EA Sports FC vs eFootball, Mana yang Lebih Unggul pada 2026?

- eFootball unggul dalam aspek biaya karena mengusung model free-to-play, sedangkan EA Sports FC tetap berbayar dan memerlukan pembelian tahunan untuk versi terbaru.
- EA Sports FC menawarkan lisensi resmi yang jauh lebih banyak serta kualitas grafik tinggi berkat Frostbite Engine, menjadikannya tampil lebih realistis dibandingkan eFootball.
- Dari sisi gameplay dan mode, EA Sports FC menghadirkan variasi lengkap dan mudah diakses pemain baru, sementara eFootball lebih menantang dengan mekanik kompleks bagi gamer veteran.
Jika membicarakan soal game sepak bola, banyak gamer pasti akan langsung teringat dengan FIFA dan Pro Evolution Soccer (PES) atau Winning Eleven. Selama bertahun-tahun, kedua franchise ini sukses mendominasi genre sepak bola, mulai dari era PlayStation 2 (PS2) sebagai masa kejayaannya hingga PlayStation 5 (PS5). Bahkan, tidak sedikit gamer yang menganggap keduanya sebagai bagian dari masa kecil yang penuh kenangan.
Semuanya berubah memasuki era 2020-an ketika dua franchise raksasa tersebut mulai melakukan perombakan besar pada identitas brand. Konami secara resmi mengganti nama PES menjadi eFootball (2022) sekaligus mengadopsi model bisnis live service. Sementara itu, Electronic Arts (EA) mengakhiri kemitraannya dengan organisasi FIFA setelah berkolaborasi selama bertahun-tahun yang kemudian melahirkan EA Sports FC sebagai franchise pengganti FIFA.
Meski hadir dengan identitas baru, eFootball dan EA Sports FC tetap menjadi dua game sepak bola paling populer hingga saat ini. Lantas, kalau dibandingkan, kira-kira mana yang lebih unggul?
1. eFootball lebih ramah di kantong ketimbang EA Sports FC

Aspek pertama yang sering menjadi bahan pertimbangan saat memilih game ialah biaya yang mesti dikeluarkan. Untuk poin ini, eFootball unggul dibandingkan dengan EA Sports FC. Berbeda dengan PES yang mengusung sistem rilis tahunan, eFootball menerapkan model free-to-play sehingga kamu sudah bisa memainkan game ini tanpa mengeluarkan uang, kecuali jika ingin membeli item atau konten tambahan di dalam game (in-game).
Sementara itu, EA Sports FC masih mempertahankan model bisnis berbayar seperti seri-seri sebelumnya. Model ini sekilas memberikan kesan eksklusif, tetapi sering kali dianggap kurang menguntungkan bagi sebagian gamer karena mereka harus membeli game baru setiap tahun meski perubahan yang dihadirkan tidak terlalu signifikan. Apalagi, pada mode Ultimate Team, kamu perlu merogoh kocek lebih dalam jika ingin membangun skuad yang kuat dalam waktu singkat.
2. EA Sports FC menawarkan lisensi liga dan klub resmi yang melimpah

EA Sports FC memang lebih mahal jika dibandingkan dengan eFootball. Namun, jika membahas lisensi resmi, game besutan EA tersebut jauh lebih unggul di atas kertas. Membawa lebih dari 19 ribu atlet, 700 tim, dan 100 stadion berlisensi, kamu dapat memainkan tim favorit dengan tampilan yang terasa seperti siaran pertandingan sepak bola di TV.
Lalu, bagaimana dengan eFootball? Alih-alih mengoleksi lisensi dalam jumlah besar, penerus PES tersebut justru memilih pendekatan berbeda dengan hanya menggandeng sejumlah liga dan klub tertentu, di antaranya FC Barcelona dari LaLiga dan CD Guadalajara dari Liga MX. Dari sisi lisensi, eFootball masih tertinggal dari EA Sports FC, tetapi bukan tidak mungkin jumlah liga dan klub berlisensi resmi akan terus bertambah seiring hadirnya update secara berkala.
3. eFootball lebih cocok untuk gamer veteran karena mekaniknya yang rumit

eFootball dinilai memiliki kurva pembelajaran yang relatif kompleks, khususnya bagi para pendatang. Pasalnya, ia mengusung sistem kontrol dan penguasaan bola berbasis timing. Mekanisme tersebut terasa cocok bagi para veteran game sepak bola, tetapi dapat menjadi tantangan bagi pemain baru karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan ritme permainannya.
Di sisi lain, EA Sports FC menawarkan gameplay yang lebih responsif tanpa mengorbankan kedalaman mekaniknya. Mekanik dasar, seperti passing, shooting, dan dribbling, dapat dengan mudah dipelajari agar pemain baru lebih cepat beradaptasi dengan gameplay. Kelebihan ini semakin diperkuat lewat EA Sports FC 26 (2025) yang menghadirkan gaya bermain Competitive untuk pengalaman kompetitif serta Authentic yang dirancang untuk menyajikan permainan yang lebih realistis.
4. EA Sports FC hadir dengan kualitas grafik yang sepadan dengan harganya

Sebagai developer papan atas yang terbiasa menangani game AAA, EA tidak kesulitan menyajikan grafik yang memanjakan mata melalui EA Sports FC. Berbekal Frostbite Engine, franchise ini secara rutin membawa peningkatan grafik dari satu seri ke seri berikutnya, mulai dari EA Sports FC 24 (2023) sampai EA Sports FC 26 (2025). Engine andalan yang juga digunakan untuk menggarap Need for Speed dan Battlefield ini sukses menyuguhkan detail wajah serta animasi pemain yang terasa lebih hidup dan natural.
Usut punya usut, eFootball mengandalkan Unreal Engine untuk menghasilkan grafik yang tetap kompetitif pada era modern. Walaupun begitu, dibandingkan dengan rivalnya, kualitas eFootball masih belum seimpresif dan setajam EA Sports FC. Alhasil, aspek grafik menjadi keunggulan utama EA Sports FC bila dibandingkan dengan eFootball.
5. Soal mode permainan, EA Sports FC lebih lengkap daripada eFootball

eFootball menyediakan beragam mode permainan, di antaranya yang cukup populer ialah Dream Team. Di sini, kamu diajak untuk membangun skuad impian dengan merekrut serta melatih pesepak bola agar berkembang menjadi seorang superstar. Selain itu, masih banyak mode yang tak kalah menarik, mulai dari Authentic Team yang memungkinkanmu memainkan timnas favorit hingga eFootball League yang berfokus pada kompetisi divisi secara online.
Walau membawa sejumlah mode yang menjanjikan, variasi konten eFootball masih belum sebanding dengan EA Sports FC. Tidak seperti rivalnya, sang penerus PES sampai saat ini belum menampilkan Career Mode yang memungkinkanmu membangun karir sebagai pesepak bola atau manajer profesional. Di sisi lain, EA Sports FC memiliki banyak mode permainan unik yang tidak dimiliki oleh eFootball, salah satunya Rush, mode 5v5 dengan tempo permainan yang lebih intens dibandingkan format 11v11.
Secara keseluruhan, EA Sports FC masih menjadi salah satu game sepak bola terlengkap berkat lisensi resmi, variasi mode permainan, serta kualitas grafis yang berkelas. Meski demikian, eFootball masih memiliki keunggulan dari sisi model bisnis free-to-play yang lebih ramah di kantong, terutama bagi gamer dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Dari kedua game ini, manakah yang akan kamu pilih untuk menyambut ajang Piala Dunia 2026?


















