Lego Rilis Smart Play Brick di CES 2026, Bukan Mainan Anak Biasa

- Filosofi LEGO Smart Play kembali fokus pada anak, menawarkan pengalaman bermain yang dinamis dan interaktif.
- LEGO Smart Play Brick bekerja dengan teknologi tak terlihat, seperti sensor dan stiker pintar untuk merespons aktivitas pengguna.
- LEGO menggunakan daya tarik karakter Star Wars untuk memperkenalkan Smart Play ke pasar dan menciptakan platform dengan potensi pertumbuhan besar.
LEGO baru saja merilis inovasi terbaru bernama Smart Play pada ajang Consumer Electronic Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk menyisipkan teknologi, seperti sensor dan pemutar suara, ke dalam balok secara halus. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih interaktif dan mendorong interaksi sosial antar anak, tanpa mengubah bentuk fisik LEGO yang klasik.
Smart Play bekerja dengan menggunakan brick khusus, label pintar, dan figur mini yang dapat saling mengenali dan merespons. Misalnya, sebuah set dapat memainkan efek suara atau mengetahui jika sedang diangkat. Inovasi ini merupakan hasil pengembangan selama 8 tahun dengan fokus utama pada kebutuhan bermain anak-anak, sekaligus menandai kembalinya LEGO ke filosofi awal mereka merancang mainan yang memprioritaskan imajinasi dan kesenangan pengguna muda. Lantas, seperti apa konsep memainkan LEGO baru ini? Yuk, simak informasi berikut!
1. Filosofi LEGO Smart Play kembali berfokus pada anak

Poin pertama yang mendasari LEGO Smart Play adalah mereka kembali fokus pada anak. Setelah lebih dari 10 tahun banyak menargetkan pasar dewasa dengan set yang rumit, LEGO kini kembali ke akar filosofinya mendengarkan langsung keinginan pengguna anak-anak. Riset menunjukkan anak-anak menginginkan permainan yang bersifat sosial, interaktif, dan memberi mereka kendali penuh atas kreasi yang mereka bangun.
Berdasarkan temuan itu, LEGO menghabiskan waktu 8 tahun untuk mengembangkan sistem ini. Tim pengembang yang dipimpin Tom Donaldson berdedikasi menciptakan platform yang bertujuan memberikan pengalaman bermain dinamis. Hasilnya, Smart Play dirancang untuk merespons secara langsung setiap aksi dan interaksi yang dilakukan anak selama mereka berkreasi.
2. Cara Kerja LEGO Smart Play Brick

Sistem LEGO Smart Play bekerja dengan menyematkan kecerdasan digital secara tak terlihat (invisible) ke dalam komponen LEGO tradisional tanpa mengubah bentuk fisiknya yang ikonis. Teknologi membuat mainan tersebut dapat mengenali dan merespons aaktivitas penggunanya. Fungsionalitas ini didukung oleh tiga komponen inti.
Smart Brick adalah brick khusus berisi sensor yang dapat mendeteksi gerakan, memutar suara, dan mengenali komponen di dekatnya. Smart Tags adalah stiker kecil yang memberi tahu Smart Brick tentang peran atau konteksnya. Misalnya, apakah ia sedang menjadi mobil atau pesawat. Dengan demikian respons suara dan aksi yang dihasilkan juga sesuai dengan peran tersebut. Terakhir, Smart Minifigures adalah figur mini yang dilengkapi chip, memungkinkannya untuk berkomunikasi dengan Smart Brick dan memicu aksi khusus saat figur tersebut didekatkan.
3. Menggunakan daya pikat karakter Star Wars

Dalam memperkenalkan Smart Play ke pasar, LEGO memilih franchise yang paling digemari secara universal, yaitu Star Wars Trilogi Original. Berkolaborasi erat bersama Lucasfilm dan Disney, LEGO memastikan bahwa set perdananya menampilkan adegan dan karakter paling ikonis dari karakter tersebut. Strategi ini dirancang agar daya tarik Star Wars mampu menyatukan berbagai generasi pengguna dan membuat konsumen tertarik dengan teknologi baru ini beserta dengan harga premium yang menyertainya.
Lewat langkah ini, LEGO tidak hanya memanfaatkan kekuatan brand yang mapan untuk mengurangi risiko pasar, tetapi juga menciptakan titik awal yang kuat. Mereka berharap dapat membangun penerimaan awal yang luas, sebelum nantinya memperluas teknologi Smart Play ke lini produk original mereka yang lebih beragam.
4. Potensi masa depan LEGO Smart Play

LEGO menegaskan bahwa Smart Play bukanlah sekadar seri produk terbatas, melainkan sebuah platform dengan potensi pertumbuhan besar. Perusahaan menganalogikannya seperti dengan minifigure, sebuah elemen inti yang dapat muncul di beragam set tanpa harus ada di setiap kemasan. Masa depan platform ini akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap tiga set perdananya yang bertema Star Wars.
Hal yang menentukan kesuksesan jangka panjang Smart Play adalah ketika teknologi ini melampaui lisensi Star Wars. Potensinya akan tercapai jika LEGO berhasil mengintegrasikannya ke dalam set tema original atau menjualnya sebagai kit tambahan yang lebih terjangkau. Dengan cara ini, anak-anak dapat kembali mempopulerkan kreasi LEGO apa pun yang sudah mereka miliki, mengubah imajinasi mereka menjadi pengalaman interaktif yang benar-benar personal.
Peluncuruan Smart Play Brick di CES 2026 adalah komitmen LEGO untuk tak sekadar menghadirkan mainan baru, melainkan memperkenalkan sebuah platform bermain yang revolusioner. Inovasi ini menandai upaya LEGO untuk menyelaraskan kreativitas fisik dengan interaktivitas digital secara halus, menawarkan pengalaman bermain yang lebih dinamis, sosial, dan responsif bagi anak-anak. Jadi, apakah kamu tertarik memainkan LEGO Smart Play Brick terbaru ini?


















