Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Trik Dagang HUAWEI untuk Mengatasi Sanksi Amerika Serikat

5 Trik Dagang HUAWEI untuk Mengatasi Sanksi Amerika Serikat
HP HUAWEI (unsplash.com/Andrey Matveev)
Intinya Sih
  • HUAWEI menghadapi sanksi Amerika Serikat sejak 2019 dengan mengembangkan teknologi mandiri seperti jaringan 5G dan chipset Kirin agar tak bergantung pada produsen luar negeri.
  • Perusahaan ini menciptakan HarmonyOS dan HUAWEI Mobile Services sebagai pengganti Android serta layanan Google, memperluas penggunaannya ke berbagai perangkat termasuk smartphone dan IoT.
  • HUAWEI fokus memperkuat pasar domestik China melalui peningkatan pangsa pasar smartphone, pengembangan semikonduktor lokal, serta peluncuran AppGallery sebagai toko aplikasi resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sejak Mei 2019 Amerika Serikat resmi memberikan sanksi kepada HUAWEI. Sanksi tersebut membuat HUAWEI tak bisa menjual, bekerja sama, dan beroperasi dengan berbagai pihak di Amerika Serikat. Hal tersebut memberikan dampak yang sangat besar dan membuat perkembangan HUAWEI terhambat, khususnya di pasar internasional.

Namun, sebagai perusahaan raksasa asal China HUAWEI tak kehilangan akal. Ada banyak hal yang dilakukan HUAWEI untuk mengatasi sanksi Amerika Serikat, seperti mengembangkan teknologi baru hingga mengganti strategi. Mau tahu bagaimana rincian strategi mereka?

1. HUAWEI mengembangkan jaringan 5G secara mandiri

HP HUAWEI
HP HUAWEI (unsplash.com/Kamil Kot)

Sanksi Amerika Serikat membuat HUAWEI tidak bisa menggunakan jaringan 5G, khususnya secara global. Hal tersebut memaksa HUAWEI untuk mengembangkan teknologi 5G secara mandiri. Dilansir 9to5 Google, salah satu hasil pengembangannya adalah Kirin 990 yang merupakan chipset mobile dengan jaringan 5G terintegrasi pertama di dunia. Kirin 990 dibuat dengan proses fabrikasi 7 nm, punya kecepatan upload 1.25 Gbps, dan pertama digunakan pada HUAWEI Mate 30 Pro. Kehadiran Kirin 990 membuat HUAWEI tak perlu bergantung pada produsen luar untuk menggunakan jaringan 5G.

2. HUAWEI mengembangkan chipset Kirin

HP HUAWEI
HP HUAWEI (unsplash.com/Jonas Leupe)

Beberapa smartphone HUAWEI seperti HUAWEI P50 Pro menggunakan chipset Snapdragon sebagai dapur pacunya. Namun, performa chipset Snapdragon di HP HUAWEI mendapat batasan karena adanya sanksi Amerika Serikat, khususnya soal jaringan 5G. HUAWEI akhirnya memutar otak dan memilih untuk mengembangkan chipset buatan mereka sendiri, yaitu Kirin.

Laman Erablue Electronics menjelaskan kalau chipset Kirin memiliki banyak keunggulan, seperti integrasi AI yang baik, efisiensi daya optimal, dan performa yang cukup andal. Kirin juga punya sinkronisasi yang baik dengan sistem operasi (OS) di perangkat HUAWEI. Sayangnya, Kirin tertinggal soal teknologi fabrikasi, pengembangan 5G di luar China, dan performa gaming jika dibandingkan dengan chipset lain.

3. HUAWEI membuat HarmonyOS

HP HUAWEI
HP HUAWEI (unsplash.com/Alex Escu)

Sanksi dari Amerika Serikat membuat HUAWEI tak bisa mengintegrasikan OS Android dan Google Mobile Services (GMS) secara sempurna. Karena itu, perangkat HUAWEI tak bisa menggunakan layanan Google dan OS Android di HP HUAWEI cenderung minim fitur. Untuk mengatasi hal tersebut HUAWEI mengembangkan OS sendiri bernama HarmonyOS dan membuat layanan bernama HUAWEI Mobile Services (HMS).

Dilansir HC Newsroom, HarmonyOS pertama dikenalkan pada Huawei Developer Conference (HDC) 2019 pada 10 Agustus 2019. Awalnya, OS tersebut hanya dipasangkan di TV pintar. Namun, pada HDC 2020 HarmonyOS mulai diintegrasikan ke smartphone, produk IoT, tablet, hingga mobil. Pada 2025 HarmonyOS juga mulai diintegrasikan ke komputer, lho.

4. HUAWEI berfokus pada penjualan di pasar China

HP HUAWEI
HP HUAWEI (unsplash.com/Georgiy Lyamin)

Saat ini, HUAWEI lebih berfokus berjualan di pasar China. Dilansir Top Wire, pada 2026 HUAWEI menjadi salah satu perusahaan smartphone terbaik di Negeri Tirai Bambu tersebut. Market share smartphone HUAWEI di China juga sangat tinggi, yaitu mencapai 17 persen sampai bisa mengalahkan Apple di 16 persen. Laman merics juga menambahkan kalau HUAWEI berjaya di sektor semikonduktor China karena terus mengembangkan berbagai chip, produk jaringan, dan menjadi penyumpai untuk perusahaan lain. HUAWEI juga senantiasa menggunakan komponen dari negaranya sendiri.

5. HUAWEI membuat aplikasi AppGallery

HP HUAWEI
HP HUAWEI (unsplash.com/Amanz)

Kamu memang tidak bisa mengunduh aplikasi Android secara langsung lewat Google Play Store karena layanan GMS tak bisa berjalan di smartphone HUAWEI. Namun, HUAWEI mengatasi hal tersebut dengan adanya aplikasi AppGallery. Cara memasang aplikasi di AppGallery cukup mudah. Kamu bisa membuka AppGallery, mencari aplikasi yang diinginkan, mengunduh, dan menginstalnya.

HUAWEI juga terus menambah jumlah aplikasi di AppGallery. Ada TikTok, CapCut, Facebook, hingga Instagram. AppGallery juga merupakan aplikasi "toko" resmi dari HUAWEI sehingga kemanannya terjaga dan kamu tak perlu takut akan virus atau malware. Selain menggunakan AppGallery, kamu juga bisa mengunduh MicroG untuk mengemulasi GMS di perangkat HUAWEI.

Sanksi Amerika Serikat bukanlah masalah besar bagi perusahaan raksasa asal China seperti HUAWEI. HUAWEI memiliki sumber daya yang berlimpah sehingga mereka mampu mengembangkan berbagai taktik untuk mengatasi sanksi yang mencekik tersebut. Bagi pengguna HUAWEI semua taktik tersebut bisa mempermudah penggunaan. Selain itu, HUAWEI juga bisa kembali bersaing di pasar global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More