Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

CEO Anker Prediksi Power Bank akan Punah, Kenapa?

CEO Anker Prediksi Power Bank akan Punah, Kenapa?
produk power bank dari Anker (ankerindonesia.com)
Intinya Sih
  • CEO Anker, Meng Yang, memprediksi power bank akan kehilangan relevansi karena kemajuan teknologi baterai dan pengisian daya cepat yang bisa mengurangi kebutuhan perangkat tersebut di masa depan.
  • Anker kini tidak lagi bergantung pada penjualan power bank tradisional, melainkan memperluas bisnis ke aksesori pengisian daya, perangkat pintar, dan solusi penyimpanan energi dengan pendapatan yang terus meningkat.
  • Meski pendapatan Anker tumbuh hampir 27% pada awal 2026, laba bersih turun sekitar 5%, mendorong perusahaan meninjau ulang strategi produk agar lebih fokus dan efisien dalam menjaga kualitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Power bank telah menjadi salah satu aksesori teknologi yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Perangkat ini membantu pengguna mengisi daya smartphone, tablet, hingga gadget lainnya saat jauh dari sumber listrik. Namun, pendiri sekaligus CEO Anker, Meng Yang, justru memprediksi bahwa power bank suatu saat bisa kehilangan relevansinya dan bahkan tak akan bertahan lama dalam beberapa tahun ke depan.

Mengutip Gizmochina (13/6/2026), pernyataan tersebut disampaikan Meng Yang dalam sebuah wawancara yang dikutip media China. Menurutnya, power bank kemungkinan tidak akan berkembang menjadi kategori produk bernilai ratusan miliar yuan. Selain CEO Anker prediksi power bank akan punah, ia juga menilai produk tersebut berpotensi mengalami nasib yang sama seperti sejumlah perangkat elektronik yang pernah populer tetapi akhirnya ditinggalkan. Lantas, mengapa salah satu tokoh di balik merek power bank terbesar di dunia bisa memiliki pandangan seperti itu?

1. Disamakan dengan MP3 player dan CD player

ilustrasi CD Player
ilustrasi CD Player (unsplash.com/Lucky Alamanda)

Meng Yang membandingkan power bank dengan berbagai perangkat elektronik konsumen yang pernah berjaya pada masanya, seperti pemutar MP3, kaset, dan CD player. Menurutnya, banyak produk teknologi memiliki siklus hidup yang relatif singkat sebelum digantikan oleh inovasi baru.

"Produk elektronik konsumen sebenarnya datang dan pergi dengan cepat. Jika Anda pernah membeli MP3 player, kemungkinan besar Anda juga pernah membeli pemutar kaset atau CD player. Jarak waktu sejak pertama kali membeli hingga berhenti membelinya biasanya hanya sekitar 10 tahun," ujar Meng, mengutip Gizmochina.

Pandangan tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa perkembangan teknologi akan terus menghadirkan solusi yang lebih praktis. Seiring waktu, kebutuhan terhadap power bank bisa berkurang apabila perangkat elektronik memiliki daya tahan baterai yang jauh lebih baik atau teknologi pengisian daya berkembang semakin pesat.

2. Anker tak lagi bergantung pada power bank

ilustrasi power bank
ilustrasi power bank (freepik.com/atlascompany)

Pernyataan Meng Yang cukup menarik karena Anker dikenal luas sebagai salah satu merek power bank terbesar di dunia. Sejak didirikan pada 2011, perusahaan ini tumbuh pesat berkat penjualan pengisi daya portabel di berbagai pasar internasional. Meski demikian, bisnis Anker kini jauh lebih beragam dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Selain power bank, perusahaan juga menawarkan berbagai aksesori pengisian daya, perangkat pintar, hingga solusi penyimpanan energi.

Data keuangan publik menunjukkan bahwa Anker membukukan pendapatan sebesar 30,514 miliar yuan atau setara 80 triliun rupiah pada 2025. Hal ini meningkat 23,49 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Produk pengisian daya dan penyimpanan energi menyumbang 15,402 miliar yuan atau sekitar separuh dari total pendapatan perusahaan, yakni 40 triliun rupiah. Namun, power bank tradisional bukan lagi penggerak utama bisnis Anker. Perusahaan kini semakin fokus pada berbagai kategori produk lain yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.

3. Bisnis Anker masih tumbuh

kumpulan produk power bank dari Anker
kumpulan produk power bank dari Anker (ankerindonesia.com)

Pada kuartal pertama 2026, Anker mencatat pendapatan sebesar 7,608 miliar yuan atau setara 19 triliun rupiah yang naik 26,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham turun 4,87 persen menjadi 472 juta yuan atau 1 triliun rupiah. Angka tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih berada dalam jalur pertumbuhan meskipun menghadapi berbagai tantangan bisnis dan persaingan pasar yang semakin ketat.

Komentar Meng Yang juga muncul setelah Anker mengakui bahwa perusahaan pernah terlalu agresif memperluas lini produk power bank. Dalam rapat pemegang saham tahunan 2025, perusahaan mengungkapkan bahwa jumlah model yang dipasarkan sempat terlalu banyak. Pada 2024 saja, Anker dilaporkan menjual sekitar 100 model power bank yang berbeda.

Menurut perusahaan, jumlah tersebut justru menimbulkan tantangan dalam menjaga kualitas produk secara konsisten. Anker mengakui bahwa tidak realistis bagi perusahaan mana pun untuk mempertahankan standar kualitas tinggi pada 100 model produk yang berbeda secara bersamaan. Karena itu, perusahaan mulai mengevaluasi strategi produknya agar lebih fokus dan efisien.

4. Apakah power bank benar-benar akan punah?

power bank Anker
power bank Anker (ankerindonesia.com)

Saat ini, kebutuhan terhadap power bank sebenarnya masih cukup tinggi. Banyak pengguna smartphone masih mengandalkan perangkat tersebut ketika bepergian, bekerja di luar ruangan, atau berada di lokasi yang sulit menemukan sumber listrik. Meski begitu, Meng Yang percaya bahwa power bank pada akhirnya dapat mengikuti jejak berbagai perangkat yang dulu dianggap penting tetapi perlahan menghilang seiring perkembangan teknologi. Baterai yang semakin awet, pengisian daya super cepat, hingga inovasi penyimpanan energi di masa depan bisa menjadi faktor yang mengurangi ketergantungan pengguna terhadap power bank.

Walau CEO Anker prediksi power bank akan punah, saat ini benda tersebut masih menjadi aksesori yang relevan. Namun, prediksi dari CEO Anker menunjukkan bahwa masa depan kategori produk tersebut mungkin tidak akan selalu cerah seperti sekarang. Menurut kamu, apakah power bank benar-benar akan bernasib seperti MP3 player dan CD player atau justru tetap menjadi kebutuhan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More