Suatu hari kamu mencari sepatu baru di internet, lalu beberapa jam kemudian iklan sepatu muncul di media sosial, aplikasi, bahkan situs berita yang sedang dibaca. Tidak sedikit orang yang merasa pengalaman ini terlalu kebetulan untuk dianggap sebagai kebetulan biasa. Karena itulah muncul anggapan bahwa HP atau aplikasi diam-diam mendengarkan percakapan penggunanya. Padahal, cara kerja sistem iklan digital sebenarnya jauh lebih rumit sekaligus menarik dari itu.
Di balik iklan yang terasa sangat sesuai dengan minat kita, terdapat kombinasi antara pengumpulan data, algoritma, dan kecerdasan buatan yang bekerja tanpa henti. Riwayat pencarian, halaman yang dikunjungi, hingga aktivitas di aplikasi dapat menjadi petunjuk mengenai hal-hal yang kita sukai. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk memperkirakan iklan mana yang paling mungkin menarik perhatian kita. Hasilnya, iklan yang muncul sering kali terasa sangat personal, seolah-olah internet dapat membaca pikiran kita.
