Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pasar Tradisional Korea Selatan yang Wajib Dikunjungi Pencinta Kuliner
ilustrasi pasar tradisional di Korea Selatan (pexels.com/Yena Kwon)
  • Gwangjang Market di Seoul menawarkan beragam street food populer seperti bindaetteok, mayak gimbap, kalguksu, sundae, dan yukhoe dalam suasana pasar yang ramai.
  • Tongin Market memakai koin yeopjeon untuk memilih lauk dosirak, sedangkan Mangwon Market menyediakan makanan siap santap yang cocok dibawa piknik ke tepi Sungai Han.
  • Gyeongdong Market menonjolkan hasil pertanian, ginseng, dan herbal, sementara Jagalchi Market di Busan menjadi tujuan utama untuk melihat serta menikmati hasil laut segar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berwisata ke Korea Selatan tidak lengkap rasanya tanpa mencicipi kuliner lokalnya. Selain restoran dan kafe yang semakin menjamur, pasar tradisional menjadi tempat menarik untuk mengenal makanan Korea dalam suasana yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Di tempat seperti ini, wisatawan dapat menemukan jajanan kaki lima, hidangan rumahan, bahan makanan segar, hingga makanan khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Menariknya, setiap pasar tradisional memiliki karakter yang berbeda. Ada yang terkenal sebagai surga street food, ada yang menawarkan pengalaman makan dengan sistem koin tradisional, sementara pasar lainnya lebih dikenal dengan hasil laut atau bahan makanan lokal. Kalau kamu pencinta kuliner dan sedang merencanakan perjalanan ke Korea Selatan, berikut lima pasar tradisional yang menarik untuk dimasukkan ke dalam itinerary!

1. Gwangjang Market

ilustrasi Gwangjang Market di Korea Selatan (unsplash.com/Mike Swigunski)

Bagi wisatawan yang ingin mencoba berbagai street food Korea dalam satu tempat, Gwangjang Market di Seoul bisa menjadi pilihan utama. Pasar ini merupakan salah satu pasar tradisional paling terkenal di Seoul dan memiliki area khusus makanan yang dipenuhi kios-kios kuliner. Gwangjang bahkan dikenal sebagai pasar permanen pertama di Korea.

Beberapa makanan yang populer di sini antara lain bindaetteok, yaitu panekuk gurih berbahan dasar kacang hijau, mayak gimbap yang berukuran kecil, kalguksu atau mi yang dibuat dengan tangan, sundae, serta yukhoe atau beef tartare. Suasana pasar yang ramai membuat pengalaman menyantap makanan terasa berbeda dibandingkan makan di restoran. Kalau ingin mencoba beberapa hidangan sekaligus, datang dengan perut kosong bisa menjadi strategi yang tepat.

2. Tongin Market

ilustrasi Tongin Market di Korea Selatan (YouTube.com/Kimbab Family)

Tongin Market menawarkan pengalaman kuliner yang sedikit berbeda karena pengunjung dapat menggunakan koin khusus yang disebut yeopjeon untuk membeli makanan. Konsep ini menjadi bagian dari Tongin Dosirak Café, tempat wisatawan membeli sejumlah koin kemudian berkeliling pasar untuk memilih makanan dari kios-kios yang berpartisipasi. Makanan yang dipilih nantinya dikumpulkan menjadi satu kotak makan atau dosirak.

Sistem tersebut membuat kegiatan makan terasa seperti berburu makanan. Kamu bisa memilih berbagai lauk dalam porsi kecil sesuai jumlah koin yang dimiliki, kemudian menyantap semuanya dalam satu kotak. Salah satu makanan yang cukup identik dengan pasar ini adalah gireum tteokbokki, yaitu tteokbokki yang dimasak dengan cara ditumis menggunakan minyak dan bumbu, bukan disajikan dengan saus merah yang biasanya ditemukan di banyak tempat.

3. Mangwon Market

ilustrasi Mangwon Market di Korea Selatan (YouTube.com/Kimbab Family)

Kalau ingin menikmati kuliner pasar sambil merasakan suasana lokal Seoul, Mangwon Market bisa menjadi pilihan menarik. Pasar ini berada tidak jauh dari Mangnidan-gil dan Hangang Park, sehingga wisatawan dapat membeli berbagai makanan di pasar terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan untuk piknik di tepi Sungai Han.

Mangwon Market memang tidak sebesar beberapa pasar tradisional lainnya, tetapi memiliki banyak pilihan makanan ringan dan hidangan siap santap. Beberapa di antaranya adalah ayam goreng dan ayam berbumbu, jokbal atau kaki babi rebus berbumbu, cabai hijau goreng, serta berbagai jajanan lainnya. Konsepnya cocok untuk wisatawan yang ingin membeli beberapa makanan dalam porsi berbeda dan mencicipinya bersama teman atau keluarga.

4. Gyeongdong Market

ilustrasi Gyeongdong Market di Korea Selatan (YouTube.com/Walking On)

Berbeda dari Gwangjang atau Mangwon yang lebih identik dengan jajanan siap santap, Gyeongdong Market di kawasan Cheongnyangni menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan bahan makanan dan hasil bumi Korea. Pasar ini telah berdiri sejak 1960 dan awalnya berfokus pada hasil pertanian. Kini, pasar tersebut juga dikenal dengan produk pertanian, hasil laut, tanaman herbal, serta berbagai bahan obat tradisional.

Salah satu bagian yang membuat Gyeongdong Market menarik adalah kawasan ginseng dan obat herbalnya. Bahkan, area tersebut disebut sebagai salah satu kawasan khusus ginseng dan obat herbal terbesar di Korea. Bagi wisatawan yang ingin memahami bahan-bahan yang digunakan dalam kuliner dan pengobatan tradisional Korea, pasar ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari pasar yang hanya berfokus pada street food.

5. Jagalchi Market

ilustrasi Jagalchi market di Busan, Korea Selatan (pexels.com/Bruna Santos)

Jika perjalananmu berlanjut ke Busan, jangan lewatkan Jagalchi Market, salah satu destinasi kuliner yang paling terkenal di kota tersebut. Berbeda dari pasar-pasar di Seoul yang banyak menawarkan jajanan dan makanan ringan, Jagalchi memiliki karakter yang sangat kuat sebagai pasar hasil laut.

Di sini, wisatawan dapat melihat beragam hasil laut segar yang dijual oleh pedagang lokal dan menemukan berbagai hidangan berbahan seafood. Pengalaman mengunjungi Jagalchi juga memberikan gambaran tentang hubungan erat Busan dengan laut dan aktivitas perikanannya. Bagi pecinta makanan laut, pasar ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari wisata street food di pusat Seoul.

Kelima pasar tersebut menunjukkan bahwa pasar tradisional Korea Selatan tidak hanya menjadi tempat untuk membeli makanan. Jadi, kalau kamu ingin mengenal kuliner Korea Selatan lebih jauh, jangan hanya mengandalkan restoran atau tempat makan yang viral. Menyempatkan diri mengunjungi pasar tradisional bisa menjadi cara menarik untuk mencicipi makanan lokal sekaligus melihat kehidupan sehari-hari masyarakat Korea dari dekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article