Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fitur Instagram yang Akhirnya Kembali setelah Sempat Ditolak

6 Fitur Instagram yang Akhirnya Kembali setelah Sempat Ditolak
ilustrasi halaman profil Instagram (pexels.com/Solen Feyissa)
Intinya Sih
  • Instagram menghadirkan kembali enam fitur lama seperti Following Activity, Repost, dan Feed Kronologis dengan pembaruan agar lebih relevan serta sesuai kebutuhan pengguna masa kini.
  • Kembalinya fitur-fitur ini menunjukkan strategi Instagram untuk mendengarkan masukan pengguna dan menyempurnakan ide yang sebelumnya dianggap gagal tanpa benar-benar meninggalkannya.
  • Beberapa fitur seperti berbagi lokasi, Close Friends lewat Threads baru, dan tautan di caption menandai perubahan arah Instagram menuju ekosistem sosial yang lebih fleksibel dan interaktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Instagram dikenal sebagai platform yang terus berkembang mengikuti kebiasaan dan preferensi penggunanya. Seiring waktu, tidak semua fitur yang diluncurkan langsung mendapat respons positif. Beberapa bahkan sempat menuai kritik hingga akhirnya dihapus atau dibatasi. Menariknya, sejumlah fitur yang dulu kurang diterima justru kembali hadir dalam versi yang telah diperbarui.

Kembalinya fitur-fitur ini menunjukkan bahwa Instagram belajar dari masukan penggunanya. Alih-alih sepenuhnya meninggalkan ide yang dianggap gagal, Instagram memilih untuk menyempurnakannya sebelum diluncurkan ulang. Hasilnya, fitur yang sebelumnya dinilai mengganggu kini terasa lebih relevan dan bermanfaat. Berikut enam fitur Instagram yang sempat ditolak, dibatasi, atau dihapus, tetapi kini hadir kembali dalam bentuk baru.

1. Following activity untuk mengintip aktivitas teman

fitur tab Friends (teman) di Instagram Reels
fitur tab Friends (teman) di Instagram Reels (about.fb.com)

Pada Agustus 2019, Instagram mulai menguji penghapusan tab “Following”, yaitu fitur yang memungkinkan pengguna melihat aktivitas akun yang mereka ikuti, seperti unggahan yang disukai atau komentar yang diberikan. Uji coba ini kemudian resmi diterapkan pada Oktober di tahun yang sama. Mengutip situs Mic, Instagram Head of Product saat itu, Vishal Shah, menyebut bahwa fitur ini jarang digunakan dan membuat sebagian orang terkejut karena aktivitas mereka bisa terlihat oleh orang lain. Selain itu, Instagram membatasi akses profil publik tanpa login, sehingga pengguna hanya bisa melihat sebagian unggahan sebelum muncul pop-up yang meminta masuk ke akun.

Pada September 2025, Instagram kembali bereksperimen dengan tab Following dalam antarmuka baru yang berfokus pada Reels di India dan Korea Selatan. Mengutip TechCrunch, Reels ditampilkan sebagai halaman utama secara default, sementara Stories tetap berada di bagian atas layar. Tombol pesan langsung (DM) dipindahkan ke tengah bilah navigasi agar lebih mudah diakses. Selain itu, pengguna bisa memilih tiga opsi tampilan yaitu “All”, “Friends”, dan “Latest”. Perubahan ini masih diuji coba di beberapa negara dan kemungkinan akan dirilis lebih luas jika mendapatkan respons positif. Kembalinya fitur ini menunjukkan bahwa Instagram ingin memberi pengguna fleksibilitas lebih dalam mengikuti aktivitas teman.

2. Repost untuk bagikan ulang ke Instagram feed

fitur Repost untuk bagikan ulang ke Instagram feed
fitur Repost untuk bagikan ulang ke Instagram feed (about.fb.com)

Pernah menemukan konten yang terasa sangat relate dan ingin terus kamu bagikan ke orang lain? Di sinilah fitur repost menjadi jawabannya. Sebelumnya, Instagram tidak memiliki fitur repost resmi. Pengguna yang ingin membagikan ulang konten harus memakai aplikasi pihak ketiga atau fitur Stories, yang kurang praktis. Kini, Instagram resmi menghadirkan fitur repost, memungkinkan pengguna membagikanunggahan atau Reels langsung ke feed tanpa aplikasi tambahan.

Kini, Instagram akhirnya menghadirkan fitur repost secara resmi. Pengguna bisa membagikan ulang unggahan atau Reels langsung ke feed tanpa perlu bantuan aplikasi tambahan. Fitur ini juga tetap mencantumkan credits kepada kreator asli, sehingga lebih adil dan transparan. Kehadirannya menandakan bahwa Instagram mulai membuka diri terhadap pola distribusi konten yang lebih luas dan fleksibel.

3. Feed kronologis untuk melihat postingan terbaru secara berurutan

Tampilan rasio Instagram feed 1:1 (versi lama)
Tampilan rasio Instagram feed 1:1 (versi lama) (instagram.com/@instagram)

Pada April 2016, Instagram mulai mengubah tampilan feed dari urutan kronologis menjadi berbasis algoritma. Perubahan ini membuat unggahan tidak lagi ditampilkan berdasarkan waktu unggah, melainkan disesuaikan dengan minat dan interaksi pengguna. Instagram menyebut langkah ini bertujuan agar pengguna lebih sering melihat konten dari akun yang mereka sukai. Namun, kebijakan tersebut memicu reaksi negatif dari banyak pengguna, bahkan sebagian meminta pengikut mereka untuk mengaktifkan notifikasi agar tidak melewatkan unggahan terbaru. Meski menuai kritik, Instagram tetap mempertahankan sistem ini dan tidak menyediakan opsi untuk kembali ke feed kronologis dalam waktu lama.

Baru pada Desember 2021, CEO Instagram, Adam Mosseri, mengungkapkan bahwa perusahaan mulai mengembangkan kembali fitur feed kronologis. Instagram kemudian menjelaskan bahwa akan ada dua mode tampilan feed yang bisa dipilih pengguna, yaitu feed kronologis klasik dan versi yang memungkinkan pengguna memilih akun favorit agar muncul di bagian atas. Sementara itu, unggahan lainnya tetap ditampilkan di bawah dengan susunan campuran, sehingga pengguna memiliki fleksibilitas lebih dalam mengatur pengalaman mereka.

4. Fitur berbagi lokasi mirip Snap Map

fitur berbagi lokasi di Instagram
fitur berbagi lokasi di Instagram (about.fb.com)

Konsep berbagi lokasi sebenarnya sudah lama hadir di berbagai platform media sosial. Fitur berbagi lokasi sempat tidak menjadi fokus utama Instagram karena platform lebih menonjolkan konten visual. Akibatnya, pengembangan fitur berbasis lokasi berjalan cukup lambat dan kurang menonjol dibandingkan platform lain.

Kini, Instagram kembali menghadirkan fitur berbagi lokasi dalam bentuk yang lebih terintegrasi. Pengguna bisa membagikan lokasi secara real-time ke teman tertentu melalui peta di aplikasi. Langkah ini memperkuat interaksi sosial berbasis kedekatan geografis sekaligus mengejar ketertinggalan dari platform lain.

5. Close friends

Pengumuman resmi fitur close friend melalui akun resmi instagram
Pengumuman resmi fitur close friend melalui akun resmi instagram (dok. instagram.com)

Instagram memperkenalkan fitur “Close Friends” lewat aplikasi terpisah bernama Threads pada Agustus 2019. Aplikasi ini memungkinkan pengguna berkomunikasi secara lebih privat melalui pesan, foto, hingga video, serta berbagi konten eksklusif ke lingkaran terdekat. Namun, peluncuran Threads pertama kali kurang sukses. Menurut Apptopia, hanya sekitar 220 ribu orang yang mengunduh aplikasi ini di minggu pertama atau kurang dari 0,1 persen dari total pengguna Instagram saat itu yang sudah lebih dari 1 miliar.

Minimnya minat pengguna membuat Instagram menghentikan layanan Threads versi pertama pada Desember 2021, karena sebagian besar fiturnya sudah bisa diakses lewat aplikasi utama. Meski demikian, Meta Platforms tidak menyerah. Pada Juli 2023, Threads hadir kembali dalam versi baru sebagai platform microblogging berbasis teks yang terhubung ke Instagram. Kini pengguna bisa membuat postingan singkat, berbagi foto atau video, serta berinteraksi dan membagikan ulang konten pengguna lain, memperluas ekosistem sosial Instagram sekaligus menyaingi platform microblogging lain seperti Twitter.

6. Tautan di caption Instagram

ilustrasi copywriter membuat teks copy pada instagram story
ilustrasi copywriter membuat teks copy pada instagram story (unsplash.com/Battenhall)

Sejak awal, Instagram dikenal membatasi penggunaan tautan di caption (takarir) unggahan. Pengguna hanya bisa mengandalkan “link in bio” untuk mengarahkan audiens ke situs tertentu. Kebijakan ini dibuat untuk menjaga identitas Instagram sebagai platform berbasis visual, bukan tempat distribusi tautan seperti media sosial lain. Banyak pihak menilai bahwa kehadiran tautan aktif di takarir bisa mengubah pola interaksi pengguna di dalam aplikasi.

Mengutip Social Media Today, Senin (23/3/2026), CEO Instagram, Adam Mosseri, berulang kali menegaskan penolakan terhadap fitur ini. Ia menyebut bahwa penambahan tautan di takarir berpotensi menggeser Instagram dari platform visual menuju ekosistem berbasis tautan dan publisher, yang pada akhirnya bisa mengurangi fokus pada kreator. Dalam uji coba ini, kreator bahkan dapat membagikan hingga 10 tautan per bulan dalam unggahan mereka.

Meskipun masih terbatas dan belum tersedia untuk semua pengguna, langkah ini menunjukkan Instagram lebih fleksibel terhadap fitur yang sebelumnya ditolak. Kembalinya fitur lama menegaskan bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan hal baru, tetapi juga menghidupkan kembali ide lama dalam bentuk yang lebih relevan. Kalau kamu sendiri, fitur Instagram mana yang paling kamu nantikan kembalinya atau justru menyesal pernah dihapus?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More