Itinerary Seharian Keliling Lasem, Si 'Tiongkok Kecil' di Jateng yang Memukau

Lasem dikenal sebagai kota kecil dengan jejak sejarah dan budaya yang kental. Meski begitu, untuk bisa menggali kota di Jawa Tengah ini perlu persiapan matang, termasuk menyusun itinerary seharian di Lasem.
Perjalanan yang terjadwal bukan berarti jadi terbatas kok, justru kamu jadi bisa memaksimalkan waktu dari pagi sampai sore dengan rute yang efisien. Selain itu, tujuanmu jadi lebih terarah dan gak pakai bingung mau ke mana saja. Mulai dari wisata sejarah, kuliner khas, sampai spot foto estetik, semuanya bisa masuk dalam satu rangkaian perjalanan. Yuk, simak tempat-tempat yang bisa dikunjungi dalam sehari saat di Lasem berikut ini!
1. Sarapan di Kawasan Kuliner Lontong Tuyuhan Pancur

Kalau main ke Lasem, jangan lupa sarapan lontong tuyuhan. Lontong tuyuhan terdiri dari lontong berbentuk segitiga, yang kemudian dipotong-potong jadi seukuran sekali makan, disiram kuah mirip opor, dan diberi daging ayam dan tempe. Soal rasa tentu lezat karena ada perpaduan gurih dan pedas yang seimbang.
Gak perlu bingung di mana bisa makan kuliner ini. Cukup menuju Kawasan Kuliner Lontong Tuyuhan Pancur karena di sana kamu akan menemui banyak penjual mulai dari yang legendaris sampai baru. Jangan lewatkan juga segelas es kelapa sebagai minumnya, pasti pengalaman makan lontong tuyuhan makin lezat.
Alamat: Muragan, Tuyuhan, Sawah, Pancur, Rembang, Jawa Tengah
2. Kelenteng Cu An Kiong
Kelenteng Cu An Kiong dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua, sekaligus menjadi titik awal penyebaran etnis Tionghoa di Lasem karena sudah berdiri sejak abad ke-15. Kelenteng ini dibangun dengan material kayu jati, termasuk dua tiang penyangga utama yang masih asli dan belum pernah diganti hingga sekarang. Nuansa sejarahnya masih kental terasa begitu masuk ke area kelenteng yang memiliki dominasi warna merah dengan ukiran rumit di segala sisinya.
Nama Cu An Kiong sendiri memiliki arti Istana Ketentraman Welas Asih, sesuai dengan suasana tenang yang terasa di dalamnya. Ruang utama kelenteng berisi altar Tian Shang Sheng Mu yang menjadi pusat peribadatan. Menariknya, pada salah satu pintu kelenteng terdapat lukisan dua tokoh Tionghoa Lasem, Bi Nang Un dan Na Li Ni, yang dikenal mengajarkan batik kepada masyarakat setempat.
Alamat: Jalan Dasun Nomor 19, Pereng, Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
3. Lawang Ombo

Rumah Lawang Ombo jadi salah satu spot wajib untuk dikunjungi saat kamu jalan-jalan di kawasan Pecinan Jalan Dasun, Lasem yang letaknya masih berdekatan dengan Klenteng Cu An Kiong. Nah, bangunan ini sendiri berdiri di abad ke-19 dan dulu dimiliki oleh Kapten Liem King Siok, sosok penting di kalangan pedagang sekaligus pemimpin masyarakat Tionghoa Lasem.
Di balik tampilannya yang tenang, Rumah Lawang Ombo menyimpan cerita yang “panas” di zamannya. Kapten Liem King Siok pernah terlibat dalam penyelundupan candu setelah hak-hak dagang Tionghoa diambil alih oleh pemerintah Belanda. Dan rumah tersebut digunakan sebagai gudang penyimpanan candu yang disalurkan lewat lorong bawah tanah, hingga akhirnya dikenal dengan sebutan rumah candu.
Alamat: Jalan Sunan Bonang Nomor 70, Pereng, Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
4. Rumah Merah Heritage Lasem
Itinerary seharian di Lasem selanjutnya adalah mengunjungi Rumah Merah yang terkenal estetik. Sesuai namanya, bangunan lawas ini didominasi warna merah cerah yang eye-catching di mana sudah berdiri sejak era 1800-an. Sekarang, Rumah Merah dibuka untuk umum dan juga difungsikan sebagai penginapan, lho.
Kalau penasaran ingin menginap, kamu cukup menyiapkan bujet sekitar Rp200.000 sampai Rp450.000 per malam, sudah termasuk sarapan pagi. Selain menginap, kamu juga sekadar datang dan mengeksplorasi tempat ini. Ada berbagai hal menarik yang bisa dieksplorasi seperti sumur tua, pintu besi merah yang ikonik, dan nuansa Tionghoa yang kental dengan tiket masuk Rp5.000 per orang.
Alamat: Jalan Karangturi Nomor 4/7, Mahbong, Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
5. Rumah Oei

Rumah Oei jadi salah satu bangunan bersejarah yang masih mempertahankan keaslian usianya yang sudah lebih dari 200 tahun. Struktur kayunya belum pernah diubah, berpadu dengan lantai terakota berlapis semen yang memberi kesan klasik. Meski tampil sederhana, nuansa megah khas arsitektur Cina kuno abad ke-17 hingga 18 tetap terasa kuat di setiap sudutnya.
Di dalam rumah, kamu juga bisa melihat kebaya encim milik Tjioe Nio yang dipajang rapi dan penuh cerita. Detail kancingnya unik karena menampilkan foto sang suami dan dua anaknya, bikin siapa pun jadi berhenti sejenak untuk memperhatikan. Sementara itu, halaman depan rumah dimanfaatkan sebagai kedai kopi yang menyajikan aneka minuman dan camilan, termasuk kopi lelet khas Lasem yang wajib dicoba. Di sinilah kamu bisa sekalian istirahat sejenak, menikmati udara Lasem yang sejuk sambil isi perut!
Alamat: Jalan Jatirogo Nomor 10, Pandeyan, Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
6. Pantai Caruban

Pantai Caruban cocok banget dimasukkan ke dalam itinerary 24 jam di Lasem karena wisata bahari ini memberikan suasana santai dan jauh dari keramaian. Pantai ini masih terjaga kealamiannya, dengan pasir putih yang halus dan ombak yang cenderung tenang. Jadi, selain duduk-duduk santai, pengunjung aman kalau mau main air atau sekadar jalan menyusuri bibir pantai.
Menjelang sore, Pantai Caruban berubah jadi spot favorit buat menikmati senja. Langit perlahan berganti warna dengan panorama matahari terbenam yang cantik dan menenangkan. Gak heran kalau tempat ini sering direkomendasikan sebagai destinasi pas buat menutup perjalanan seharian dengan suasana yang adem dan berkesan.
Alamat: Tambak & Sawah, Gedongmulyo, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
7. Makan sate srepeh
Menjelang akhir itinerary seharian keliling Lasem, paling pas ditutup dengan menikmati sate srepeh yang legendaris. Sajian sate ayam dengan kuah kuning berbumbu khas ini bukan cuma mengenyangkan, tapi juga jadi cara sederhana untuk mengenal cita rasa lokal yang banyak ditemui di sekitar Lasem. Menikmatinya di malam hari bikin suasana perjalanan seharian terasa lebih hangat dan berkesan.
Dari pengalaman perjalanan tersebut, kamu akan menyadari betapa kuatnya identitas Lasem sebagai ‘Tiongkok Kecil’. Jejak budaya Tionghoa masih sangat terasa, hadir dari bangunan bersejarah, kelenteng, hingga tradisi yang masih terjaga. Perpaduan unik ini tak banyak ditemukan di kota lain yang membuat sayang kalau tak mampir ke sini, setidaknya sekali seumur hidup.
















