Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

TikTok akan Naikkan Batas Usia untuk Gunakan Fitur Live

TikTok akan Naikkan Batas Usia untuk Gunakan Fitur Live
Ilustrasi TikTok (Dok. IDN Times)

Pengguna TikTok berasal dari beragam kalangan usia. Mulai dari remaja hingga orang dewasa kerap menggunakan TikTok sebagai sarana hiburan. Maklum, TikTok memang menyediakan beragam video yang menarik. Niatnya scroll sebentar sebelum tidur, eh keterusan hingga larut malam.

Salah satu fitur yang banyak digunakan oleh TikTok kreator adalah fitur TikTok LIVE. Melalui fitur LIVE, kreator bisa berinteraksi langsung dengan follower dan bahkan bisa sambil jualan barang.

Demi melindungi pengguna dan kreator, TikTok akan merilis fitur baru yang memberi perlindungan lebih kepada komunitas TikTok. Salah satunya adalah menaikkan batas usia bagi kreator yang ingin menggunakan fitur LIVE!

Menaikkan batas usia menjadi 18 tahun

IDN Times/Izza Namira
IDN Times/Izza Namira

Harus diakui bahwa fitur TikTok LIVE bisa sangat membantu bagi kreator. Selain untuk berinteraksi langsung dengan follower, kreator TikTok juga memanfaatkan LIVE sebagai ajang jualan barang.

Sebelumnya, TikTok membatasi kreator yang berusia 16 tahun ke atas saja yang bisa menggunakan fitur LIVE. Namun pihak TikTok melalui rilis resminya menginformasikan bahwa mereka akan menaikkan batas usia tersebut menjadi 18 tahun.

Mengelompokkan fitur berdasarkan usia pengguna

Selain menambah batas usia bagi kreator yang ingin menjadi host TikTok LIVE, perusahaan milik ByteDance tersebut juga akan mengambil keputusan guna mengelompokkan fitur berdasarkan usia pengguna.

"Dengan mempertimbangkan luasnya pengguna global, kami telah mengambil pendekatan bertahap terhadap fitur yang dapat diakses komunitas kami berdasarkan usia mereka," ujar TikTok melalui blog mereka.

Nantinya, pengguna harus berusia minimal 16 tahun guna mengakses Direct Message. Pengguna juga harus minimal berusia 18 tahun guna memberikan gift atau mengakses fitur monetisasi di TikTok.

Diharapkan kebijakan tersebut bisa membantu melindungi pengguna dan memberi rasa aman bagi semua pengguna TikTok.

Memberi opsi fitur "Adult Only"

Tak cuma demografinya, jenis konten yang ada pada TikTok juga sangat beragam. Mulai dari konten tips memasak, konten sketch hiburan, konten politik, hingga konten komedi yang diperuntukkan untuk pengguna dewasa.

Demi memberi perlindungan bagi pengguna, TikTok berencana memberi opsi bagi kreator untuk menyuguhkan kontennya hanya untuk pengguna dewasa saja. Kreator konten-konten komedi yang bertema dewasa atau konten curhat tentang kesulitan kehidupan nantinya memiliki opsi menyuguhkan konten mereka hanya untuk pengguna dewasa.

Dengan begitu TikTok bisa melindungi pengguna remaja tanpa memberi batasan kreatif bagi para kreatornya. Fitur yang satu ini cukup menarik untuk dinantikan. Mengingat banyaknya konten "dewasa" di TikTok yang akhirnya dilihat oleh pengguna remaja. Semoga saja fitur ini beneran bisa memberi perlindungan bagi pengguna dan kreator TikTok.

Fitur batasan usia dinilai masih belum optimal

Unsplash/Solen Feyissa
Unsplash/Solen Feyissa

Fitur batasan usia memang diperlukan bagi semua media sosial. Dengan begitu, anak-anak bisa setidaknya sedikit terlindungi dari konten-konten yang tidak semestinya mereka konsumsi. Namun, harus diakui bahwa fitur batasan usia masih belum optimal dalam melindungi anak-anak dan remaja.

User bisa saja berbohong saat membuat akun suatu media sosial. Tanpa ada sanksi tegas dari pemerintah dan pihak media sosial, kasus seperti itu pasti akan terjadi berulang kali. Hal lain adalah bisa jadi orang tua masih belum paham tentang batasan usia tersebut saat mendaftarkan akun untuk anak mereka.

Penyebab tidak optimalnya fitur batasan usia ini bisa sangat beragam. Intinya, batasan usia bisa dengan mudah diakali oleh pengguna.

Dibutuhkan lebih dari sekadar fitur batasan usia untuk melindungi anak-anak dan remaja dari media sosial. Orang tua perlu lebih aktif mengawasi konsumsi konten anak mereka. Pemerintah juga perlu lebih tegas memberikan undangan-undang tentang batasan usia serta lebih tanggap dalam mengimplementasikannya.

Pihak media sosial juga perlu berkala mengaudit user mereka, memastikan tak ada yang berbohong tentang usia mereka karena harus diakui bahwa fitur "Age Restriction" di media sosial saat ini baru di level rekomendasi atau usulan, belum di level kewajiban.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More

Instagram Uji Coba Langganan Premium, Bisa Lihat Story Tanpa Ketahuan

04 Apr 2026, 19:22 WIBTech