Ke Mana Baterai Mobil Listrik yang Sudah Tidak Terpakai?

- Baterai mobil listrik yang kapasitasnya turun sekitar 70–80 persen tidak langsung menjadi limbah; kondisinya diperiksa untuk menentukan kemungkinan perbaikan, penggunaan ulang, atau daur ulang.
- Baterai yang tak lagi optimal menggerakkan kendaraan dapat dialihkan sebagai penyimpan energi untuk panel surya atau jaringan listrik, setelah lolos pemeriksaan keamanan dan kelayakan.
- Baterai yang benar-benar habis didaur ulang untuk memulihkan litium, kobalt, nikel, dan tembaga; pendekatan ini dikembangkan di tengah meningkatnya kebutuhan baterai dan bahan mineral.
Mobil listrik kerap dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengurangi polusi dari sektor transportasi. Namun, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu nasib baterai ketika sudah tidak layak digunakan untuk menggerakkan kendaraan.
Baterai mobil listrik umumnya menggunakan teknologi lithium-ion yang mampu menyimpan energi dalam jumlah besar. Seiring waktu, kemampuan baterai untuk menyimpan energi tersebut akan menurun. Kondisi ini dapat membuat jarak tempuh kendaraan berkurang sehingga baterai mungkin perlu diperbaiki atau diganti. Jika tidak bisa diperbaiki, ke mana baterai akan dibawa?
1. Tidak langsung menjadi limbah

ilustrasi sedang mengecas mobil listrik (Pexels.com/smart-me AG) Kapasitas baterai mobil listrik akan mengalami penurunan seiring dengan pemakaian. Performa baterai tidak lagi efisien jika sudah mengalami penurunan sekitar 70–80 persen dari kapasitas awal. Meski demikian, baterai akan tidak langsung dihancurkan begitu saja. Proses pengecekan akan dilakukan apakah baterai tersebut bisa diperbaiki atau masa pakainya memang sudah habis.
Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan bahwa baterai kendaraan listrik bisa melalui proses pemeriksaan dan perbaikan. Proses-proses yang dilakukan akhirnya berakhir pada pengolahan untuk mengambil kembali materialnya. Proses pengecekan tersebut sangat penting karena kondisi tiap dari baterai berbeda-beda dan perlu diperiksa sebelum menentukan langkah selanjutnya.
2. Dialihkan jadi tempat penyimpanan energi lain

ilustrasi solar panel (Pexels.com/Mark Stebnicki) Baterai mobil listrik yang sudah tidak optimal untuk kendaraan tidak selalu langsung dihancurkan. Meski penyimpanan energinya tidak sebesar pertama kali, baterai dari pemakaian mobil listrik cukup besar jika dialihkan ke aplikasi lain. Sebagai contoh, baterai bekas dapat dimanfaatkan sebagai penyimpan listrik untuk sistem panel surya atau jaringan listrik. Alternatif ini akan dilakukan jika memang baterai bekas tersebut sudah dicek ulang dan aman untuk digunakan kembali. Hal ini penting karena kondisi setiap baterai berbeda-beda.
3. Didaur ulang

ilustrasi baterai di dalam mobil listrik (Pexels.com/Ayyeee Ayyeee) Untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dari limbah baterai mobil listrik, baterai yang sudah tidak layak digunakan kembali dapat menjalani proses daur ulang. Baterai yang memang kapasitasnya benar-benar habis akan melewati tahap ini. Proses tersebut bertujuan memulihkan material yang masih bisa dimanfaatkan dari baterai bekas.
Meski proses tersebut sangat sulit dilakukan, logam langka di dalamnya, litium, kobalt, nikel, dan tembaga adalah bahan yang penting untuk membuat baterai baru. Pengambilan material-material ini juga dianggap merupakan cara yang lebih baik daripada harus kembali menambang. Perusahaan teknologi dari AS, Redwood Materials, mengatakan cara ini dapat mengurangi emisi karbon hingga 70 persen lebih rendah daripada menambang untuk mendapatkan bahannya.
Seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, kebutuhan baterai dan bahan baku mineral juga ikut meningkat. Akibatnya, permintaan mobil listrik meningkat yang secara tidak langsung juga melonjakkan permintaan jumlah baterai. Bahan-bahan untuk mendapatkan pembuatan baterai baru ini terkonsentrasi di wilayah-wilayah tertentu. Indonesia misalnya, yang merupakan penyumbang separuh Nikel di dunia ini memiliki masalah HAM yang berkelanjutan dalam operasi pertambangan. Karena itu, banyak perusahaan lebih memilih untuk mengembangkan teknologi untuk mendaur ulang baterai bekas untuk mendapatkan bahannya.
Baterai mobil listrik yang sudah tidak terpakai tidak selalu langsung dibuang. Dengan proses pengecekan kembali, baterai bekas yang layak masih bisa dimanfaatkan kembali. Sementara itu, baterai yang sudah tidak layak digunakan akan dikirim ke fasilitas daur ulang untuk memulihkan material yang masih bisa dimanfaatkan.










![[QUIZ] Tebak Game Warnet Jadul, Yuk Bikin Gen Z Bingung!](https://image.idntimes.com/post/20240121/game-jadul-105f3a3f3c5df0b114b7fdc833e67f6c-b5a4f1c9ab7a3dacb4ddba52c5a7f6c1.jpg)






![[QUIZ] Dari Kebiasaan Online, Kami Tahu Seberapa Aman Data Pribadimu](https://image.idntimes.com/post/20260110/upload_3a5ed422ac77ca73b57cecbee942e523_e9cec723-23e7-418c-a74d-b332a2b56e3c.png)





