Kenapa Sony Tak Pernah Bikin Penerus PS Vita?

PS Vita gagal memenuhi ekspektasi penjualan sehingga Sony kehilangan minat mengembangkan penerusnya.
Sony memilih memfokuskan investasi pada PS4, PS5, dan ekosistem PlayStation yang lebih menguntungkan.
Pasar konsol handheld telah berubah, sementara Sony lebih mengandalkan PlayStation Portal daripada membuat konsol handheld baru.
Sony mengumumkan bahwa PlayStation Store untuk PlayStation Vita (PS Vita) akan ditutup secara bertahap mulai 2026 di sejumlah wilayah, lalu berlanjut secara global pada 2027. Setelah penutupan tersebut, pengguna tidak lagi dapat membeli game digital baru. Meski begitu, game yang sudah dimiliki tetap bisa diunduh. Pengumuman itu kembali memunculkan pertanyaan kenapa Sony tidak pernah menghadirkan penerus resmi PS Vita?
Padahal, PS Vita sempat menawarkan teknologi yang tergolong maju pada masanya. Perangkat ini memiliki layar berkualitas tinggi, dua stik analog, layar sentuh, panel sentuh belakang, hingga dukungan berbagai game eksklusif. Meski begitu, berbagai faktor membuat Sony memilih memusatkan perhatian pada bisnis PlayStation rumahan dibandingkan mengembangkan konsol handheld generasi baru. Berikut beberapa alasan Sony tak lagi membuat konsol portabel setelah PS Vita.
1. Penjualan PS Vita tidak memenuhi harapan

PS Vita meluncur pada 2011 sebagai penerus PlayStation Portable (PSP) yang cukup sukses di pasar global. Sony berharap perangkat tersebut mampu bersaing di pasar konsol handheld sekaligus menarik pengembang untuk menghadirkan lebih banyak game eksklusif. Harapan tersebut tidak sepenuhnya tercapai karena penjualannya jauh berada di bawah Nintendo 3DS. Basis pengguna yang relatif kecil membuat banyak pengembang lebih memilih merilis game di platform lain yang memiliki pasar lebih besar.
2. Smartphone mengubah kebiasaan bermain

Saat PS Vita hadir, pasar smartphone berkembang sangat pesat. Mobile game semakin beragam dan dapat dimainkan kapan saja. Perubahan kebiasaan tersebut mengurangi daya tarik konsol handheld. Sebagian pemain kasual beralih ke smartphone karena lebih praktis, sementara pemain hardcore tetap memilih konsol rumahan atau PC. Selain itu, Nintendo Switch yang lahir pada 2017 menjadikan PS Vita semakin ditinggalkan.
3. Sony memilih fokus pada konsol rumahan

Dalam beberapa tahun terakhir, Sony lebih memprioritaskan pengembangan PlayStation 4 dan PlayStation 5. Kedua konsol tersebut mencatat penjualan yang jauh lebih tinggi dibandingkan PS Vita sehingga menjadi fokus utama perusahaan. Strategi ini terlihat dari besarnya investasi Sony pada game eksklusif, layanan digital, dan ekosistem PlayStation modern. Sumber daya perusahaan akhirnya lebih banyak diarahkan ke segmen yang dinilai memiliki potensi bisnis lebih besar.
4. Biaya pengembangan konsol handheld semakin mahal

Mengembangkan konsol genggam penerus PS Vita memerlukan investasi yang tidak sedikit. Produsen harus merancang perangkat keras, sistem operasi, layanan digital, hingga dukungan game eksklusif agar mampu bersaing di pasar. Risiko bisnis bisa menjadi semakin besar ketika permintaan belum tentu mampu menutup biaya riset dan pengembangan. Sony tampaknya memilih menghindari risiko ini dan mengalokasikan dana ke proyek lain yang lebih menjanjikan.
5. Pasar konsol handheld sudah berubah

Pasar konsol handheld saat ini tidak lagi sama seperti ketika PSP dan PS Vita berjaya. Kehadiran perangkat seperti Steam Deck dan perangkat handheld Windows menunjukkan bahwa segmen tersebut masih memiliki peminat, tetapi karakter pasarnya berbeda dibandingkan 1 dekade lalu. Sony sendiri memilih menghadirkan perangkat seperti PlayStation Portal yang berfungsi sebagai alat streaming dari PS5, bukan konsol handheld mandiri. Ini memperlihatkan bahwa Sony lebih tertarik memperluas ekosistem PlayStation dibandingkan mengembangkan penerus langsung PS Vita.
PS Vita tetap dikenang sebagai salah satu konsol genggam dengan teknologi paling canggih pada masanya. Meski tidak pernah memperoleh penerus resmi, komunitas penggemarnya masih aktif hingga sekarang melalui berbagai proyek independen, koleksi game, dan pelestarian perangkat lunak setelah dukungan resmi Sony mulai berakhir. Bagi kamu yang punya PS Vita, kenangan apa saja yang sulit kamu lupakan dengan konsol tersebut?





















