Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bingung Pilih PLTS? Ini Perbedaan On-Grid, Off-Grid, dan Hybrid
ilustrasi pemasangan PLTS (pexels.com/Los Muertos Crew)

Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar karena mendapatkan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Kondisi ini membuat penggunaan PLTS semakin relevan sebagai solusi energi masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain membantu mengurangi penggunaan energi fosil, pemanfaatan PLTS juga mendukung pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) semakin berkembang di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga hingga industri. Seiring dengan perkembangan teknologi energi surya, sistem PLTS kini hadir dalam beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, yaitu on-grid, off-grid, dan hybrid.

Masing-masing sistem memiliki cara kerja, keunggulan, serta fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, memahami perbedaan ketiga jenis PLTS ini sangat penting sebelum menentukan sistem yang paling sesuai untuk digunakan. Simak selengkapnya perbedaan on-grid, off-grid, dan hybrid berikut ini.

1. PLTS on-grid

ilustrasi PLTS On-Grid (pexels.com/Elite Power Group)

PLTS on-grid adalah sistem tenaga surya yang terhubung langsung dengan jaringan listrik utama. Sistem ini menjadi salah satu jenis PLTS yang paling banyak digunakan, terutama pada perkantoran atau industri yang membutuhkan konsumsi listrik yang tinggi saat siang hari.

Pada siang hari, panel surya menghasilkan listrik untuk digunakan langsung oleh beban listrik. Ketika produksi listrik lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan, energi dapat disalurkan ke jaringan listrik. Sebaliknya, saat produksi panel surya menurun, kebutuhan listrik akan dipenuhi oleh jaringan utama.

Keunggulan PLTS on-grid

  • Biaya instalasi relatif lebih rendah

  • Tidak membutuhkan baterai

  • Cocok untuk daerah dengan jaringan listrik stabil

  • Cocok untuk perkantoran atau industri yang besar penggunaan listriknya di siang hari.

Kekurangan PLTS on-grid

  • Tidak dapat digunakan saat jaringan utama padam

  • Sangat bergantung pada koneksi listrik eksternal.

PLTS on-grid sangat cocok diterapkan pada gedung perkantoran, sekolah, pusat perbelanjaan, hingga kawasan industri yang telah terhubung dengan jaringan listrik PLN. Sistem ini cocok digunakan pada gedung atau industri yang beban listrik puncaknya ada di siang hari (hari kerja). Sistem ini dirancang untuk mengurangi konsumsi listrik dari jaringan dengan memanfaatkan energi matahari pada siang hari. Pengguna yang memiliki konsumsi listrik tinggi pada jam operasional siang hari akan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar karena sebagian besar kebutuhan energinya dipenuhi oleh panel surya. Oleh karena itu, PLTS on-grid menjadi pilihan yang paling ekonomis bagi wilayah perkotaan yang memiliki pasokan listrik PLN yang stabil.

2. PLTS off-grid

ilustrasi PLTS Off-Grid (pexels.com/Magda Ehlers)

PLTS off-grid adalah sistem tenaga surya yang bekerja secara mandiri tanpa terhubung ke jaringan listrik utama. Sistem ini menggunakan baterai sebagai media penyimpanan energi sehingga listrik tetap dapat digunakan saat malam hari atau ketika cuaca mendung (tidak ada matahari). PLTS jenis ini biasanya digunakan di daerah terpencil yang belum memiliki akses listrik.

Keunggulan PLTS off-grid

  • Dapat beroperasi tanpa jaringan listrik utama

  • Cocok untuk daerah terpencil

  • Tetap dapat digunakan saat listrik padam.

Kekurangan PLTS off-grid

  • Membutuhkan baterai dengan biaya cukup tinggi

  • Perawatan lebih kompleks

  • Kapasitas sistem harus dirancang dengan tepat (perlu perhitungan kapasitas perencanaan yang lebih kompleks daripada PLTS on-grid).

PLTS off-grid merupakan solusi yang ideal untuk daerah yang belum terjangkau jaringan listrik, seperti desa terpencil, pulau-pulau kecil, kawasan pegunungan, lokasi pertambangan, perkebunan, maupun stasiun telekomunikasi di wilayah terpencil. Karena dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi berupa baterai, listrik tetap tersedia pada malam hari maupun saat cuaca mendung. Sistem ini memungkinkan masyarakat atau fasilitas penting memperoleh akses listrik secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan utilitas, sehingga sangat mendukung pemerataan akses energi di daerah terpencil.

3. PLTS hybrid

ilustrasi PLTS Hybrid (pexels.com/Elite Power Group)

PLTS hybrid merupakan kombinasi antara sistem on-grid dan off-grid. Sistem ini tetap terhubung dengan jaringan listrik utama, namun juga menggunakan baterai sebagai penyimpanan energi. Dengan adanya baterai, listrik dari panel surya dapat disimpan dan digunakan saat dibutuhkan, termasuk ketika terjadi pemadaman listrik.

Keunggulan PLTS hybrid

  • Memiliki cadangan energi melalui baterai

  • Tetap dapat digunakan saat listrik padam

  • Penggunaan energi lebih fleksibel

  • Efisiensi pemanfaatan energi lebih optimal.

Kekurangan PLTS hybrid

  • Biaya investasi atau instalasi lebih tinggi

  • Sistem lebih kompleks dibanding on-grid.

PLTS hybrid sangat sesuai diterapkan pada bangunan atau fasilitas yang membutuhkan keandalan pasokan listrik yang tinggi, seperti rumah sakit, pusat data (data center), hotel, kawasan industri (industri tertentu), gedung pemerintahan, maupun rumah tinggal yang berada di daerah dengan kualitas pasokan listrik yang kurang stabil. Kombinasi panel surya, baterai, dan jaringan PLN memungkinkan sistem tetap menyuplai beban ketika terjadi pemadaman listrik sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi surya. Selain meningkatkan efisiensi energi, PLTS hybrid juga memberikan cadangan daya (backup power) sehingga operasional peralatan penting tetap terjaga tanpa gangguan.

Jadi, pemilihan jenis PLTS tergantung pada kebutuhan dan kondisi lokasi pengguna. Perbedaan on-grid, off-grid, dan hybrid dapat dijadikan acuan dalam perencanaan sebelum membangun sistem PLTS. Setiap sistem PLTS memiliki karakteristik serta fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna.

Sistem on-grid unggul dalam efisiensi biaya, kemudian off-grid cocok untuk daerah tanpa jaringan listrik. Sedangkan hybrid menawarkan fleksibilitas dan cadangan energi yang lebih baik. Dengan memahami perbedaan masing-masing sistem, pengguna dapat menentukan jenis PLTS yang paling sesuai untuk mendukung kebutuhan energi secara lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article