Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa GameStop Tidak Panik meski PlayStation Tinggalkan Disc?

Kenapa GameStop Tidak Panik meski PlayStation Tinggalkan Disc?
PlayStation 5 (pexels.com/@userpascal)
Intinya Sih
  • CEO GameStop Ryan Cohen menegaskan bahwa penjualan game fisik kini hanya menyumbang sekitar 12% dari bisnis, sehingga keputusan PlayStation beralih ke digital tidak berdampak besar bagi perusahaan.
  • GameStop memperkuat pendapatan lewat penjualan merchandise, action figure, dan barang koleksi yang diminati komunitas hobi, menjadikannya sumber stabil di tengah pergeseran industri ke arah digital.
  • Penjualan perangkat keras dan program jual beli barang bekas tetap menjadi pilar penting bisnis GameStop, menjaga arus pendapatan meski tren distribusi game semakin digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Keputusan Sony untuk beralih sepenuhnya ke distribusi digital memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan game fisik. Sebagian pengamat menilai keputusan tersebut dapat mengurangi peran toko ritel yang selama puluhan tahun bergantung pada penjualan disc. Perubahan ini memicu pertanyaan mengenai nasib perusahaan yang identik dengan penjualan game fisik, termasuk GameStop.

Di tengah perdebatan, CEO GameStop Ryan Cohen justru memberikan respons yang mengejutkan. Cohen menilai langkah PlayStation menuju era digital tidak memberikan pengaruh besar terhadap bisnis perusahaan yang dipimpinnya. Pernyataan tersebut lahir karena struktur pendapatan GameStop telah berubah dibanding beberapa tahun lalu. Lantas, kenapa GameStop percaya diri di tengah pergeseran industri menuju distribusi digital?

1. Penjualan game fisik bukan lagi sumber utama

ilustrasi main PS5
ilustrasi main PS5 (unsplash.com/@jeshoots)

GameStop dikenal sebagai jaringan toko game terbesar di Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun perusahaan ini mengandalkan penjualan game fisik sebagai sumber pendapatan utama. Perkembangan industri kemudian mengubah pola bisnis mereka secara bertahap.

Ryan Cohen mengungkapkan bahwa penjualan software fisik hanya menyumbang sebagian kecil dari keseluruhan bisnis GameStop. Artinya, GameStop kini tidak lagi bergantung pada penjualan disc seperti pada masa lalu. Alasan inilah yang membuat kabar mengenai berkurangnya penggunaan disc PlayStation tidak dianggap sebagai ancaman besar.

2. Koleksi menjadi penopang bisnis

potret stik PS5
potret stik PS5 (unsplash.com/@introspectivedsgn)

GameStop telah memperluas jenis produk yang dijual di tokonya. Produk tersebut seperti merchandise, action figure, kartu koleksi, dan barang bertema budaya pop. Kehadiran produk seperti ini turut mendorong GameStop dalam menjangkau pelanggan dari kalangan kolektor. Pasar koleksi memiliki karakter yang berbeda dibanding penjualan game fisik. Minat terhadap barang edisi khusus tetap tinggi karena memiliki nilai hobi dan koleksi. Sumber pendapatan seperti ini memberikan pondasi tambahan bagi GameStop saat industri game konsol beralih sepenuhnya ke distribusi digital.

3. Perangkat keras masih memiliki pasar cukup besar

potret stik Xbox
potret stik Xbox (unsplash.com/@kamil_switalski)

Penjualan konsol dan aksesori tetap menjadi bagian penting dalam bisnis GameStop. Aksesori seperti stik, headset, keyboard, mouse, dan  perangkat penyimpanan masih dibutuhkan para pemain. Permintaan terhadap aksesori tersebut tidak langsung hilang meski distribusi game berubah total. Setiap peluncuran konsol baru biasanya ikut meningkatkan penjualan aksesori pendukung. Pemilik konsol lama biasanya tetap membeli perlengkapan baru ketika perangkat mengalami kerusakan atau ingin meningkatkan pengalaman bermain. Dengan kata lain, pendapatan dari kategori hardware membantu menjaga kestabilan bisnis GameStop.

4. Pasar barang bekas tetap diminati

potret stik PS4
potret stik PS4 (unsplash.com/@moigonz)

Program jual beli barang bekas masih menjadi layanan yang dikenal luas di GameStop. Selama ini, konsumen GameStop dapat menjual perangkat lama sekaligus memperoleh produk lain dengan harga yang lebih terjangkau. Skema yang ditawarkan tentu menarik bagi pelanggan yang ingin menghemat anggaran. Selain itu, harga yang lebih rendah menjadi salah satu alasan utama konsumen memilih produk bekas. Aktivitas bisnis seperti ini diperkirakan tetap akan berlangsung meski pembelian game digital terus meningkat.

5. Transformasi bisnis sudah berlangsung sejak lama

ilustrasi main PlayStation 5
ilustrasi main PlayStation 5 (pexels.com/@enginakyurt)

Perubahan arah bisnis GameStop tidak terjadi secara mendadak. Perusahaan yang bermarkas di Texas, Amerika Serikat, tersebut telah melakukan penyesuaian sejak kebiasaan konsumen mulai bergeser ke layanan digital. Ryan Cohen memandang perubahan industri sebagai sesuatu yang harus diantisipasi sejak awal. Fokus GameStop tidak lagi terpaku pada penjualan game fisik saja. Landasan bisnis yang lebih luas menjadi alasan utama kenapa kenapa GameStop tetap tenang menghadapi langkah PlayStation menuju era tanpa disc.

Perjalanan industri game masih akan mengalami perubahan dalam beberapa tahun mendatang. Menariknya, Ryan Cohen menyebut penjualan software fisik hanya menyumbang sekitar 12 persen dari keseluruhan bisnis GameStop. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More