Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Platform Berisiko Tinggi bagi Anak Menurut Komdigi, Cek!
ilustrasi aplikasi HP (pexels.com/dumitru B)
  • Komdigi melalui PP TUNAS mengevaluasi Produk, Layanan, dan Fitur digital untuk memetakan risiko serta kewajiban perlindungan anak.

  • Hingga 6 September 2026, 14 PLF telah ditetapkan berisiko tinggi, termasuk Lazada, Vidio, Pinterest, X, Valorant, dan Teamfight Tactics Mobile.

  • Sebanyak 28 PLF ditetapkan berisiko rendah, seperti YouTube Kids, Netflix Kids Profile, Gmail, Google Classroom, dan Canva Pendidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perlindungan anak di ruang digital menjadi perhatian pemerintah seiring dengan makin banyaknya platform dan layanan daring yang digunakan si kecil. Melalui PP TUNAS, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) berdasarkan tingkat risikonya serta kewajiban pelindungan anak yang perlu diterapkan.

Dari hasil evaluasi tersebut, sejumlah PLF telah dikategorikan berdasarkan profil risikonya. Daftar platform berisiko tinggi bagi anak dari Komdigi ini mencakup berbagai layanan digital yang telah melalui proses verifikasi dan penetapan oleh pemerintah. Untuk mengetahui platform apa saja yang masuk dalam kategori tersebut, simak daftar lengkapnya berikut.

1. Daftar platform berisiko tinggi bagi anak dari komdigi

Berdasarkan hasil evaluasi Komdigi hingga 6 September 2026, sebanyak 14 PLF telah ditetapkan sebagai PLF berprofil risiko tinggi melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital. Berikut 14 PLF yang telah ditetapkan Komdigi sebagai layanan berprofil risiko tinggi:

  • Aplikasi Lazada

  • Situs Web Lazada

  • Blibli

  • BMoney

  • Vidio

  • Hago App

  • Pinterest

  • SnackVideo

  • X

  • Sola Mahjong

  • Goddess of Victory: NIKKE

  • Age of Empires Mobile

  • Valorant

  • Teamfight Tactics Mobile

Selain 14 PLF tersebut, terdapat 8 PLF lain yang sudah memperoleh hasil verifikasi berprofil risiko tinggi, tetapi masih dalam proses penetapan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital. Daftarnya meliputi:

  • Apple Podcasts

  • WeTV (Layanan Streaming)

  • MAXStream TV

  • Discord

  • Telegram Messenger

  • YouTube

  • Ludo World–Ludo Superstar

  • Crossfire: Legends

2. Daftar platform berisiko rendah bagi anak dari Komdigi

ilustrasi anak menggunakan HP (pexels.com/MART PRODUCTION)

Selain layanan berprofil risiko tinggi, Komdigi juga telah melakukan verifikasi terhadap sejumlah PLF yang masuk kategori risiko rendah. Sebanyak 28 PLF telah ditetapkan sebagai layanan berprofil risiko rendah melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital. Daftar PLF tersebut terdiri atas:

  • Apple Arcade

  • Lapak Gaming

  • Itemku

  • App Store

  • Apple Books

  • Situs Web Lazada Service

  • OPPO Official Website

  • Game Center & Games

  • Google Shopping

  • Livin' Next-G

  • Eidupay

  • DANA

  • UniPin

  • Livin' by Mandiri

  • Netflix Kids Profile

  • FaceTime

  • iMessage

  • Google Messages

  • Gmail

  • Canva Pendidikan

  • iCloud Drive & Photos

  • Siri

  • YouTube Kids

  • Google Maps

  • Gemini

  • Apple Maps

  • Apple Invites

  • Google Classroom

Selain 28 PLF yang telah ditetapkan sebagai layanan berprofil risiko rendah, terdapat 10 PLF lain yang sudah memperoleh hasil verifikasi dengan profil risiko rendah. Kesepuluh PLF tersebut masih dalam proses penetapan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, yaitu:

  • Google Play

  • PlayStation

  • Apple Music

  • Apple TV

  • Spotify

  • Ruangguru App dan Ruangguru Web-based

  • Google Workspace

  • Google Search

  • Safari

  • Google Photos

3. Bagaimana Komdigi menilai risiko platform?

Perlu dipahami, penilaian risiko platform digital dilakukan melalui beberapa tahapan dalam pelaksanaan PP TUNAS. Prosesnya dimulai dari self-assessment yang dilakukan oleh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), kemudian dilanjutkan dengan verifikasi oleh Komdigi untuk menentukan profil risiko Produk, Layanan, dan Fitur (PLF).

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan evaluasi tersebut penting untuk memastikan kewajiban pelindungan anak tidak hanya dipenuhi secara administratif, tetapi juga diterapkan melalui langkah konkret oleh platform digital. Karena itu, proses penilaian dan pengawasan dilakukan untuk melihat kesesuaian antara kewajiban yang telah ditetapkan dengan penerapannya di layanan digital.

Itulah daftar platform berisiko tinggi bagi anak dari Komdigi yang perlu diketahui, terutama oleh orang tua dan pendamping anak. Jadi, jangan lupa dampingi anak saat menggunakan layanan digital agar aktivitasnya tetap aman, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article