Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Gedung Peninggalan Kolonial di Indonesia yang Masih Difungsikan
potret Gedung Sate, Bandung (commons.wikimedia.org/RaiyaniM)
  • Lima gedung peninggalan kolonial di Bandung, Semarang, dan Jakarta masih aktif digunakan, membuktikan bangunan bersejarah tetap beradaptasi dengan kebutuhan masa kini.
  • Gedung Sate menjadi kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan museum, sementara Lawang Sewu berfungsi sebagai museum, ruang pamer, kegiatan budaya, serta kebutuhan perkeretaapian.
  • Stasiun Jakarta Kota melayani kereta komuter, Gereja Blenduk tetap menjadi tempat ibadah, dan Museum Bank Indonesia menyajikan sejarah sistem keuangan melalui koleksi serta teknologi interaktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa beberapa gedung tua di Indonesia masih berdiri kokoh dan tetap digunakan hingga sekarang? Bangunan-bangunan tersebut bukan hanya memiliki arsitektur yang memukau, tapi juga menyimpan kisah panjang dari masa kolonial. Menjelajahi gedung peninggalan kolonial bisa menjadi cara menarik untuk mengenal sejarah sembari menikmati keindahan bangunannya.

Di berbagai kota besar, gedung bersejarah ini masih difungsikan sebagai kantor, museum, tempat ibadah, dan stasiun kereta. Keberadaannya menjadi bukti bahwa bangunan berusia puluhan bahkan ratusan tahun tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Yuk, kenali beberapa gedung peninggalan kolonial di Indonesia yang hingga kini masih aktif digunakan.

1. Gedung Sate, Bandung

potret Gedung Sate, Bandung (commons.wikimedia.org/Rahmatdenas)

Gedung Sate merupakan salah satu ikon Kota Bandung yang dibangun pada tahun 1920 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Arsitekturnya memadukan gaya Eropa dengan sentuhan khas Nusantara sehingga tampil begitu unik. Ciri paling mencolok dari bangunan ini adalah ornamen menyerupai tusuk sate yang berada di bagian puncaknya.

Hingga sekarang, Gedung Sate masih difungsikan sebagai kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebagian area bangunan juga dibuka sebagai museum interaktif yang memperkenalkan sejarah pembangunan gedung tersebut. Perpaduan fungsi pemerintahan dan wisata edukasi membuat Gedung Sate selalu ramai dikunjungi wisatawan.

2. Lawang Sewu, Semarang

potret Museum Lawang Sewu, Semarang (commons.wikimedia.org/Philip Nalangan)

Lawang Sewu dibangun sebagai kantor perusahaan kereta api Hindia Belanda dan terkenal dengan jumlah pintu serta jendelanya yang sangat banyak. Desain bangunannya bergaya Neo-Renaissance dengan ventilasi besar yang membuat sirkulasi udara tetap nyaman. Detail arsitekturnya masih terawat sehingga menjadi daya tarik utama wisata sejarah di Semarang.

Saat ini, Lawang Sewu masih dimanfaatkan sebagai kawasan museum, ruang pamer, dan lokasi berbagai kegiatan budaya. Beberapa bagian bangunan juga digunakan untuk keperluan operasional yang berkaitan dengan perkeretaapian. Pengunjung dapat menyusuri lorong-lorong bersejarah sambil mempelajari perjalanan transportasi kereta api di Indonesia.

3. Stasiun Jakarta Kota, Jakarta

potret Stasiun Jakarta Kota, Jakarta (commons.wikimedia.org/Chainwit.)

Stasiun Jakarta Kota mulai beroperasi pada tahun 1929 dan menjadi salah satu bangunan kolonial yang paling terkenal di ibu kota. Bangunan ini mengusung gaya Art Deco dengan ruang utama yang luas serta atap melengkung yang ikonik. Nilai sejarahnya semakin tinggi karena menjadi bagian penting dari perkembangan transportasi di Batavia.

Sampai sekarang, Stasiun Jakarta Kota masih melayani perjalanan kereta komuter setiap hari. Ribuan penumpang memanfaatkan stasiun ini sebagai salah satu pusat transportasi di Jakarta. Keaslian bentuk bangunannya tetap dipertahankan meski berbagai fasilitas modern telah ditambahkan.

4. Gereja Blenduk, Semarang

potret Gereja Blenduk, Semarang (commons.wikimedia.org/Crisco 1492)

Gereja Blenduk merupakan gereja Protestan tertua di Jawa Tengah yang pertama kali dibangun pada abad ke-18. Kubah besar berwarna tembaga menjadi ciri khas yang membuat bangunan ini mudah dikenali. Arsitektur bergaya Neoklasik menghadirkan suasana elegan sekaligus bersejarah.

Hingga kini, Gereja Blenduk masih digunakan sebagai tempat ibadah bagi jemaat. Bangunan ini juga menjadi salah satu destinasi favorit di kawasan Kota Lama Semarang. Keindahannya sering dijadikan latar fotografi karena mampu menghadirkan nuansa klasik yang memikat.

5. Museum Bank Indonesia, Jakarta

potret Museum Bank Indonesia, Jakarta (commons.wikimedia.org/Ahmes Syahda)

Bangunan Museum Bank Indonesia awalnya merupakan kantor bank peninggalan kolonial yang dibangun pada awal abad ke-20. Desain interior dan eksteriornya masih mempertahankan nuansa klasik yang elegan. Ornamen, pilar, serta ruangannya berhasil dipugar tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Kini, gedung tersebut difungsikan sebagai museum yang menyajikan perjalanan sistem keuangan Indonesia. Berbagai koleksi uang kuno, dokumen, dan teknologi perbankan dapat dipelajari oleh pengunjung. Suasana bersejarah yang dipadukan dengan teknologi interaktif membuat pengalaman berwisata terasa semakin menarik.

Menyempatkan waktu mengunjungi gedung-gedung bersejarah seperti ini bisa menjadi pengalaman yang berbeda dari liburan biasa. Selain mendapatkan foto-foto menarik, kamu juga dapat merasakan suasana masa lalu yang masih hidup di tengah hiruk-pikuk kota.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article