Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Banyak Pengguna Kabur dari Discord?

Kenapa Banyak Pengguna Kabur dari Discord?
ilustrasi logo Discord (unsplash.com/@alexbemore)
Intinya Sih
  • Discord menghadapi gelombang penolakan setelah mengumumkan kebijakan verifikasi usia berbasis pemindaian wajah atau kartu identitas yang dinilai terlalu invasif oleh banyak pengguna.
  • Kekhawatiran privasi dan potensi penyalahgunaan data mendorong banyak pengguna meninggalkan Discord, beralih ke platform alternatif seperti TeamSpeak dan Stoat yang dianggap lebih aman.
  • Fenomena ini menimbulkan dilema bagi Discord antara menjaga keselamatan pengguna muda dan mempertahankan kepercayaan komunitas terhadap perlindungan privasi digital mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pengguna Discord di berbagai belahan dunia mulai menyuarakan kekhawatiran setelah platform itu mengumumkan kebijakan baru terkait verifikasi usia. Sebagian pengguna merasa langkah ini terlalu invasif dan memilih mencari alternatif yang dianggap lebih ramah terhadap privasi. Perpindahan pengguna ini juga menyebabkan lonjakan baru pada layanan lain seperti TeamSpeak dan Stoat.

Kontroversi tersebut bermula dari rencana Discord untuk memberlakukan sistem verifikasi usia yang lebih ketat mulai Maret 2026. Kebijakan ini menyasar berbagai kalangan, termasuk mereka yang sudah lama memakai layanan tersebut. Lantas, kenapa para pengguna kabur dari Discord dan tidak setuju dengan kebijakan baru tersebut?

1. Kebijakan verifikasi usia dianggap invasif

ilustrasi Discord
ilustrasi Discord (unsplash.com/@appshunter)

Discord berencana melakukan verifikasi usia pengguna melalui pemindaian wajah atau unggahan kartu identitas resmi. Melalui sistem yang disebut age verification, Discord berupaya memastikan pengguna cukup umur sebelum mengakses konten tertentu. Sebagian komunitas gamer menyambut langkah ini dengan kecurigaan dan penolakan.

Kritik muncul karena kekhawatiran soal privasi dan keamanan data. Belum lama ini Discord pernah mengalami kebocoran data yang mengungkap foto identitas pengguna, sehingga banyak orang enggan menyerahkan informasi biometrik mereka. Kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan data ini menjadi alasan utama di balik keputusan sejumlah pengguna untuk meninggalkan platform.

2. Banyak pengguna berpindah ke platform alternatif seperti TeamSpeak

tampilan TeamSpeak di Windows
tampilan TeamSpeak di Windows (apps.microsoft.com)

Respons komunitas terhadap kebijakan baru itu cukup signifikan. Pencarian untuk layanan alternatif melonjak tajam dan banyak pengguna membicarakan perpindahan ke platform lain. Selain TeamSpeak, layanan seperti Stoat juga mencatat lonjakan pengguna secara drastis karena tidak memberlakukan pemindaian wajah. TeamSpeak, yang telah eksis jauh sebelum Discord, menyatakan bahwa kapasitas hosting mereka mencapai batas di beberapa wilayah karena lonjakan pendaftaran baru. Hal ini menunjukkan betapa besar reaksi komunitas terhadap kebijakan Discord baru-baru ini.

3. Khawatiran terhadap privasi dan data pribadi

ilustrasi logo Discord
ilustrasi logo Discord (unsplash.com/@maria_shalabaieva)

Salah satu alasan paling sering disebut pengguna adalah ancaman terhadap privasi. Sebagian orang yang memanfaatkan anonimitas di Discord merasa langkah verifikasi wajah atau ID mengikis aspek itu. Ketakutan bahwa data pribadi mereka bisa bocor atau disalahgunakan oleh pihak luar juga makin menguat setelah insiden kebocoran sebelumnya.

Selain itu, beberapa komunitas melihat platform daring sebagai ruang aman untuk berdiskusi tentang isu-isu yang tidak bisa mereka ungkapkan secara terbuka di kehidupan nyata. Verifikasi identitas yang semakin melekat pada profil justru dinilai dapat mengancam rasa aman tersebut. Hal ini membuat mereka memilih meninggalkan Discord.

4. Fenomena ini menjadi dilema bagi Discord

ilustrasi logo Discord
ilustrasi logo Discord (unsplash.com/@ilgmyzin)

Perpindahan pengguna ini tentu berdampak pada reputasi Discord sebagai platform komunikasi komunitas. Sekalipun perusahaan telah mencoba mengklarifikasi bahwa tidak semua orang akan diwajibkan melakukan verifikasi biometrik, penolakan tetap kuat di banyak kalangan. Beberapa pengguna bahkan membatalkan langganan premium mereka sebagai bentuk protes.

Kebijakan Discord ini juga memicu diskusi lebih luas tentang keseimbangan antara keselamatan pengguna dan hak privasi digital. Pihak Discord menegaskan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mematuhi hukum perlindungan anak. Sayangnya, respons komunitas menunjukkan bahwa langkah itu belum disambut dengan baik oleh semua pihak.

Fenomena pengguna kabur dari Discord dapat menjadi pelajaran penting bagi penyedia layanan lain dalam mengelola privasi dan keamanan data. Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah Discord mampu memulihkan kepercayaan komunitas atau akan terus kehilangan pengguna ke platform alternatif. Sebagai pengguna Discord, apakah kamu setuju bahwa verifikasi usia melalui pemindaian wajah perlu dilakukan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Tech

See More