Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Keunikan Wae Rebo, Desa Adat di Atas Awan yang Memesona
ilustrasi Wae Rebo (pexels.com/ 1918s _)
  • Wae Rebo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, berada sekitar 1.200 meter di atas laut dan dikenal sebagai kampung di atas awan karena kabut pegunungannya.
  • Desa ini mempertahankan Mbaru Niang berbahan alami serta upacara wae lu'u untuk menyambut tamu, sebagai bagian adat yang terus dijalankan masyarakat.
  • Warga hidup dekat dengan alam melalui pertanian, sementara pelestarian rumah adat dan budaya Wae Rebo meraih UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia punya banyak desa wisata dengan pemandangan indah, tetapi Wae Rebo menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda. Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, desa adat di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini sering diselimuti kabut sehingga mendapat julukan sebagai kampung di atas awan.

Namun, daya tarik Wae Rebo bukan hanya soal panorama pegunungan. Desa ini juga dikenal karena masyarakatnya yang masih memegang teguh adat istiadat yang diwariskan turun-temurun. Itulah yang membuat banyak wisatawan rela berjalan kaki selama beberapa jam demi bisa merasakan suasana khas Wae Rebo secara langsung.

1. Rumah adat Mbaru Niang yang bentuknya sangat unik

ilustrasi rumah adat Mbaru Niang (commons.wikimedia.org/ Jakub Hałun)

Hal pertama yang langsung menarik perhatian saat tiba di Wae Rebo adalah deretan rumah adat Mbaru Niang. Bentuknya menyerupai kerucut dengan atap yang hampir menyentuh tanah. Arsitektur seperti ini sudah dipertahankan selama ratusan tahun dan menjadi identitas masyarakat setempat.

Rumah adat tersebut dibangun menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu, bambu, dan ijuk. Meski terlihat sederhana, bangunan ini dirancang agar tetap nyaman menghadapi udara pegunungan yang dingin sekaligus mampu bertahan dari berbagai kondisi cuaca.

2. Masih menjalankan upacara adat untuk menyambut tamu

ilustrasi wae lu'u (commons.wikimedia.org/ AdhyTjah)

Sebelum menikmati suasana desa, setiap tamu biasanya akan mengikuti upacara penyambutan yang dikenal sebagai wae lu'u. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus permohonan agar para tamu diberi keselamatan selama berada di Wae Rebo.

Upacara berlangsung dengan suasana yang tenang dan penuh makna. Bagi masyarakat setempat, tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari yang tetap dijaga sampai sekarang.

3. Lokasinya berada di tengah pegunungan yang masih asri

ilustrasi berada di tengah pegunungan (commons.wikimedia.org/ Wayan Yatika)

Untuk mencapai Wae Rebo, kamu harus melakukan perjalanan trekking melewati hutan dan jalur pegunungan. Meski cukup menguras tenaga, perjalanan tersebut justru menjadi bagian yang paling dinantikan banyak wisatawan karena pemandangannya sangat indah.

Sesampainya di desa, kamu akan disambut udara yang sejuk, hamparan perbukitan hijau, serta kabut yang sering turun terutama pada pagi dan sore hari. Suasana seperti ini membuat Wae Rebo terasa jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

4. Kehidupan masyarakat masih sangat dekat dengan alam

ilustrasi alam Wae Rebo (commons.wikimedia.org/ Jakub Hałun)

Sebagian besar warga Wae Rebo bekerja sebagai petani yang mengandalkan alam sebagai sumber penghidupan. Mereka menanam kopi, sayuran, dan berbagai tanaman lainnya dengan cara yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain bertani, masyarakat juga memanfaatkan bahan-bahan alami untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk membangun rumah dan membuat perlengkapan tradisional. Gaya hidup sederhana inilah yang membuat suasana desa tetap terasa alami dan nyaman.

5. Diakui sebagai warisan budaya yang membanggakan Indonesia

ilustrasi Wae Rebo sebagai warisan budaya (commons.wikimedia.org/ Fitri Mayeni)

Keunikan Wae Rebo membuat desa ini mendapat perhatian dunia. Kawasan ini pernah menerima penghargaan UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation berkat upaya masyarakat dalam menjaga rumah adat dan warisan budaya mereka.

Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap punya nilai tinggi di mata dunia. Meski mulai dikenal wisatawan dari berbagai negara, masyarakat Wae Rebo tetap menjaga adat, budaya, dan kehidupan sehari-hari agar tidak berubah oleh perkembangan zaman.

Wae Rebo membuktikan bahwa keindahan sebuah destinasi bukan hanya datang dari alamnya, tetapi juga dari budaya yang tetap dijaga oleh masyarakatnya. Itulah yang membuat desa ini punya daya tarik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Saat berkunjung ke Wae Rebo, kamu bukan cuma menikmati pemandangan pegunungan yang sejuk, tetapi juga bisa melihat langsung kehidupan masyarakat adat yang masih berjalan seperti dulu. Pengalaman seperti ini sering kali justru menjadi bagian yang paling berkesan dari sebuah perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article