Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Meta Siapkan Instagram, Facebook, dan WA Plus, Semahal Apa ?
ilustrasi aplikasi Instagram (unsplash.com/Claudio Schwarz)
  • Meta meluncurkan layanan berlangganan Instagram Plus, Facebook Plus, dan WhatsApp Plus dengan biaya mulai 2,99 hingga 3,99 dolar AS per bulan untuk fitur personalisasi dan kontrol akun lebih luas.
  • WhatsApp Plus fokus pada pengalaman berkirim pesan dengan tema khusus, nada dering kustom, serta stiker premium yang meningkatkan kenyamanan tanpa mengubah fungsi dasar aplikasi.
  • Meta juga menguji Meta One sebagai pusat layanan premium berbasis AI dengan dua paket berbayar, menandai langkah perusahaan menuju diversifikasi pendapatan di luar iklan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Meta kembali memperluas strategi bisnisnya lewat layanan berlangganan. Perusahaan induk Instagram, Facebook, dan WhatsApp tersebut resmi meluncurkan paket langganan baru bernama Plus yang ditujukan bagi pengguna umum di seluruh dunia. Hal ini sekaligus menandai upaya Meta untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pendapatan iklan.

Melalui Instagram Plus, Facebook Plus, dan WhatsApp Plus, pengguna bisa mengakses berbagai fitur tambahan dengan biaya bulanan yang relatif terjangkau. Meta juga mengungkapkan bahwa paket-paket tersebut baru permulaan karena ke depan akan hadir lebih banyak fitur dan layanan berlangganan lain yang terintegrasi dalam ekosistem Meta One. Lalu, apakah biaya tambahan yang harus dibayar pengguna sepadan dengan manfaat yang ditawarkan?

1. Apa yang ditawarkan Instagram Plus dan Facebook Plus?

ilustrasi media sosial Facebook (unsplash.com/Timothy Hales Bennett)

Mengutip TechCrunch, Senin (1/6/2026), Instagram Plus dan Facebook Plus dibanderol sebesar 3,99 dolar Amerika Serikat per bulan (Rp71 ribu). Kedua layanan ini dirancang untuk pengguna aktif yang ingin memperoleh kontrol lebih besar terhadap akun media sosial mereka. Fokus utamanya lebih ke ekspresi diri, personalisasi, dan pemahaman audiens.

Pada Instagram Plus, pelanggan memperoleh akses ke sejumlah fitur eksklusif. Pengguna dapat melihat berapa kali Story mereka ditonton ulang secara keseluruhan, membuat daftar audiens tanpa batas, memperpanjang masa tayang Story lebih dari 24 jam, hingga melihat Story orang lain tanpa muncul sebagai penonton. Selain itu, tersedia pula fitur seperti ikon aplikasi khusus, font profil yang dapat dikustomisasi, reaksi animasi Super Heart, dan pin tambahan untuk profil.

Meta juga menghadirkan fitur yang membantu kreator menjangkau audiens lebih luas. Misalnya, pengguna dapat menyorot satu Story setiap minggu agar mendapatkan lebih banyak tayangan. Ada pula opsi untuk mengunggah konten langsung ke profil dan sorotan tanpa harus muncul di Feed pengikut.

Facebook Plus menawarkan pengalaman yang hampir serupa. Paket ini lebih berfokus pada peningkatan interaksi sosial dan personalisasi akun. Artinya, nilai utama yang ditawarkan berada pada kenyamanan dan fleksibilitas penggunaan, bukan fitur yang benar-benar mengubah fungsi dasar platform.

2. WhatsApp Plus bermain pada sisi pengalaman berkirim pesan

ilustrasi versi WhatsApp (pexels.com/Anton)

Berbeda dari Instagram dan Facebook, WhatsApp Plus lebih menitikberatkan pada pengalaman berkirim pesan. Paket ini dibanderol lebih murah, yakni 2,99 dolar Amerika Serikat per bulan (Rp53 ribu). Meta menyasar pengguna yang ingin membuat tampilan aplikasi lebih personal dan mengelola percakapan dengan lebih fleksibel.

Fitur yang tersedia meliputi tema aplikasi khusus, nada dering kustom, tambahan chat yang dapat disematkan, pengaturan daftar yang lebih luas, hingga koleksi stiker premium. Sebagian besar fitur tersebut memang tidak mengubah cara kerja WhatsApp secara mendasar, tetapi dapat meningkatkan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Bagi sebagian pengguna, fitur-fitur tersebut mungkin terasa menarik karena memberikan sentuhan personal yang selama ini tidak tersedia. Namun, bagi pengguna kasual yang hanya menggunakan WhatsApp untuk komunikasi dasar, manfaatnya mungkin belum cukup besar untuk membenarkan biaya langganan bulanan.

3. Meta mulai menguji layanan berlangganan baru bernama Meta One

logo Meta AI (about.fb.com)

Selain paket Plus, Meta juga mulai menguji layanan berlangganan baru bernama Meta One. Program ini nantinya akan menjadi rumah bagi seluruh layanan premium Meta, termasuk fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Meta ingin mengikuti jejak perusahaan AI lain yang menawarkan layanan gratis sekaligus versi premium.

Untuk pengguna AI, Meta akan menguji Meta One Plus seharga 7,99 dolar Amerika Serikat per bulan (Rp142 ribu) dan Meta One Premium sebesar 19,99 dolar Amerika Serikat per bulan (Rp356 ribu). Perbedaan utamanya terletak pada kapasitas komputasi. Paket Premium akan memberikan kemampuan penalaran yang lebih mendalam untuk tugas kompleks dan akses lebih besar terhadap fitur pembuatan gambar dan video berbasis AI.

Meta menegaskan bahwa layanan AI gratis tetap tersedia bagi pengguna umum. Namun pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi, terutama kreator dan profesional, akan diarahkan ke paket berbayar. Ke depan, Meta juga berencana menambahkan manfaat khusus bagi pengguna kacamata pintar yang terhubung dengan layanan AI perusahaan.

4. Apakah manfaat berlangganan ini dinilai sepadan?

ilustrasi halaman profil Instagram (pexels.com/Solen Feyissa)

Jawaban atas pertanyaan tersebut sangat bergantung pada cara seseorang menggunakan aplikasi Meta. Bagi kreator konten, pebisnis, atau pengguna aktif yang ingin memahami audiens lebih dalam, fitur tambahan seperti analitik, pengelolaan Story, dan personalisasi akun bisa memberikan nilai lebih. Kehadiran berbagai fitur eksklusif juga dapat membantu mereka membangun identitas digital yang lebih kuat.

Sebaliknya, bagi mayoritas pengguna yang hanya menggunakan Instagram, Facebook, atau WhatsApp untuk kebutuhan sehari-hari, banyak fitur Plus yang sebenarnya bersifat pelengkap. Fungsi utama aplikasi tetap dapat dinikmati tanpa biaya tambahan. Karena itu, keputusan berlangganan akan lebih masuk akal bagi pengguna yang benar-benar memanfaatkan fitur-fitur premium tersebut secara rutin.

Pada akhirnya, peluncuran layanan Plus menunjukkan perubahan strategi Meta dalam mencari sumber pendapatan baru. Jika sebelumnya iklan menjadi mesin utama bisnis perusahaan, kini langganan mulai diposisikan sebagai pilar penting berikutnya. Kalau harus memilih, apakah kamu lebih tertarik berlangganan untuk mengakses fitur eksklusif media sosial atau tetap menggunakan versi gratis yang selama ini sudah tersedia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article