Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Panduan Menentukan Budget Ideal untuk Beli Laptop

Panduan Menentukan Budget Ideal untuk Beli Laptop
ilustrasi laptop (unsplash.com/Joachim Pressl)
  • Laptop Rp1–5 jutaan umumnya berspesifikasi terbatas; pada Rp1–2 jutaan pilihan baru langka, sedangkan Rp3–5 jutaan lebih layak mempertimbangkan unit bekas atau merek lokal.
  • Rentang Rp6–9 jutaan disebut sweet spot karena menawarkan laptop baru dengan pilihan merek, RAM 8GB, penyimpanan 512GB, dan prosesor yang lebih kompetitif.
  • Budget ideal laptop baru berada di Rp6–20 jutaan; Rp10–24 jutaan menyediakan performa tinggi, sementara di atas Rp25 juta tersedia banyak pilihan baru premium sesuai kebutuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tren harga laptop terus meningkat, bahkan bisa mencapai dua kali lipat. Hal tersebut berlaku bagi banyak laptop, entah itu keluaran terbaru atau laptop lama yang masih dijual. Karena itu, kamu harus lebih cermat dan teliti ketika hendak beli laptop, khususnya terkait budget.

Lantas, berapa budget ideal buat beli laptop? Apakah budget Rp3 jutaan sudah cukup untuk membeli laptop berkualitas atau harus menambah budget hingga Rp5 jutaan? Selain itu, bagaimana spesifikasi laptop yang akan didapat jika membeli produk dengan harga Rp10 jutaan?

  1. 1. Budget Rp1 juta--2 jutaan

    ilustrasi laptop
    ilustrasi laptop (unsplash.com/Daniel Romero)

    Kamu tidak bisa berharap banyak di kelas harga Rp1 juta--2 jutaan. Laptop di kelas harga paling bawah ini biasanya ditenagai prosesor Intel Celeron, AMD Athlon, RAM 4GB, atau storage 128GB. Spesifikasi tersebut tentunya sangat rendah dan hanya cukup hanya cukup untuk kegiatan super ringan seperti browsing, menonton video, atau mengerjakan tugas di Microsoft Word.

    Jika melihat tren pasar di 2026 kamu juga akan kesulitan menemukan laptop baru di kelas harga Rp1 juta--2 jutaan. Dalam banyak kesempatan kamu hanya akan menemukan laptop bekas yang usianya di atas 3 tahun. Misal pun menemukan laptop yang masih baru, biasanya produk tersebut adalah produk lama yang sudah rilis beberapa tahun. Jadi, membeli laptop baru dengan budget Rp1 juta--2 jutaan sangat tidak disarankan.

  2. 2. Budget Rp3 juta--5 jutaan

    ilustrasi laptop
    ilustrasi laptop (unsplash.com/Yash Menghani)

    Di budget Rp3 juta--5 jutaan keadaannya masih serupa dengan budget Rp1 juta--2 jutaan. Masih sedikit pilihan laptop baru dengan spesifikasi mumpuni. Kebanyakan laptop baru di range harga ini masih pakai prosesor Intel Celeron atau AMD Athlon. Namun, kapasitas RAM-nya mulai meningkat di 8GB, storage 256GB, bahkan ada yang memiliki fitur unik seperti keyboard backlight.

    Jika ingin mencari laptop dengan spesifikasi tinggi lebih disarankan untuk membeli unit bekas. Di rentang harga ini kamu bisa menemukan Lenovo ThinkPad hingga HP Elitebook series yang sudah menggunakan Intel Core Generasi 10-12, RAM 12GB, bahkan punya layar convertible. Jika memaksa membeli unit baru, pilihan yang paling masuk akal adalah merek lokal seperti Axioo, Zyrex, atau Advan.

  3. 3. Budget Rp6 juta--9 jutaan

    ilustrasi laptop
    ilustrasi laptop (unsplash.com/Dell)

    Budget Rp6 juta--9 jutaan adalah sweet spot buat kamu yang mencari laptop berkualitas dengan harga miring. Sebab, laptop baru di rentang harga ini sudah sangat mumpuni. Pilihan juga semakin luas karena berbagai merek raksasa seperti ASUS dan Acer mampu menawarkan produk yang berkualitas. Beberapa pilihan laptop di kelas harga ini adalah Acer Aspire Lite, ASUS Vivobook Go, dan Advan WorkMate.

    Spesifikasi laptop di kelas harga ini juga cukup bersaing, ada yang pakai Intel Core i3 Generasi 12, AMD Ryzen 3 3500U, RAM 8GB, storage 512GB, bahkan beberapa laptop mengusung layar OLED, lho. Namun, laptop bekas tetap bisa menjadi pilihan menarik. Di kelas harga ini kamu bisa menemukan laptop gaming bekas seperti ASUS TUF, ROG, Lenovo Legion, hingga MacBook generasi lama.

  4. 4. Budget Rp10 juta--24 jutaan

    ilustrasi laptop
    ilustrasi laptop (unsplash.com/Andrey Matveev)

    Budget Rp10 juta--24 jutaan adalah surganya laptop dengan value tertinggi. Di kelas harga ini kamu dimanjakan dengan berbagai jenis laptop. Ada laptop thin and light seperti Acer Swift, laptop gaming seperti Axioo Pongo dan ASUS TUF, hingga laptop OLED seperti ASUS Vivobook S14. Bicara soal spesifikasi, laptop di kelas ini umumnya sudah mengusung RAM hingga 12GB, prosesor AMD dan Intel generasi terbaru, hingga dedicated GPU seperti RTX 3000 series.

    Laptop di kelas ini sangat cocok buat mahasiswa atau power user yang mencari produk dengan performa tinggi dan harga terjangkau. Sebenarnya laptop bekas sudah tidak relevan di kelas harga ini. Namun, jika menginginkan value yang lebih tinggi kamu tetap bisa meliriknya. Kamu bisa mendapat beberapa seri yang lebih premium seperti ASUS ROG Strix, MacBook M series, atau ROG Zephyrus.

  5. 5. Budget di atas Rp25 jutaan

    ilustrasi laptop
    ilustrasi laptop (unsplash.com/Georgiy Lyamin)

    Jika memiliki budget di atas Rp25 jutaan kamu seharusnya tak perlu khawatir tentang pilihan laptop. Hampir semua laptop yang kamu inginkan bisa dibeli dengan uang budget besar. Kamu juga tak perlu melirik laptop bekas karena budget Rp25 jutaan sudah lebih dari cukup untuk membeli unit baru.

    Buat laptop gaming ada Axioo Pongo (Rp25 juta--70 jutaan), ROG Strix (mulai Rp40 jutaan), ROG Zephyrus (mulai Rp30 jutaan), dan Acer Predator Helios (mulai Rp30 jutaan). Pilihan laptop thin and light dan laptop kasual juga banyak, seperti ASUS Zenbook S series OLED (mulai Rp30 jutaan), HP ZBook (mulai Rp40 jutaan), hingga ASUS ProArt (mulai Rp50 jutaan). Kamu tinggal memilih sesuai kebutuhan, budget, dan preferensi.

    Budget ideal buat beli laptop laptop baru ada di kelas menengah atau mid-range, yaitu Rp6 juta--20 jutaan. Di bawah itu, disarankan untuk membeli laptop bekas atau merek lokal. Di atas itu kamu sudah masuk ke teritori laptop mahal yang hanya bisa dibeli orang dengan kelas ekonomi atas. Selain harga, kamu juga harus menyesuaikan laptop dengan kebutuhan dan preferensi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More