Perubahan pendekatan mengajar tersebut berdampak langsung pada pengalaman belajar murid. Melalui fitur AI Conversation Practice di Copilot, santri dapat mensimulasikan percakapan Bahasa Arab secara mandiri, mulai dari dialog perkenalan hingga diskusi materi pelajaran. Latihan yang sebelumnya terbatas pada jam kelas, yang kini dapat dilakukan kapan saja.
Pemanfaatan AI juga meluas ke pembelajaran Alquran dan kitab rujukan pesantren lainnya. Melalui Reading Progress dan Speaking Progress, Hasan dapat memantau kemampuan baca santri secara komprehensif, mulai dari pelafalan, kaidah tajwid, tanda baca, hingga struktur bahasa.
Dalam praktiknya, santri mengakses pembelajaran melalui perangkat masing-masing. Sebagian menggunakan laptop pribadi, sementara lainnya memanfaatkan komputer atau PC yang tersedia di lingkungan belajar. Fleksibilitas ini memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti latihan membaca maupun berbicara secara optimal, baik di kelas maupun saat belajar mandiri.
Memasuki bulan suci Ramadan, ketika intensitas pengkajian Alquran di lingkungan pesantren meningkat, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Santri dapat berlatih secara mandiri di luar jam kelas, sementara Hasan tetap memantau perkembangan mereka.
Ketika pembelajaran tidak dapat dilakukan secara langsung, misalnya karena santri atau pengajar berada di luar kota, proses belajar tetap dapat berlangsung. Latihan membaca dan speaking dilakukan dari jarak jauh, sementara pendalaman materi dilanjutkan melalui pertemuan daring (online). Dengan begitu, pembelajaran tidak lagi terputus oleh keterbatasan ruang dan waktu.