang bisa menyesuaikan refresh rate sesuai penggunaan, in display fingerprint, hingga kecerahan tinggi mencapai 3500 nits.

  3. 3. HP entry level tidak mendapat update yang panjang

    ilustrasi HP entry level
    ilustrasi HP entry level (unsplash.com/Andrey Matveev)

    Update software sangat penting karena menjamin perangkat selalu mendapat sistem operasi (OS) dan fitur terbaru. Sayangnya, update software HP entry level biasanya tak panjang. Laman Engadget menerangkan bahwa HP entry level hanya mendapat update software maksimal sekitar 4 tahun. Ada juga beberapa model yang hanya mendapat update 2 tahun. Sebenarnya ada beberapa model seperti REDMI Note 17 5G dan Samsung Galaxy A17 5G yang mendapat update hingga 6 tahun, tapi hal tersebut cukup jarang terjadi. HP mid-range dan flagship biasanya mendapat update yang jauh lebih panjang, yaitu 5-7 tahun tergantung modelnya.

  4. 4. Kemampuan kameranya tak bisa diharapkan

    ilustrasi HP entry level
    ilustrasi HP entry level (unsplash.com/Andrey Matveev)

    Kemampuan kamera sedari awal bukan spesifikasi unggulan HP entry level, jadi jangan heran jika kualitasnya buruk. HP entry level seperti REDMI Note 15 dan realme P4x umumnya hanya memiliki dua kamera fungsional, yaitu satu kamera utama dan selfie, sisanya hanyalah kamera gimik. Hanya ada beberapa HP entry level Galaxy A17 yang berbaik hati memberikan kamera tambahan seperti ultrawide.

    HP entry level hanya bisa merekam video di resolusi 1080p atau 2K, stabilisasinya buruk (tidak punya OIS), dan gambarnya kurang tajam. Kelas lain seperti mid-range lebih optimal karena memiliki kamera lengkap (kamera utama, ultrawide, hingga telefoto), menghadirkan stabilisasi OIS, bahkan bisa merekam video 4K. Jika prioritas kamu adalah kemampuan kamera jangan sesekali beli HP entry level.

  5. 5. HP entry level tak punya sensor dan fitur yang lengkap

    ilustrasi HP entry level
    ilustrasi HP entry level (unsplash.com/Andrey Matveev)

    Dirancang sebagai perangkat yang murah, HP entry level pasti memiliki limitasi di aspek fitur dan sensor. Salah satu sensor yang sering absen adalah gyroscope, sensor tersebut sebenarnya adalah sensor penting karena bisa membuat GPS makin akurat dan mampu menstabilkan video. Sensor fingerprint umumnya masih ada, tapi ditaruh di tombol power bukan di dalam layar. Beberapa HP entry level yang terlalu murah juga tak memiliki NFC, membuat pembayaran e-money makin merepotkan. Stabilisasi OIS, pengecasan cepat, kamera beresolusi tinggi, sensor cahaya, serta jaringan 5G adalah beberapa fitur dan sensor lain yang tidak dimiliki HP entry level.

    HP entry level sejatinya dirancang sebagai HP murah yang bisa dibeli oleh semua kalangan. Karena itu, tidak mengherankan jika HP entry level memiliki banyak limitasi. Semua limitasi tersebut hadir untuk menekan harga agar banderolnya tak terlalu mahal. Jika tak mau HP yang di-limit dan dibatasi kamu harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli HP mid-range atau flagship.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More