Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perangkat Smart Home yang Sebaiknya Diblokir dari Internet

5 Perangkat Smart Home yang Sebaiknya Diblokir dari Internet
ilustrasi perangkat smart home (Unsplash/James Yarema)
Intinya Sih
  • Menjaga terlalu banyak perangkat smart home tetap online bisa memperlambat Wi-Fi dan membuka celah keamanan, sehingga memutus koneksi internet pada perangkat tertentu jadi langkah efektif.
  • Smart door lock, kamera keamanan, smart TV, lampu pintar, dan smart hub disarankan beroperasi secara lokal tanpa internet untuk mengurangi risiko peretasan serta menjaga privasi pengguna.
  • Banyak perangkat tetap berfungsi penuh lewat Bluetooth atau jaringan lokal seperti Zigbee, memungkinkan kontrol efisien tanpa bergantung pada cloud maupun koneksi Wi-Fi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak perangkat smart home sebenarnya bergantung pada internet hanya untuk akses cloud atau kontrol jarak jauh lewat HP. Nah, membiarkan terlalu banyak perangkat smart home terus terhubung ke internet bisa membebani Wi-Fi dan memperlambat koneksi, sekaligus membuka celah keamanan jika perangkat tersebut tidak lagi mendapatkan pembaruan dari brand-nya.

Karena itu, memutus akses internet untuk perangkat smart home yang tidak benar-benar membutuhkannya bisa menjadi langkah sederhana tapi efektif untuk meningkatkan keamanan sekaligus menjaga performa Wi-Fi di rumah. Berikut beberapa perangkat smart home yang sebaiknya diblokir dari internet.

1. Smart door lock

sebastian-scholz-nuki-IJkSskfEqrM-unsplash.jpg
ilustrasi smart door lock (Unsplash/Sebastian Scholz Nuki)

Smart door lock umumnya terhubung ke HP lewat Bluetooth atau Wi-Fi, dan bahkan ada yang menggunakan biometrik atau keypad, sehingga tidak lagi bergantung pada kunci fisik yang bisa hilang atau diduplikasi. Beberapa smart door lock juga bisa diakses dari jarak jauh lewat internet untuk kemudahan ekstra. Namun dari sisi keamanan, menghubungkannya ke internet justru membuka risiko peretasan jarak jauh. Karena itu, smart door lock yang bekerja secara offline, misalnya hanya lewat Bluetooth atau biometrik, dianggap lebih aman sekaligus lebih sederhana. Selain mengurangi potensi serangan hacker, smart door lock seperti ini juga tidak membebani jaringan Wi-Fi dan biasanya lebih murah.

2. Kamera keamanan

Kamera keamanan pintar biasanya terhubung ke internet agar pengguna bisa memantau secara langsung lewat HP, menerima notifikasi secara real-time dan menyimpan rekaman di cloud. Namun, ada alasan untuk memutus perangkat ini dari internet seperti mengurangi jumlah perangkat yang online atau menjaga privasi karena rekaman tidak tersimpan di server pihak ketiga. Menariknya, ini tidak berarti semua fitur pintarnya hilang, karena beberapa kamera keamanan pintar tetap bisa berfungsi lewat jaringan seluler yang memungkinkan live-streaming dan notifikasi sekaligus menyimpan video secara lokal di microSD. Meski tidak semua kamera keamanan pintar dengan penyimpanan lokal mendukung jaringan seluler, opsi ini tetap layak dipertimbangkan untuk pengguna yang lebih mengutamakan kontrol dan privasi data.

3. Smart TV

nicolas-j-leclercq-qDLLP0yP7FU-unsplash.jpg
ilustrasi smart TV (Unsplash/Nicolas J Leclercq)

Salah satu kelebihan utama smart TV adalah kemampuannya menjalankan aplikasi streaming seperti Netflix atau YouTube tanpa perangkat tambahan. Namun, untuk pengguna yang lebih suka menggunakan konsol game atau perangkat streaming tambahan seperti Chromecast with Google TV, sebenarnya smart TV tidak perlu selalu terhubung ke internet. Kabar baiknya, masih banyak fitur yang tetap bisa digunakan secara offline, seperti mirroring layar dari HP atau PC secara wireless untuk bermain game atau bekerja di layar lebih besar, serta pemutar media bawaan yang memungkinkan pengguna menonton video atau film langsung dari flashdisk atau HDD eksternal.

4. Smart lamp

Smart lamp bisa membebani jaringan Wi-Fi jika terus terhubung ke internet. Padahal, banyak diantaranya tetap bisa dikendalikan secara lokal lewat Bluetooth atau smart hub tanpa perlu koneksi internet sama sekali, termasuk untuk mengatur tingkat kecerahan, warna, hingga efisiensi energi. Karenanya, lebih ideal jika sejak awal smart lamp dirancang agar tidak bergantung pada internet. Sebab, jika koneksi internet mati, lampu yang sepenuhnya bergantung pada Wi-Fi bisa ikut “mati” juga. Faktanya, ada banyak smart lamp berkualitas tinggi yang tetap berfungsi penuh tanpa internet, jadi lebih aman dan praktis untuk penggunaan sehari-hari.

5. Smart hub

josh-hemsley-G6cG3yDDVqk-unsplash.jpg
ilustrasi smart hub (Unsplash/Josh Hemsley)

Smart hub adalah perangkat yang berfungsi sebagai pusat kendali untuk berbagai perangkat smart home di rumah. Perangkat ini memungkinkan semuanya saling terhubung, terpantau dan bisa diatur secara otomatis, termasuk lewat perintah suara. Meski banyak smart hub populer seperti Samsung SmartThings atau Amazon Echo bergantung pada internet, sebenarnya pengguna tetap bisa menjalankan perangkat smart home tanpa koneksi online dengan menggunakan jaringan lokal berbasis protokol seperti Zigbee. Dengan cara ini, smart hub dan perangkat smart home lainnya tetap bisa berkomunikasi tanpa Wi-Fi, sekaligus mengurangi risiko keamanan dan beban jaringan.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa perangkat smart home yang sebaiknya diblokir dari internet. Selain beberapa perangkat di atas, perangkat lain apa yang menurutmu juga beresiko jika selalu terhubung ke internet?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More