Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Itinerary Fast Travel untuk Mengejar Banyak Spot dalam Sekejap

ilustrasi melihat peta
ilustrasi melihat peta (pexels.com/Pixabay)

Fast travel menjadi solusi bagi banyak orang yang ingin tetap bisa liburan di tengah waktu yang terbatas. Berbeda dengan slow travel yang menuntut waktu panjang dan ritme santai, fast travel menekankan efisiensi, perencanaan matang, dan pemilihan spot yang strategis.

Jika dirancang dengan tepat, fast travel bukan sekadar kejar tayang. Melainkan cara cerdas untuk menyerap esensi sebuah destinasi dalam waktu singkat. Berikut lima contoh itinerary fast travel yang cocok untuk kamu yang ingin menjelajah banyak tempat dalam sekejap.

1. City rush 24 jam, menaklukkan ikon kota besar

ilustrasi traveling
ilustrasi traveling (pexels.com/Samson Katt)

Itinerary ini cocok untuk kota dengan transportasi publik yang solid seperti Jakarta, Singapura, atau Kuala Lumpur. Dalam waktu 24 jam, fokuskan kunjungan pada ikon utama kota. Pagi hari dimulai dengan landmark terkenal, misalnya kawasan bersejarah atau gedung ikonik. Siang hari dialokasikan untuk wisata kuliner khas yang lokasinya berdekatan.

Adapun sore hingga malam, manfaatkan area publik seperti rooftop, taman kota, atau pusat hiburan malam. Kunci dari itinerary ini adalah meminimalkan waktu perjalanan antar spot dan memilih lokasi yang saling berdekatan. Cocok untuk business trip escape atau weekend getaway super singkat.

2. Nature express, alam padat dalam satu hari

ilustrasi traveling
ilustrasi traveling (pexels.com/Te Lensfix)

Bagi pencinta alam yang tak punya banyak waktu, itinerary Nature Express menawarkan pengalaman padat namun menyegarkan. Contohnya satu gunung ringan, satu air terjun, dan satu spot panorama dalam satu hari. Pagi hari dimulai dengan trekking singkat atau sunrise point.

Sedangkan siang diisi dengan kunjungan ke air terjun atau danau yang mudah diakses. Sore hari ditutup dengan spot foto alam seperti bukit atau gardu pandang. Itinerary ini cocok diterapkan di daerah dataran tinggi yang punya banyak destinasi alam berdekatan, seperti Bandung, Malang, atau Yogyakarta.

3. Cultural sprint, menyapu warisan budaya dalam sehari

ilustrasi solo traveling
ilustrasi solo traveling (pexels.com/Haley Black)

Itinerary fast travel ini berfokus pada nilai sejarah dan budaya. Dalam satu hari, kamu bisa mengunjungi museum utama, kawasan kota tua, pusat kerajinan, dan kuliner tradisional. Pagi dimulai dengan museum atau situs sejarah agar energi masih penuh.

Siang hari digunakan untuk eksplor kawasan budaya yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. Sore hingga malam, nikmati pertunjukan seni atau sekadar berburu makanan khas. Cultural Sprint cocok bagi traveler yang ingin memahami kota secara cepat tanpa harus tinggal lama.

4. Coastal dash, pantai-pantai favorit dalam sekali jalan

ilustrasi menyusuri garis pantai
ilustrasi menyusuri garis pantai (pexels.com/Kampus Production)

Untuk daerah pesisir, fast travel bisa difokuskan pada pantai-pantai yang berada dalam satu garis perjalanan. Misalnya, tiga hingga empat pantai dalam satu hari dengan karakter berbeda.

Contohnya pantai berpasir putih, pantai karang, dan pantai sunset. Pagi hari dimulai dari pantai yang tenang, siang menuju pantai aktivitas, dan sore ditutup di pantai dengan pemandangan matahari terbenam. Kunci itinerary ini adalah menyusun urutan lokasi agar tidak bolak-balik. Sangat cocok untuk Bali, Lombok, atau wilayah pesisir lainnya.

5. Urban nature combo, mengunjungi kota dan alam tanpa ribet

ilustrasi menikmati alam
ilustrasi menikmati alam (pexels.com/M. Venter)

Itinerary ini menggabungkan hiruk pikuk kota dan ketenangan alam dalam waktu singkat. Pagi hari digunakan untuk eksplor kota, kafe ikonik, spot foto urban, atau pusat belanja. Siang hingga sore, perjalanan dilanjutkan ke alam terdekat seperti perbukitan, hutan pinus, atau danau pinggiran kota.

Malam hari kembali ke kota untuk kuliner atau bersantai. Urban nature combo cocok untuk traveler yang ingin variasi pengalaman tanpa harus berpindah kota terlalu jauh.

Fast travel bukan tentang terburu-buru, melainkan tentang strategi. Dengan itinerary yang tepat, kamu tetap bisa mengunjungi banyak spot tanpa merasa kelelahan berlebihan. Kuncinya ada pada riset lokasi, manajemen waktu, dan kesadaran bahwa tidak semua tempat harus dieksplor secara mendalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Itinerary Fast Travel untuk Mengejar Banyak Spot dalam Sekejap

09 Feb 2026, 14:47 WIBTravel