Industri media digital kini menghadapi tantangan baru seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Jika dulu pengguna harus mengunjungi berbagai situs untuk mendapatkan informasi, kini mereka bisa memperoleh jawaban secara instan langsung dari halaman pencarian atau chatbot AI tanpa perlu membuka sumber aslinya. Fenomena yang mulai menjadi perhatian pelaku industri media ini dikenal sebagai zero click search.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menilai fenomena tersebut berpotensi memengaruhi trafik media dan keberlanjutan industri pers di era AI. "Kita menghadapi fenomena zero click, di mana publik cukup membaca ringkasan berita dari AI tanpa mengunjungi sumber aslinya. Ini berdampak langsung pada trafik media dan keberlanjutan industri pers," kata Nezar, dikutip dari laman resmi Komdigi, Kamis (11/6/2026).
Lantas, apa itu zero click search dan mengapa fenomena ini dianggap sebagai ancaman bagi trafik media?
