Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Liburan Hemat saat High Season tanpa Mengorbankan Kenyamanan
ilustrasi wisata ramai (pexels.com/Eugenio Felix)
  • Pesan transportasi dan penginapan lebih awal, bandingkan total biaya serta ketentuan pembatalan agar pilihan nyaman tetap sesuai anggaran.
  • Bersikap fleksibel memilih tanggal dan destinasi, lalu susun agenda berdasarkan lokasi serta prioritas untuk menghemat waktu dan transportasi.
  • Kombinasikan aktivitas gratis dan berbayar, manfaatkan promo yang relevan, serta pisahkan anggaran harian dari dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Liburan saat musim ramai atau high season memang punya daya tarik tersendiri, mulai dari suasana destinasi yang lebih hidup hingga beragam acara menarik yang sayang untuk dilewatkan. Namun, tingginya permintaan tiket transportasi, penginapan, dan tempat wisata sering membuat biaya perjalanan melonjak jauh di atas perkiraan. Kalau gak direncanakan dengan cermat, anggaran liburan bisa terkuras hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar selama perjalanan.

Meski begitu, liburan hemat saat high season bukan berarti harus rela tidur di tempat yang kurang nyaman atau melewatkan pengalaman menarik demi menghemat uang. Kuncinya terletak pada kemampuan mengatur prioritas, membaca pola harga, dan memilih pengeluaran yang benar-benar memberi manfaat selama perjalanan. Supaya liburan tetap menyenangkan tanpa membuat kondisi keuangan berantakan setelah pulang, yuk terapkan lima tips berikut!

1. Pesan transportasi dan penginapan dengan strategi waktu yang tepat

ilustrasi menggunakan HP dan laptop (pexels.com/Airam Dato-on)

Memesan tiket pesawat dan penginapan jauh sebelum tanggal keberangkatan dapat memberi lebih banyak pilihan harga sekaligus mengurangi risiko kehabisan tempat. Saat high season, tarif cenderung meningkat karena permintaan melonjak, terutama pada akhir pekan, libur sekolah, dan tanggal merah yang berdekatan. Dengan mulai mencari sejak jauh hari, peluang memperoleh jadwal perjalanan yang sesuai anggaran dan tempat menginap yang nyaman juga menjadi lebih besar.

Namun, memesan lebih awal bukan berarti harus langsung membeli pilihan pertama yang muncul di layar. Bandingkan harga dari beberapa penyedia, periksa ketentuan pembatalan, serta hitung biaya tambahan seperti bagasi, sarapan, dan transportasi menuju penginapan. Pilihan dengan harga awal paling murah belum tentu paling ekonomis jika ternyata membutuhkan banyak pengeluaran tambahan selama perjalanan.

2. Pilih destinasi dan tanggal perjalanan secara fleksibel

ilustrasi pria menggunakan laptop (pexels.com/Atlantic Ambience)

Fleksibilitas menjadi salah satu cara paling efektif untuk menekan biaya liburan tanpa mengurangi kualitas pengalaman. Jika memungkinkan, hindari keberangkatan tepat pada puncak musim liburan dan pertimbangkan tanggal di sekitar periode tersebut ketika permintaan mulai mereda. Selisih waktu beberapa hari saja terkadang dapat membuka pilihan tiket dan penginapan dengan harga yang lebih bersahabat.

Hal serupa berlaku saat memilih destinasi, terutama jika tujuan utama perjalanan adalah menikmati suasana dan pengalaman baru, bukan sekadar mengunjungi tempat yang sedang populer. Kota kecil, kawasan pinggiran, atau destinasi alternatif di dekat lokasi wisata utama bisa menawarkan pengalaman menarik dengan biaya yang lebih terkendali. Meski demikian, tetap perhitungkan akses transportasi, kondisi cuaca, serta fasilitas yang tersedia agar penghematan gak berujung pada perjalanan yang merepotkan.

3. Susun rencana perjalanan berdasarkan lokasi dan prioritas

ilustrasi HP dan traveling (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Menyusun rencana perjalanan berdasarkan kedekatan lokasi dapat membantu mengurangi pengeluaran transportasi sekaligus menghemat waktu selama liburan. Alih-alih berpindah dari satu ujung kota ke ujung lainnya dalam sehari, kelompokkan tempat wisata yang berada dalam satu kawasan agar lebih mudah dijangkau. Cara ini juga memberi kesempatan untuk menikmati setiap destinasi dengan santai tanpa harus terus mengejar jadwal berikutnya.

Selain mempertimbangkan jarak, tentukan pengalaman yang paling penting sebelum berangkat agar anggaran gak habis untuk aktivitas yang sebenarnya kurang menarik. Sisihkan dana lebih besar untuk kegiatan yang menjadi tujuan utama, lalu pilih alternatif yang lebih terjangkau untuk aktivitas pendamping. Jangan lupa menyediakan waktu luang di antara agenda karena perjalanan yang terlalu padat justru dapat memicu pengeluaran tak terduga, seperti biaya transportasi tambahan saat terlambat atau kelelahan.

4. Manfaatkan fasilitas gratis dan keuntungan dari pemesanan

ilustrasi tiket wisata Jepang (unsplash.com/Xie lipton)

Banyak destinasi menawarkan pengalaman menarik yang gak selalu membutuhkan tiket masuk mahal, seperti taman kota, kawasan bersejarah, jalur pejalan kaki, atau pertunjukan publik pada waktu tertentu. Aktivitas semacam ini dapat menjadi selingan yang menyenangkan di antara kunjungan ke tempat wisata berbayar. Dengan menyusun kombinasi kegiatan gratis dan berbayar, pengalaman liburan tetap beragam tanpa harus menghabiskan anggaran setiap kali keluar dari penginapan.

Di sisi lain, periksa juga apakah tersedia paket wisata, tiket terusan, potongan harga resmi, atau keuntungan pemesanan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan. Namun, jangan mudah tergoda oleh promo yang terlihat besar jika fasilitasnya gak benar-benar diperlukan atau justru mendorong pengeluaran tambahan. Hitung total biaya setelah diskon, perhatikan syarat penggunaan, dan pastikan jadwalnya sesuai agar keuntungan yang diperoleh benar-benar terasa.

5. Siapkan anggaran harian dan dana cadangan secara terpisah

ilustrasi uang (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Anggaran perjalanan sebaiknya gak hanya mencakup tiket, penginapan, dan biaya masuk tempat wisata, tetapi juga kebutuhan harian seperti makan, air minum, transportasi lokal, serta biaya tak terduga. Tentukan batas pengeluaran harian berdasarkan kemampuan keuangan, lalu pisahkan dana untuk kebutuhan pokok dan hiburan agar pengeluaran lebih mudah dikendalikan. Dengan cara ini, keputusan kecil selama liburan dapat dibuat secara lebih sadar tanpa harus terus merasa khawatir kehabisan uang.

Dana cadangan juga penting karena musim ramai dapat menghadirkan situasi yang sulit diprediksi, mulai dari perubahan jadwal transportasi hingga kebutuhan menginap tambahan. Sisihkan sejumlah uang khusus yang gak digunakan untuk belanja atau aktivitas tambahan, lalu manfaatkan hanya ketika benar-benar diperlukan. Setelah perjalanan selesai, evaluasi pengeluaran untuk mengetahui bagian yang paling menyedot biaya sehingga rencana liburan berikutnya dapat disusun dengan lebih matang.

Liburan saat high season tetap bisa terasa nyaman tanpa harus mengeluarkan uang secara berlebihan jika setiap keputusan dibuat dengan pertimbangan yang tepat. Fokuslah pada pengalaman yang paling berarti, bukan pada banyaknya tempat yang berhasil dikunjungi atau mahalnya fasilitas yang digunakan. Dengan perencanaan yang cermat, pengeluaran yang terkontrol, dan ruang untuk menikmati perjalanan secara santai, liburan menyenangkan tetap bisa terwujud tanpa meninggalkan beban keuangan setelah kembali ke rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article