"Melihat kebutuhan tersebut, Indosat mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI agar proses di bidang ini saling terhubung dan membantu pelaku industri mengelola operasional secara lebih terukur,” ujarnya.
Indonesia AI Day Digelar, Indosat Pertemukan Industri Logistik
- Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menyelenggarakan Indonesia AI Day for Supply Chain, forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor transportasi, distribusi, dan logistik.
- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, industri supply chain kini berada pada titik krusial dengan kompleksitas yang menuntut sistem operasional yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis data.
- Indosat menampilkan 27 solusi supply chain berbasis AI yang dikelompokkan ke dalam enam area utama yakni Always-On Supply Chain Operations, Real-Time Operational Command, Unified Digital Experience, Sustainable Revenue Expansion, Secure & Trusted Critical Infrastructure, serta Predictive & Intelligent Decision Making.
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) baru saja menyelenggarakan Indonesia AI Day for Supply Chain, sebuah forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor transportasi, distribusi, dan logistik untuk merespons tantangan rantai pasok yang semakin kompleks di era digital.
Seiring terus meningkatnya volume perdagangan, ekspektasi pengiriman yang semakin cepat, serta tekanan efisiensi biaya yang kian tinggi, industri supply chain kini berada pada titik krusial.
Kompleksias industri pengiriman
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, hingga tahun 2024 terdapat sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi kurir yang beroperasi di Indonesia. Skala dan kompleksitas industri yang terus bertumbuh ini menuntut sistem operasional yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis data.
Tolok ukur industri global menunjukkan bahwa adopsi digital dan AI di sektor supply chain dapat mendorong peningkatan pendapatan sebesar 15–30 persen melalui peningkatan engagement pelanggan dan strategi harga yang lebih tepat, peningkatan efisiensi operasional sebesar 30–40 persen, penurunan risiko pencurian dan fraud hingga 50 persen, serta percepatan waktu respons layanan pelanggan sebesar 40–50 persen.
Dalam operasional armada, penerapan predictive maintenance berbasis AI bahkan mampu menurunkan unplanned downtime hingga 50 persen sekaligus memperpanjang usia kendaraan. Sementara itu, otomatisasi gudang berbasis IoT dan AI terbukti mempercepat proses fulfillment, menekan biaya operasional, dan meminimalkan keterlambatan pengiriman. Angka-angka ini menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar konsep masa depan, melainkan tuas strategis untuk meningkatkan daya saing hari ini.
27 solusi yang ditawarkan

Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa supply chain saat ini tidak lagi bisa mengandalkan proses manual. Aktivitas logistik semakin kompleks, menuntut informasi yang cepat serta mudah dipahami. Pelaku industri juga perlu melihat pergerakan barang dan armada secara real-time agar operasional dapat berjalan lebih rapi sehingga keputusan bisa diambil tepat waktu.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, operator seluler ini menampilkan 27 solusi supply chain berbasis AI yang dikelompokkan ke dalam enam area utama yakni Always-On Supply Chain Operations, Real-Time Operational Command, Unified Digital Experience, Sustainable Revenue Expansion, Secure & Trusted Critical Infrastructure, serta Predictive & Intelligent Decision Making.
Beragam solusi ini mencakup berbagai use case, mulai dari konektivitas jaringan privat, telemetri IoT, manajemen armada, dan video analytics berbasis AI, hingga AI chatbot, platform omnichannel, layanan keamanan siber, advanced analytics, serta dashboard decision intelligence untuk level eksekutif.
Platform yang diperkuat dengan teknologi
Di sektor transportasi, solusi seperti Fleet Management, Fleet Vision, Vision AI, dan IoT Telemetry memungkinkan pemantauan pergerakan kendaraan, pemanfaatan aset, kinerja, dan aspek keselamatan secara real-time.
Sementara itu, di sektor distribusi dan logistik, Cold Chain Monitoring dan Asset Tracking membantu menjaga kualitas dan integritas produk melalui visibilitas lokasi dan kondisi barang secara real-time. Pada level fasilitas, pendekatan Smart Facility, Energy Management, Connected AGV, dan Unified Command Center guna mendukung optimalisasi operasional, peningkatan efisiensi energi, percepatan alur kerja, serta keandalan operasional end-to-end yang lebih baik.
Seluruh kapabilitas ini semakin diperkuat dengan platform pengalaman pelanggan berbasis AI, layanan keamanan siber, serta advanced analytics untuk mendorong pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Melalui Indonesia AI Day for Supply Chain dan portofolio solusi AI serta IoT yang komprehensif tersebut, Indosat menegaskan kembali komitmennya untuk memberdayakan pelaku industri Indonesia agar mampu bertransformasi secara berkelanjutan, beroperasi lebih efisien, dan semakin kompetitif di tingkat regional maupun global.
Sejalan dengan tujuan besar Indosat untuk memberdayakan Indonesia, inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya dan operasional, tetapi juga memperkuat fondasi ekosistem logistik nasional yang lebih tangguh, terhubung, dan siap menghadapi masa depan di era ekonomi digital


















