Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Rental PS Masih Relevan pada 2026?

Apakah Rental PS Masih Relevan pada 2026?
ilustrasi bermain game (unsplash.com/@himo_beast1996)
Intinya Sih
  • Rental PS masih relevan karena harga konsol dan aksesori terbaru tergolong mahal bagi banyak orang.

  • Nilai sosial bermain bareng secara luring memberi pengalaman yang tidak tergantikan oleh game daring.

  • Bisnis rental bertahan dengan beradaptasi lewat fasilitas nyaman dan menyasar segmen pasar yang lebih spesifik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rental PlayStation (PS) di Indonesia pernah mengalami masa kejayaannya pada era 2000-an. Seiring perkembangan teknologi, jumlah rental PS di tanah air kini sudah tidak sebanyak dulu. Meski tidak seramai dulu, rental PS masih ada di beberapa wilayah perkotaan. Hanya saja, bentuknya sudah menyesuaikan zaman. 

Pertanyaannya, apakah bisnis rental PS masih relevan pada era digital saat ini? Smartphone memang telah mengubah gaya hidup banyak orang. Namun, peminat rental PS tidak pernah surut sepenuhnya. Relevansi rental PS saat ini masih ada, tetapi situasinya berbeda. Untuk lebih lengkapnya, yuk, simak pembahasan berikut!

1. Harga konsol PlayStation masih cukup tinggi

PS5
PS5 (unsplash.com/@amanz)

Harga konsol generasi terbaru bukan angka kecil bagi banyak keluarga. PlayStation 5 (PS5), misalnya, masih tergolong premium di pasar Indonesia. Biaya tambahan, seperti stik kedua, headset, dan langganan game juga ikut membengkak. Harga PS5 di pasaran sekarang berada pada kisaran Rp6,7 jutaan untuk model termurah.

Situasi tersebut membuka celah bagi bisnis rental. Anak sekolah atau mahasiswa bisa menikmati game AAA tanpa perlu membeli perangkat sendiri. Tidak semua orang dapat menikmati game konsol terbaru karena keterbatasan ekonomi.

2. Tempat rental menjadi sarana sosial tak tergantikan

stik PS5
stik PS5 (unsplash.com/@introspectivedsgn)

Rumah tampaknya menjadi tempat kurang ideal untuk bermain game bersama teman. Orangtua mungkin kurang menyukai suara berisik atau aktivitas yang dianggap membuang waktu. Rental menjadi ruang netral yang mempertemukan banyak orang dalam satu minat.

Suasana kompetitif di dalam tempat rental juga berbeda dibanding bermain daring dari kamar masing-masing. Teriakan, candaan, dan adu gengsi menciptakan pengalaman yang sulit digantikan. Nilai sosial inilah yang membuat rental PS tetap hidup di sejumlah daerah.

3. Model bisnis rental PS terus berkembang

ilustrasi bermain video game
ilustrasi bermain video game (unsplash.com/@ofspace)

Pemilik rental yang bertahan saat ini biasanya tidak hanya menyediakan konsol dan televisi. Banyak yang menambahkan fasilitas khusus, seperti sarana yang mewah hingga layanan makanan ringan. Beberapa rental PS juga menyediakan ruang ber-AC dan sofa nyaman agar pelanggan betah berlama-lama.

Langkah adaptif ini menunjukkan bahwa bisnis rental PS tidak stagnan. Perubahan pola konsumsi mendorong pemilik usaha untuk lebih kreatif. Mentalitas lama yang hanya mengandalkan jam sewa dianggap sudah kurang relevan.

4. Tantangan berasal dari mobile game

ilustrasi mobile gaming
ilustrasi mobile gaming (unsplash.com/@thisisgeipenko)

Internet murah dan stabil membuat game daring semakin populer. Pemain bisa terhubung langsung dari rumah tanpa harus keluar biaya transportasi. Layanan game berbasis cloud pun mulai dilirik karena tidak membutuhkan perangkat mahal.

Perusahaan game juga mendorong ekosistem digital lewat toko game dan layanan langganan. Tren tersebut memang menggerus kebutuhan datang ke tempat rental. Tekanan terbesar datang dari kenyamanan bermain di rumah sendiri. Meski begitu, pengalaman bermain game di smartphone tetaplah berbeda jika dibandingkan dengan konsol.

5. Segmentasi pasar rental PS sudah berbeda dengan zaman dulu

ilustrasi bermain video game
ilustrasi bermain video game (unsplash.com/@jeshoots)

Tidak semua wilayah di Indonesia memiliki akses internet stabil. Kota kecil dan pinggiran masih menghadapi keterbatasan jaringan atau perangkat pribadi. Rental menjadi solusi praktis bagi mereka yang ingin mencicipi game terbaru tanpa ribet. Jika dulu konsumen rental PS kebanyakan anak-anak, sekarang yang datang para pelajar, bahkan orang dewasa

Selain itu, ada segmen pelanggan yang memang mencari suasana kompetitif luring. Game sepak bola atau fighting terasa lebih seru dimainkan berdampingan. Segmentasi inilah yang membuat rental tidak sepenuhnya kehilangan relevansi.

Bisnis rental PS pada 2026 memang tidak lagi sebesar era 2000-an, tetapi juga belum sepenuhnya punah. Relevansi masih ada, terutama bagi pelaku usaha yang mau beradaptasi dan memahami perubahan perilaku gamer. Kamu sendiri, kapan terakhir pergi ke tempat rental PS?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Tech

See More