Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Google Tunda Peluncuran Gemini 3.5 Pro karena Performa Coding
ilustrasi logo Gemini AI (unsplash.com/Rubaitul Azad)

Google kembali menunda peluncuran model kecerdasan buatan (AI) andalannya, Gemini 3.5 Pro, yang sebelumnya dijadwalkan meluncur pada Juni 2026. Menurut laporan Bloomberg, Google tunda peluncuran Gemini 3.5 Pro karena performa coding atau pemrograman. Hingga tenggat waktu yang dijanjikan usai Google I/O 2026 berlalu, perusahaan belum mengumumkan jadwal peluncuran terbaru.

Penundaan ini terjadi di tengah persaingan yang semakin ketat di industri AI. Di saat OpenAI dan Anthropic terus memperkenalkan model AI baru dengan kemampuan yang semakin kompetitif, terutama untuk tugas coding, Google memilih menunda peluncuran Gemini 3.5 Pro agar performanya lebih matang sebelum dirilis ke publik.

1. Gemini 3.5 Pro ditunda karena kemampuan coding belum memuaskan

ilustrasi Gemini 3.5 Flash (google.com)

Google memperkenalkan Gemini 3.5 Flash dalam ajang Google I/O 2026 pada pertengahan Mei. Saat itu, CEO Alphabet, Sundar Pichai, mengatakan Gemini 3.5 Pro akan menyusul pada Juni dengan peningkatan kemampuan yang disebut signifikan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Namun, hingga pertengahan Juli, model tersebut belum juga dirilis. Seperti dilaporkan Bloomberg, Google masih menyempurnakan kemampuan coding Gemini 3.5 Pro sebelum meluncurkannya ke publik.

Bloomberg juga menyebutkan Google memperbarui data pelatihan Gemini pada akhir Juni untuk meningkatkan performa coding model tersebut. Namun, hasilnya disebut belum memenuhi target internal sehingga jadwal peluncurannya kembali mundur. Belum diketahui apakah penundaan ini juga berkaitan dengan performa Gemini 3.5 Pro di aspek lain. Saat ini, Gemini 3.1 Pro yang diperkenalkan pada Februari masih menjadi model AI andalan Google yang tersedia bagi pengguna.

Menanggapi laporan tersebut, Google menyatakan Gemini 3.5 Pro masih menjalani pengujian bersama para mitra. Perusahaan juga tengah menguji versi terbaru Gemini 3.5 Flash dan sejumlah model AI lainnya. "Saat ini kami sedang menguji 3.5 Pro, model Flash yang telah ditingkatkan, dan model-model lainnya bersama para mitra," kata juru bicara Google, dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2026). Google menambahkan bahwa pihaknya terus mempercepat peluncuran berbagai model AI baru dengan tetap menjaga harga layanan agar tetap terjangkau bagi pelanggan.

2. Persaingan AI makin ketat

ilustrasi Gemini 3.5 (google.com)

Penundaan Gemini 3.5 Pro terjadi di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat. Sejumlah insinyur, peneliti AI, dan manajer Google dikabarkan mulai mengkhawatirkan posisi perusahaan setelah OpenAI dan Anthropic lebih dulu merilis model AI terbaru dengan kemampuan yang dinilai lebih kompetitif, terutama dalam tugas coding dan penalaran. Laporan tersebut juga mengungkap bahwa saham Alphabet sempat turun hampir 3 persen setelah kabar penundaan Gemini 3.5 Pro mencuat.

Di sisi lain, OpenAI pekan lalu meluncurkan GPT-5.6 setelah sempat menunda peluncurannya menyusul permintaan pemerintah Amerika Serikat terkait peninjauan keamanan nasional. Sementara itu, Anthropic sempat menonaktifkan model AI Mythos 5 dan Fable 5 setelah pemerintah AS menerapkan aturan pengendalian ekspor AI. Kedua model tersebut kembali diaktifkan setelah Anthropic menambahkan mekanisme pengamanan.

3. AI kini menulis 75 persen kode baru di Google

ilustrasi logo Google (unsplash.com/Adarsh Chauhan)

Selain mengungkap alasan penundaan Gemini 3.5 Pro, Bloomberg juga menyoroti semakin besarnya peran AI dalam proses pengembangan perangkat lunak di Google. Hingga April 2026, sekitar 75 persen kode baru di Google dihasilkan oleh AI, lalu ditinjau dan disetujui oleh para insinyur. Angka tersebut meningkat dari sekitar 50 persen pada musim gugur tahun lalu. Meski demikian, penggunaan AI untuk coding masih memicu perbedaan pandangan di internal perusahaan. Menurut Bloomberg, sebagian insinyur menilai kode-kode penting tetap harus ditulis oleh manusia agar memenuhi standar kualitas Google.

Laporan yang sama juga menyebutkan sebagian insinyur masih menghadapi keterbatasan kapasitas AI pada perangkat yang digunakan. Karena itu, Google disebut tengah menyatukan berbagai perangkat AI untuk coding yang dikembangkan oleh DeepMind, Google Cloud, dan tim Android. Sementara itu, dalam beberapa bulan terakhir, pembaruan aplikasi Gemini lebih banyak difokuskan pada peningkatan pengalaman pengguna serta peluncuran agen AI Spark.

Setelah dirilis kabar Google tunda peluncuran Gemini 3.5 Pro karena performa coding, hingga kini perusahaan tersebut belum mengumumkan jadwal peluncuran resminya. Perusahaan hanya memastikan model tersebut masih dalam tahap pengujian bersama para mitra, sementara pengembangan Gemini 3.5 Flash dan model AI lainnya juga terus berlangsung sebelum diluncurkan secara resmi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article