Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kawasan Peranakan Paling Ikonik di Asia Tenggara, Wajib Dikunjungi!

Phuket Old Town Thailand
Phuket Old Town Thailand (unsplash.com/Sadiq Ahmad)
Intinya sih...
  • George Town, Penang menampilkan jejak Peranakan melalui rumah berornamen khas dan museum keluarga.
  • Melaka kota tua Baba Nyonya, Malaysia, pusat sejarah Straits Chinese dengan koleksi keluarga dan kuliner khas Nyonya.
  • Katong dan Joo Chiat, Singapura, kawasan berwarna cerah dengan arsitektur, tekstil, dan kuliner Peranakan yang masih dijaga.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Peranakan adalah perpaduan budaya yang lahir dari interaksi panjang antara imigran Tionghoa dan masyarakat lokal di pesisir Asia Tenggara. Jejaknya terlihat jelas pada bangunan berwarna, motif batik khas, serta kuliner berbumbu kuat yang kaya cita rasa.

Menjelajahi kawasan Peranakan berarti mengikuti jejak sejarah perdagangan, kehidupan keluarga, dan identitas budaya yang masih bertahan hingga kini. Kawasan-kawasan di Asia Tenggara ini juga kerap menjadi bagian dari jalur wisata budaya dan destinasi warisan peranakan yang menarik untuk dikunjungi.

1. George Town, Penang

George Town Penang
George Town Penang (commons.wikimedia.org/Supanut Arunoprayote)

George Town menampilkan jejak Peranakan yang jelas melalui rumah rumah berornamen khas dan museum keluarga dengan koleksi perabot mewah. Menyusuri kawasan warisan dunia ini membantu memahami perkembangan kehidupan Baba dan Nyonya di tengah masyarakat multikultural.

Salah satu ikon yang harus dikunjungi adalah mansion yang direstorasi menjadi museum dan menampilkan kain, perhiasan, dan dekorasi khas Peranakan. Suasana kota tua yang dilindungi warisan dunia menambah nilai pengalaman saat berjalan kaki dari satu rumah bersejarah ke tempat lain.

2. Melaka kota tua Baba Nyonya, Malaysia

Melaka
Melaka (commons.wikimedia.org/Marcin Konsek)

Melaka dikenal sebagai pusat sejarah Straits Chinese dan menjadi rumah bagi museum museum yang menjaga tradisi Baba Nyonya. Di tempat ini dapat ditemukan koleksi keluarga, perlengkapan upacara, serta arsitektur rumah toko yang menggambarkan kehidupan keluarga Peranakan pada masa lalu.

Selain wisata sejarah, Melaka juga menawarkan kekayaan kuliner khas Nyonya yang memadukan bumbu Melayu dengan teknik memasak Tionghoa. Menyusuri kawasan warisan kota ini menghadirkan suasana masa lampau lewat deretan toko kerajinan dan kafe kafe kecil yang masih terawat.

3. Katong dan Joo Chiat, Singapura

Joo Chiat
Joo Chiat (commons.wikimedia.org/Kate Branch)

Katong dan Joo Chiat merupakan kawasan di Singapura yang dikenal dengan deretan rumah Peranakan berwarna cerah dan fasad penuh ornamen. Kawasan ini menjadi salah satu lokasi terbaik untuk melihat perpaduan arsitektur, tekstil, dan kuliner Peranakan yang masih dijaga oleh komunitas setempat.

Tidak hanya dari bangunan, kekayaan budaya juga terasa lewat sajian seperti laksa dan aneka kue tradisional. Kawasan ini memperlihatkan bagaimana tradisi Peranakan tetap bertahan dan menyesuaikan diri dengan kehidupan modern tanpa kehilangan jati diri.

4. Phuket Old Town, Thailand

Phuket Old Town Thailand
Phuket Old Town Thailand (unsplash.com/set.sj)

Phuket Old Town menampilkan pengaruh Peranakan yang kuat lewat bangunan berornamen dan cita rasa khas pada masakannya. Sejarah migrasi dan pernikahan antar komunitas pesisir membentuk perpaduan budaya yang terlihat jelas pada motif hias dan kebiasaan sehari hari.

Menyusuri jalan jalan tua Phuket memperlihatkan deretan toko antik dan rumah bersejarah dengan detail dekoratif bergaya Peranakan. Kawasan ini menghadirkan sudut pandang unik karena perpaduan budaya tersebut tumbuh berdampingan dengan tradisi Thailand yang masih sangat kental.

5. Pesisir utara Jawa Indonesia, terutama Lasem dan Semarang

Lasem
Lasem (jadesta.kemenpar.go.id)

Di pesisir utara Jawa terdapat komunitas Peranakan yang kaya tradisi, terlihat pada batik dan arsitektur yang berpadu dengan budaya Jawa. Jejak Peranakan di kawasan ini telah berlangsung lama dan masih hidup dalam aktivitas sehari hari serta kerajinan lokal.

Kota kota seperti Lasem memperlihatkan perpaduan tersebut melalui motif batik dan tata ruang rumah tinggal. Kawasan ini menjadi pilihan tepat untuk melihat ragam budaya Peranakan yang berkembang luas di Nusantara.

Menjelajah lima kawasan Peranakan ini seperti menelusuri kisah hidup yang menghubungkan perdagangan, seni, dan pertemuan budaya di Asia Tenggara. Setiap destinasi memiliki ciri khas tersendiri yang layak masuk dalam rencana perjalanan bagi siapa pun yang ingin merasakan pengalaman budaya yang autentik dan bermakna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in Travel

See More

4 Tanda Kamu Perlu Memperlambat Langkah saat Mendaki Gunung

08 Feb 2026, 09:20 WIBTravel