Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Elon Musk Siap Produksi Besar-Besaran Chip Otak Neuralink pada 2026

Elon Musk dan Neuralink
Elon Musk dan Neuralink (commons.wikimedia.org/Steve Jurvetson)
Intinya sih...
  • Neuralink mulai gencar memproduksi brain-computer interface (BCI) dalam jumlah besar pada 2026. Fokus awal pengembangannya tetap diarahkan pada pasien dengan gangguan neurologis berat.
  • Neuralink menargetkan otomatisasi hampir penuh pada prosedur implantasi chip. Chip Neuralink berukuran kurang lebih sebesar koin dan terhubung dengan 1.024 benang elektroda ultra-tipis.
  • Perkembangan Neuralink dalam dua tahun terakhir menunjukkan percepatan signifikan. Hingga akhir 2025, Neuralink melaporkan puluhan peserta aktif di berbagai negara telah menerima implan dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Elon Musk bersiap untuk merencanakan pengembangan Neuralink, perusahaan chip otak yang ia dirikan. Musk mengungkapkan bahwa Neuralink akan mulai memproduksi chip otak dalam skala besar pada 2026. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun X pribadinya pada 1 Januari 2026. “Neuralink akan memulai produksi volume tinggi perangkat brain-computer interface dan beralih ke prosedur bedah yang lebih ringkas serta hampir sepenuhnya otomatis pada 2026. Benang perangkat akan menembus dura tanpa perlu diangkat. Ini hal besar,” tulis Musk.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, Neuralink juga berencana melakukan perubahan signifikan pada prosedur implantasi chip. Musk menyebut proses penanaman implan akan dibuat lebih sederhana dan efisien melalui otomasi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko bedah sekaligus mempercepat durasi operasi. Berikut rangkuman detail terkait langkah terbaru Elon Musk dan Neuralink.

1. Neuralink mulai gencar memproduksi brain-computer interface (BCI) dalam jumlah besar pada 2026.

Neuralink juga memperkenalkan robot bedah generasi baru
Neuralink juga memperkenalkan robot bedah generasi baru (neuralink.com)

Neuralink merupakan perusahaan rintisan yang mengembangkan teknologi antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) bernama the Link. Perangkat ini memungkinkan manusia mengendalikan komputer melalui sinyal saraf menggunakan chip yang ditanam di otak. Pada 2026, Neuralink berencana memulai produksi BCI dalam skala besar sebagai langkah menuju adopsi yang lebih luas. Fokus awal pengembangannya tetap diarahkan pada pasien dengan gangguan neurologis berat, seperti kelumpuhan, Parkinson, Alzheimer, gangguan penglihatan, gangguan bicara, dan penyakit degeneratif lainnya.

Sepanjang 2025, Neuralink menyiapkan fondasi menuju fase produksi massal melalui ekspansi global dan penguatan kapasitas manufaktur. Perusahaan ini merekrut teknisi produksi dan spesialis mikro-fabrikasi guna meningkatkan kemampuan pabriknya. Mengutip Teslarati, Elon Musk juga pernah menyebut target lebih dari seribu pasien implan sebagai sasaran jangka pendek. Dari sisi bisnis, Neuralink mengamankan pendanaan Seri E sebesar 650 juta dolar AS (10 triliun rupiah) pada 2025 dengan valuasi mendekati 9 miliar dolar AS (150 triliun rupiah). Dana tersebut dialokasikan untuk memperluas fasilitas produksi, memperkuat rantai manufaktur, dan mempersiapkan skala produksi volume tinggi.

2. Neuralink menargetkan otomatisasi hampir penuh pada prosedur implantasi chip

gambaran Chip Neuralink sendiri berukuran kira-kira sebesar koin
gambaran Chip Neuralink sendiri berukuran kira-kira sebesar koin (neuralink.com)

Selain meningkatkan kapasitas produksi, Neuralink juga membidik otomatisasi nyaris menyeluruh pada prosedur penanaman chip otak. Elon Musk menjelaskan bahwa benang elektroda akan dapat menembus dura (lapisan pelindung terluar otak dan sumsum tulang belakang) tanpa perlu dibuka. Hal ini berbeda dari pendekatan bedah konvensional sebelumnya. Metode ini diperkirakan dapat menyederhanakan proses operasi yang selama ini tergolong kompleks. Di saat yang sama, tingkat presisi penempatan elektroda diharapkan ikut meningkat.

Chip Neuralink berukuran kurang lebih sebesar koin dan terhubung dengan 1.024 benang elektroda ultra-tipis. Setiap benang memiliki ketebalan sekitar 20 kali lebih halus dari rambut manusia dan ditanam langsung ke jaringan otak. Pada generasi awal, prosedur implantasi masih mengharuskan dokter bedah membuka sebagian tengkorak pasien sebelum lengan robot menanamkan elektroda. Melalui pembaruan teknologi ini, Neuralink menargetkan prosedur yang lebih cepat dan mendekati operasi ringan.

3. Perkembangan Neuralink dalam dua tahun terakhir menunjukkan percepatan signifikan

sosok Noland Arbaugh, seorang pasien quadriplegia
sosok Noland Arbaugh, seorang pasien quadriplegia yang menerima chip Neuralink pada Januari 2024 (neuralink.com)

Pada Januari 2024, Neuralink menanamkan chip otak pertamanya pada manusia yakni Noland Arbaugh, seorang pasien quadriplegia. Dalam sejumlah wawancara yang dimuat Business Insider, Arbaugh menuturkan bahwa implan tersebut membantunya kembali menjalani aktivitas secara mandiri, membangun relasi sosial, dan mengoperasikan komputer hanya melalui pikirannya. Hingga akhir 2025, Neuralink melaporkan puluhan peserta aktif di berbagai negara telah menerima implan dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sepanjang 2025, Neuralink mencatat sederet capaian penting yang memperkuat posisinya dalam pengembangan antarmuka otak-komputer. Perusahaan ini memperoleh status FDA Breakthrough Device Designation untuk teknologi pemulihan bicara bagi penderita gangguan berat. Uji klinis juga diperluas ke Inggris, Kanada, dan kawasan Timur Tengah, sekaligus menandai prosedur implan pertama Neuralink di luar Amerika Serikat. Di sisi teknologi, Neuralink memperkenalkan robot bedah generasi baru yang mampu menanamkan satu benang elektroda dalam waktu 1,5 detik, menjangkau kedalaman lebih dari 50 milimeter, dan kompatibel dengan sebagian besar variasi anatomi manusia.

Pengujian chip otak Neuralink terus bertambah seiring berjalannya waktu. Pada September 2025, perusahaan mengungkapkan bahwa setidaknya 12 orang di berbagai belahan dunia telah menerima implan dan menggunakannya secara aktif. Jumlah tersebut menjadi pijakan awal sebelum Neuralink memasuki fase produksi dan adopsi yang lebih luas.

Rencana produksi massal dan otomatisasi bedah menempatkan Neuralink pada fase krusial dalam perjalanannya. Jika terealisasi, teknologi ini berpotensi mengubah pendekatan medis terhadap penanganan gangguan neurologis berat. Meski demikian, langkah tersebut juga menuntut pengawasan ketat, baik dari sisi keselamatan pasien maupun pertimbangan etika. Saat ini, prosedur implan Neuralink masih memerlukan keterlibatan dokter bedah untuk membuka sebagian tengkorak sebelum robot khusus mengambil alih proses penanaman elektroda, sebagaimana dilaporkan Business Insider.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

Apa itu NFC pada HP? Ini Pengertian dan Fungsinya

05 Jan 2026, 16:45 WIBTech