Ketika manusia pertama kali menginjakkan kaki di Bulan pada 1969, nama Neil Armstrong mungkin menjadi sosok pertama yang terlintas di benak banyak orang. Namun, keberhasilan misi Apollo 11 tidak hanya bergantung pada tiga astronaut yang menjalankan perjalanan bersejarah tersebut. Di baliknya, ada ratusan ribu orang yang terlibat dalam pengembangan teknologi, mulai dari insinyur, ilmuwan, teknisi, matematikawan, hingga programmer.
Salah satu sosok penting di balik keberhasilan tersebut adalah Margaret Hamilton, ilmuwan komputer yang memimpin tim pengembangan perangkat lunak penerbangan untuk program Apollo NASA. Perangkat lunak yang dikembangkan timnya membantu komputer pesawat menjalankan tugas-tugas penting selama perjalanan ke Bulan, termasuk ketika sistem menghadapi kondisi tak terduga.
Hamilton meninggal dunia pada 30 September 2026 pada usia 90 tahun. Ia meninggalkan warisan penting dalam perkembangan teknologi sekaligus kisah tentang perempuan yang membangun karier di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki. Perjalanannya membuka ruang untuk membahas tantangan perempuan dalam menjalani kehidupan profesional dan pribadi, serta dukungan yang dibutuhkan agar keduanya dapat berjalan beriringan.
