ilustrasi berbagai jenis kain tenun Donggala (youtube.com/Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII)
Google Search menghadirkan kemudahan bagi generasi muda untuk tidak sekadar menemukan, tetapi juga memahami dan mengintegrasikan wastra ke dalam gaya hidup harian secara relevan.
Pengguna dapat mengenal dan mengapresiasi warisan budaya secara instan via Google Lens. Jika memiliki kain tradisional di lemari namun ragu akan jenis, asal daerah, atau makna filosofis di baliknya, pengguna cukup mengambil foto kain tersebut menggunakan ikon kamera di aplikasi Google atau Search bar untuk langsung mengetahui latar belakangnya secara lengkap.
Konsultasi gaya personal dengan AI Mode: Eksplorasi semakin interaktif dengan AI Mode sebagai asisten pribadi berbasis percakapan. Fitur ini memungkinkan pengguna berdiskusi secara fleksibel untuk mendapatkan rekomendasi kombinasi warna wastra, panduan gaya personal, hingga ide padu padan harian.
Pencarian lebih dalam: Dengan pnggabungan Google Lens dan teks dalam AI Mode (multimodal search), pengguna dapat melakukan pencarian yang lebih spesifik, seperti mengambil foto motif kain tenun lalu menambahkan teks seperti 'untuk acara pernikahan malam hari' atau 'cara pakai untuk pria' guna memperoleh inspirasi gaya yang paling sesuai.
Dengan integrasi teknologi ini, generasi muda tidak hanya menjaga keberlanjutan warisan budaya, tetapi juga memiliki kebebasan untuk mengekspresikan tradisi sesuai dengan identitas modern mereka.