Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Siaran Piala Dunia di Parabola Sering Diacak?

Kenapa Siaran Piala Dunia di Parabola Sering Diacak?
televisi tabung zaman dulu (unsplash.com/@ajing_)
Intinya Sih
  • Siaran Piala Dunia di parabola sering diacak karena hak siar bernilai tinggi dan perlu dilindungi agar eksklusivitas pemegang lisensi tetap terjaga.
  • FIFA mewajibkan penggunaan sistem enkripsi untuk mencegah siaran dari satu negara ditonton di wilayah lain yang tidak memiliki hak siar resmi.
  • Teknologi enkripsi seperti BISS atau Irdeto membatasi akses penonton, menjaga distribusi konten agar tidak bocor ke internet dan melindungi nilai ekonomi turnamen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Setiap kali Piala Dunia berlangsung, sebagian pengguna parabola sering menemukan siaran pertandingan yang tiba-tiba tidak bisa ditonton secara bebas. Padahal sinyal satelitnya masih ada dan kualitas penerimaannya tetap baik, tetapi layar hanya menampilkan pesan bahwa siaran dienkripsi atau diacak.

Hal ini sebenarnya merupakan bagian dari sistem penyiaran modern yang digunakan di seluruh dunia. Pengacakan siaran menjadi salah satu cara utama untuk melindungi hak siar yang nilainya bisa mencapai miliaran dolar selama satu turnamen Piala Dunia berlangsung. FIFA sendiri membuat kebijakan ini untuk melindungi pemegang hak siar di masing-masing negara yang telah membayar mahal. Berikut lima alasan siaran Piala Dunia di parabola FTA sering diacak. 

1. Hak siar Piala Dunia bernilai sangat mahal

ilustrasi siaran langsung sepak bola
ilustrasi siaran langsung sepak bola (pexels.com/@jeshoots)

Piala Dunia merupakan salah satu tayangan televisi terbesar di dunia dengan jumlah penonton mencapai miliaran orang. Hak siar event ini dijual dengan nilai yang sangat fantastis kepada stasiun televisi dan perusahaan media di berbagai negara. Perusahaan yang membeli hak siar tentu ingin melindungi investasinya. Jika siaran dapat ditonton secara bebas oleh semua orang melalui satelit, nilai eksklusivitas yang mereka beli akan berkurang.

2. FIFA wajib melindungi pemegang hak siar

juru kamera pertandingan sepak bola
juru kamera pertandingan sepak bola (unsplash.com/@medion4you)

FIFA memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap pemegang hak siar mendapatkan perlindungan sesuai kontrak. Salah satu caranya adalah dengan mengharuskan penggunaan sistem enkripsi atau pengacakan siaran pada jalur distribusi tertentu. Jika tidak ada perlindungan tersebut, siaran dari satu negara bisa dengan mudah ditonton di negara lain yang tidak memiliki hak siar resmi. Hal ini berpotensi menimbulkan sengketa hukum dan kerugian besar bagi pemegang lisensi.

3. Satelit dapat menjangkau banyak negara sekaligus

ilustrasi siaran langsung sepak bola
ilustrasi siaran langsung sepak bola (pexels.com/@soumithsoman)

Berbeda dengan pemancar televisi terestrial yang memiliki jangkauan terbatas, satelit dapat memancarkan sinyal ke wilayah yang sangat luas. Satu satelit dapat menjangkau beberapa negara sekaligus dalam satu cakupan sinyal. Siaran yang sebenarnya hanya ditujukan untuk satu negara dapat diterima oleh pengguna parabola di negara lain. Pengacakan digunakan untuk memastikan hanya pelanggan atau wilayah yang berhak yang dapat mengakses siaran tersebut.

4. Teknologi enkripsi membatasi akses penonton

ilustrasi parabola
ilustrasi parabola (pexels.com/@rafa-sants-3818665)

Siaran satelit modern biasanya dilindungi menggunakan berbagai sistem enkripsi seperti BISS, PowerVu, Irdeto, Viaccess, atau teknologi Conditional Access lainnya. Sistem tersebut mengubah sinyal siaran menjadi data yang tidak dapat dibaca tanpa kunci dekripsi yang sesuai. Ketika receiver tidak memiliki izin atau kunci yang benar, gambar dan suara tidak akan bisa ditampilkan meskipun sinyal satelit diterima dengan sempurna. Inilah alasan kenapa kualitas sinyal tetap penuh meski pertandingan tidak dapat ditonton.

5. Pengacakan semakin penting di era digital

ilustrasi nobar sepak bola
ilustrasi nobar sepak bola (unsplash.com/@lucianooliveira)

Pada masa lalu, kebocoran siaran satelit lebih sulit menyebar karena keterbatasan teknologi. Saat ini, satu siaran yang terbuka dapat direkam dan disebarkan ke internet dalam hitungan menit melalui berbagai platform digital. Oleh karena itu, pemegang hak siar semakin ketat dalam mengamankan distribusi konten. Pengacakan satelit menjadi bagian penting dari sistem keamanan yang membantu melindungi nilai ekonomi sebuah turnamen sebesar Piala Dunia.

Meski siaran pertandingan sering diacak selama turnamen berlangsung, sebagian feed satelit tetap digunakan untuk mengirim gambar dan suara dari stadion ke berbagai stasiun televisi di seluruh dunia. Tanpa bantuan teknologi satelit dan sistem enkripsi modern, distribusi siaran Piala Dunia ke miliaran penonton secara real-time akan jauh lebih sulit dilakukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More