Super Bowl selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu ajang olahraga dengan kualitas produksi siaran paling spektakuler di dunia. Bukan hanya pertandingan di lapangan yang menjadi perhatian, tetapi juga bagaimana setiap momen berhasil ditangkap melalui teknologi kamera, sistem replay, hingga perangkat pendukung yang terus berkembang setiap musimnya. Tak heran jika banyak inovasi penyiaran olahraga pertama kali diperkenalkan di ajang final National Football League (NFL) tersebut sebelum kemudian diadopsi oleh kompetisi olahraga lain.
Pada Super Bowl LX yang berlangsung di Levi's Stadium, San Francisco, Sony menghadirkan ekosistem teknologi terbesarnya sepanjang menjadi mitra resmi NFL. Perusahaan asal Jepang itu mengerahkan lebih dari 175 kamera, teknologi Hawk-Eye, sistem pelacakan pemain berbasis AI, hingga headset komunikasi khusus pelatih untuk mendukung jalannya pertandingan. Standar produksi siaran inilah yang menjadi salah satu acuan dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Bahkan, Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut turnamen edisi kali ini sebagai "104 Super Bowls" karena skala produksi siaran yang harus dijaga sepanjang 104 pertandingan. Lantas, seperti apa teknologi yang disiapkan agar Final Piala Dunia 2026 berpotensi semegah Super Bowl? Berikut sejumlah inovasi yang disiapkan FIFA bersama para mitra teknologinya.
