Mengapa Chipset 4G Kurang Cocok buat Main Game?

- Chipset 4G kini umumnya berada di kelas entry-level, dengan performa dan skor benchmark jauh di bawah chipset 5G, sehingga FPS gaming lebih terbatas.
- Jaringan 4G menawarkan kecepatan serta latensi lebih rendah dibanding 5G, yang dapat memengaruhi responsivitas dan kenyamanan saat memainkan game online.
- HP berchipset 4G masih cocok untuk game ringan atau kompetitif pada grafik menengah, tetapi game berat cenderung berjalan di FPS rendah dan pengaturan visual rendah.
Di tengah gencarnya trasisi jaringan 5G ternyata masih banyak HP yang pakai chipset 4G. Ada MediaTek Helio G99, Snapdragon 685, dan UNISOC T250 yang menjadi beberapa chipset 4G paling populer. Chipset-chipset tersebut juga dinilai masih cukup mumpuni, bahkan tak jarang digunakan untuk bermain game.
Meski bisa digunakan buat bermain game bukan berarti chipset 4G ideal dan cocok untuk melakukannya. Di banyak kasus HP dengan chipset 4G tetap tak bisa memberikan performa terbaik sehingga permainan jadi kurang nyaman. Lantas, mengapa chipset 4G kurang cocok buat main game, khususnya pada 2026?
1. Performa chipset 4G masih kalah dari chipset 5G

ilustrasi main game di HP (unsplash.com/Harold Hisona) Jika membahas performa sudah bisa dipastikan bahwa chipset 4G kalah telak dari chipset 5G sehingga tak cocok buat main game. Untuk saat ini semua chipset 4G masuk ke kelas entry level atau low end yang performanya rendah. Sementara itu, kebanyakan chipset 5G berada di kelas mid-range atau flagship. Saat gaming chipset 4G hanya bisa menorehkan 30-60 FPS. Untuk chipset 4G bisa menorehkan 60-120 FPS, bahkan lebih tergantung kemampuan HP-nya.
Berdasarkan data NanoReview, perolehan benchmark AnTuTu V11 chipset 4G juga jauh lebih rendah. MediaTek Helio G99 dan Snapdragon 732G punya skor AnTuTu V11 sekitar 390-550 ribuan. Di sisi lain, chipset 5G seperti MediaTek Dimensity 7300 dan Snapdragon 7 Gen 3 punya skor AnTuTu V11 di angka 870 ribu-1,3 jutaan. Ada juga chipset 5G flagship yang skornya tembus 3,9 jutaan seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5.
2. Kecepatan internet 4G masih kurang ngebut

ilustrasi main game di HP (unsplash.com/Vitaly Gariev) Main game online sangat bergantung dengan kecepatan internet. Saat internet melambat game bisa ikut melambat dan tak nyaman dimainkan. Untuk mendapat jaringan internet terbaik kamu harus pakai chipset 5G yang mendukung jaringan 5G. Dilansir TAOGLAS, kecepatan harian 4G sekitar 100 Mbps sementara 5G bisa mencapai 10 Gbps. Ketika digunakan 5G bisa memberikan kecepatan internet sekitar 10-100 kali lebih ngebut.
Latensinya juga lebih rendah, di mana 4G punya latensi sekitar 30-70 milidetik sementara latensi 5G turun jauh hingga 1 milidetik. Latensi yang rendah bisa meningkatkan responsivitas sehingga kamu dapat bermain game lebih cepat, fast pace, efisien, dan gerakan bisa direspons oleh game dalam waktu singkat. Jaringan 5G juga bisa mendukung 100,000 perangkat per kilometer persegi, sementara 4G hanya mendukung 1000 perangkat.
3. Chipset 4G punya keterbatasan teknologi dan spesifikasi

ilustrasi main game di HP (unsplash.com/Amanz) Chipset 5G sejatinya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna modern. Karena itu, teknologi dan spesifikasinya jauh lebih lengkap dari chipset 4G. Dilansir laman resmi MediaTek, chipset 4G buatan mereka seperti Helio G99 hanya mendukung storage UFS 2.2 dan RAM LPDDR4X. Untuk chipset 5G seperti Dimensity 7500 mendukung UFS 3.1 dan LPDDR5. Dukungan storage dan RAM di chipset 5G lebih unggul, bikin gaming makin lancar.
Clock speed juga berpengaruh dalam proses membuka game atau menjalankan perintah di game. Makin tinggi angkanya game bisa makin mulus. Untuk chipset 4G umumnya memiliki clock speed sekitar 2 GHz (hingga 2,8 GHz). Beberapa chipset 5G kelas atas bahkan memiliki clock speed 5 GHz. Fitur seperti gaming 144 FPS dan HDR gaming juga hanya bisa ditemukan pada chipset 5G, tak ada di chipset 4G.
4. Chipset 4G hanya bisa digunakan bermain game ringan

ilustrasi main game di HP (unsplash.com/Vitaly Gariev) Meski tak ideal buat gaming. khususnya gaming berat, bukan berarti chipset 4G sama sekali tidak bisa digunakan. Berdasarkan pengetesan berbagai reviewer seperti Jagat Review dan Gadgetin, HP dengan chipset 4G umumnya hanya cocok dipakai untuk bermain game ringan seperti Subway Surfers. Game kompetitif atau kelas menengah seperti Free Fire dan Mobile Legends juga cukup nyaman dimainkan, tapi FPS-nya tak terlalu tinggi (sekitar 50-90 FPS).
Grafis game yang dimainkan juga tak maksimal, biasanya game hanya bisa berjalan di pengaturan grafik menengah. Game berat seperti Genshin Impact sebenarnya tetap bisa dimainkan oleh chipset 4G. Namun, performanya sangat rendah karena hanya bisa berjalan di 20-30 FPS dan grafiknya low (rendah). Hal tersebut tentunya kurang nyaman karena membuat gerakan kurang mulus dan visual terlihat berantakan.
Pada 2026 dan seterusnya tampak bahwa chipset 4G kurang cocok buat main game, khususnya game berat. Untuk saat ini HP dengan chipset 4G hanya ideal untuk penggunaan ringan seperti menonton YouTube, menyetel musik, berkirim pesan, atau sekadar melakukan video call. Jika mencari perangkat dengan kemampuan gaming terbaik lebih disarankan untuk mencari HP dengan chipset 5G, khususnya kelas mid-range atau flagship.




















