Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Iklan yang Muncul Terasa Sesuai dengan Minat Kita?

Kenapa Iklan yang Muncul Terasa Sesuai dengan Minat Kita?
ilustrasi iklan di HP (unsplash.com/abillion)
Intinya Sih
  • Iklan digital terasa personal karena sistem mengumpulkan data aktivitas online, seperti riwayat pencarian dan situs yang dikunjungi, untuk menebak minat pengguna.
  • Proses lelang iklan berlangsung dalam milidetik, di mana algoritma machine learning memilih iklan paling relevan berdasarkan profil dan perilaku pengguna.
  • Meskipun banyak yang curiga HP mendengarkan percakapan, perusahaan besar menyatakan iklan ditargetkan lewat data aktivitas digital, bukan dari mikrofon pengguna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Suatu hari kamu mencari sepatu baru di internet, lalu beberapa jam kemudian iklan sepatu muncul di media sosial, aplikasi, bahkan situs berita yang sedang dibaca. Tidak sedikit orang yang merasa pengalaman ini terlalu kebetulan untuk dianggap sebagai kebetulan biasa. Karena itulah muncul anggapan bahwa HP atau aplikasi diam-diam mendengarkan percakapan penggunanya. Padahal, cara kerja sistem iklan digital sebenarnya jauh lebih rumit sekaligus menarik dari itu.

Di balik iklan yang terasa sangat sesuai dengan minat kita, terdapat kombinasi antara pengumpulan data, algoritma, dan kecerdasan buatan yang bekerja tanpa henti. Riwayat pencarian, halaman yang dikunjungi, hingga aktivitas di aplikasi dapat menjadi petunjuk mengenai hal-hal yang kita sukai. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk memperkirakan iklan mana yang paling mungkin menarik perhatian kita. Hasilnya, iklan yang muncul sering kali terasa sangat personal, seolah-olah internet dapat membaca pikiran kita.

1. Bagaimana iklan bisa mengenali minat kita

ilustrasi melihat-lihat marketplace
ilustrasi melihat-lihat marketplace (pexels.com/AS Photography)

Platform iklan mengumpulkan berbagai sinyal dari aktivitas digital kita, seperti riwayat pencarian, situs yang dikunjungi, produk yang dilihat, hingga lokasi pengguna. Misalnya, jika seseorang sering mencari perlengkapan camping atau membaca artikel tentang pendakian, sistem akan menyimpulkan bahwa orang tersebut tertarik pada aktivitas outdoor. Selain itu, aplikasi dan perangkat yang digunakan juga dapat memberikan informasi tambahan mengenai kebiasaan pengguna sehingga iklan yang ditampilkan menjadi lebih relevan.

2. Bagaimana proses pemilihan iklan terjadi

ilustrasi aplikasi pesan makanan online
ilustrasi aplikasi pesan makanan online (freepik.com/freepik)

Saat kita membuka sebuah situs atau aplikasi, terjadi proses lelang iklan dalam hitungan milidetik. Berbagai pengiklan bersaing untuk menampilkan iklan kepada pengguna yang dianggap sesuai dengan target mereka. Sistem kemudian menggunakan teknologi machine learning untuk memperkirakan iklan mana yang paling mungkin menarik perhatian pengguna. Karena itu, kita lebih sering melihat iklan yang sesuai dengan minat dibandingkan iklan acak.

3. Apakah HP mendengarkan percakapan kita

ilustrasi laki-laki sedang menggunakan HP
ilustrasi laki-laki sedang menggunakan HP (unsplash.com/Rasheed Kemy)

Banyak orang merasa iklan muncul setelah mereka membicarakan suatu produk. Namun, perusahaan teknologi besar umumnya menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan mikrofon pengguna untuk menargetkan iklan. Yang lebih mungkin terjadi adalah sistem sudah mengetahui minat kita melalui pencarian, aktivitas browsing, atau data dari perangkat lain yang menggunakan akun yang sama. Ketika berbagai sinyal tersebut digabungkan, hasilnya bisa terasa sangat akurat hingga seolah-olah internet bisa membaca pikiran.

4. Apa keuntungan dan risikonya

ilustrasi belanja di marketplace (freepik.com/freepik)
ilustrasi belanja di marketplace (freepik.com/freepik)

Iklan yang dipersonalisasi dapat membantu pengguna menemukan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun di sisi lain, pengumpulan data dalam jumlah besar juga menimbulkan kekhawatiran mengenai privasi. Karena itu, banyak platform menyediakan pengaturan untuk membatasi personalisasi iklan, menghapus cookies, atau mengurangi pelacakan aktivitas pengguna.

5. Bisakah kita mengurangi iklan yang dipersonalisasi

ilustrasi iklan di HP
ilustrasi iklan di HP (unsplash.com/abillion)

Kabar baiknya, pengguna memiliki beberapa pilihan untuk mengurangi pelacakan iklan, antara lain:

  • Menonaktifkan personalisasi iklan pada akun Google atau media sosial.
  • Menghapus cookies secara berkala.
  • Membatasi izin pelacakan pada pengaturan perangkat.
  • Menggunakan browser yang lebih berfokus pada privasi.
  • Memasang ekstensi pemblokir pelacak atau iklan.

Meski begitu, langkah-langkah tersebut biasanya tidak dapat menghilangkan pelacakan sepenuhnya, melainkan hanya mengurangi jumlah data yang dapat dikumpulkan.

Kesimpulannya, iklan terasa sesuai dengan minat kita karena sistem periklanan modern memanfaatkan data perilaku, algoritma prediktif, dan teknologi machine learning untuk menampilkan iklan yang paling relevan. Meskipun tidak benar-benar bisa membaca pikiran, sistem ini memang sangat baik dalam menebak apa yang kemungkinan besar sedang kita cari atau butuhkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More