Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hidden Gems di Toronto untuk Liburan Seru selama Piala Dunia 2026

5 Hidden Gems di Toronto untuk Liburan Seru selama Piala Dunia 2026
potret pemandangan Kota Toronto (commons.wikimedia.org/Taxiarchos228)

Piala Dunia 2026 akan segara menyapa Kanada dan Toronto menjadi salah satu tuan rumah yang paling sibuk. Ribuan supporter sepak bola diprediksi akan memadati kota ini. Liburan ke Toronto tentu tak lengkap jika hanya berdiam diri di stadion atau sekadar berfoto di depan tulisan Toronto yang sudah terlalu mainstream.

Di balik kemegahan CN Tower yang ikonik, kota ini sebenarnya menyimpan sudut-sudut rahasia yang jauh dari keramaian turis pada umumnya. Mulai dari galeri seni tersembunyi dengan vibes industrial hingga pasar vintage yang sangat estetik, Toronto punya sisi lain yang siap bikin liburan kamu seru. Berikut adalah lima rekomendasi hidden gems di Toronto yang wajib kamu kunjungi di sela-sela jadwal pertandingan Piala Dunia 2026.

1. The Distillery District, sudut klasik di tengah modernitas

potret The Distillery District (commons.wikimedia.org/Mathew Ingram)
potret The Distillery District (commons.wikimedia.org/Mathew Ingram)

Distillery Historic District adalah salah satu pusat kreativitas yang tidak hanya sekadar museum sejarah, tetapi juga menciptakan ruang publik yang memadukan romansa distrik. Dilansir dari laman The Distillery District, transformasi kawasan ini dilakukan dengan ketelitian tinggi melalui restorasi 47 bangunan bersejarah yang memadukan keahlian tradisional abad ke-19 dengan teknologi hijau masa kini. Sejak dibuka pada tahun 2003, kawasan ini telah dikukuhkan sebagai destinasi seni, budaya, dan hiburan utama di Kanada.

2. Kensington Market, surga vintage dan kuliner dunia

potret Kensington Market Toronto (commons.wikimedia.org/Arild Vågen)
potret Kensington Market Toronto (commons.wikimedia.org/Arild Vågen)

Secara visual kawasan ini menawarkan perpaduan kontras namun harmonis antara arsitektur abad ke-19 dengan kreativitas modern. Pengunjung dapat menyusuri jalan-jalan sempit yang dipenuhi rumah-rumah bergaya Victoria yang telah dialihfungsikan menjadi butik independen, toko pakaian vintage, dan galeri seni dengan dekorasi mural yang mencolok. Keunikan utama pasar ini terletak pada semangat kemandiriannya yang kuat. Komunitas lokal di sini dikenal gigih mempertahankan identitas lingkungan dari tekanan renovasi bangunan dan ekspansi toko ritel besar, sehingga suasana autentik tetap terjaga.

3. Evergreen Brick Works, oase hijau di bekas pabrik bata

potret Evergreen Brick Works (commons.wikimedia.org/Mathew Ingram)
potret Evergreen Brick Works (commons.wikimedia.org/Mathew Ingram)

Tempat ini adalah sebuah pusat komunitas dan ruang publik yang unik di Toronto yang menempati lokasi bekas pabrik batu bata bersejarah, Don Valley Brick Works. Kemudian bertransformasi dari situs industri yang terbengkalai menjadi model global untuk pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Melalui restorasi lahan yang inovatif, Evergreen berhasil menciptakan ekosistem yang menghubungkan sejarah arsitektur kota dengan masa depan yang ramah lingkungan, serta pusat pembelajaran tentang ketahanan iklim dan inovasi hijau. Pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan yang memadukan alam, seni, dan gaya hidup sehat. Dari pasar tani yang menawarkan produk lokal segar hingga jalur lintas alam yang luas di Don Valley, tempat ini menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bereksplorasi.

4. Graffiti Alley, galeri seni jalanan sepanjang 1 kilometer

potret Graffiti Alley (commons.wikimedia.org/mark.watmough from Toronto, Canada)
potret Graffiti Alley (commons.wikimedia.org/mark.watmough from Toronto, Canada)

Graffiti Alley atau dikenal sebagi Rush Lane merupakan lorong sepanjang satu kilometer di lingkungan Queen West, Toronto. Lorong ini sekaligus menjadi galeri seni jalanan terbuka yang sangat populer. Dahulu, sebelum tahun 2011, area ini memiliki sejarah yang kelam sebagai gang kumuh yang menjadi pusat kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba. Namun, transformasi besar terjadi berkat beberapa momen penting, seperti digunakannya lokasi ini sebagai latar belakang segmen terkenal Rick Mercer di CBC serta adanya graffiti jam selama 24 jam yang menarik minat para seniman untuk keluar dari persembunyian. Pengunjung yang ingin datang, waktu terbaik adalah antara pukul 10 pagi hingga 3 sore saat sinar matahari memperkuat warna-warna mural, serta disarankan datang lebih awal untuk menghindari keramaian para pencari foto.

5. Toronto Music Garden, harmoni alam dan musik klasik

potret Toronto Music Garden (commons.wikimedia.org/Wladyslaw)
potret Toronto Music Garden (commons.wikimedia.org/Wladyslaw)

Toronto Music Garden merupakan sebuah taman kota yang unik di tepi pelabuhan Toronto. Desainnya terinspirasi oleh komposisi musik klasik karya Johann Sebastian Bach berjudul First Suite For Unaccompanied Cello. Taman ini lahir dari kolaborasi antara pemain selo ternama dunia, Yo-Yo Ma, dengan desainer lanskap Julie Moir Messervy. Awalnya direncanakan untuk dibangun di Boston, proyek ini akhirnya diwujudkan di Toronto dan menjadi salah satu lokasi paling mempesona di kota tersebut karena memadukan unsur seni musik dengan keindahan alam secara harmonis.

Menjelajahi sisi tersembunyi Toronto memberikan dimensi baru bagi perjalanan kamu saat hiruk pikuk Piala Dunia 2026. Di sela-sela jadwal pertandingan yang padat, menyepi sejenak di Toronto Music Garden atau menikmati suasana santai di Evergreen Brick Works akan menjadi penawar lelah yang sempurna. Semangat kompetisi sepak bola dunia dan pesona sudut-sudut kota yang autentik, liburan kamu di Toronto tidak hanya akan berkesan karena skor pertandingan, tetapi juga karena kedekatan personal yang kamu bangun dengn jiwa kota ini.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Related Articles

See More

5 Destinasi Wisata Dekat Estadio Azteca, Venue Piala Dunia 2026 di Meksiko

19 Mei 2026, 12:45 WIBTravel