Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Kota di Dunia yang Bebas Asap Rokok, Traveling Makin Sehat dan Nyaman

7 Kota di Dunia yang Bebas Asap Rokok, Traveling Makin Sehat dan Nyaman
ilustrasi negara Singapura (pexels.com/Cyrill)
Share Article

Liburan sekarang bukan cuma soal mencari tempat indah untuk difoto atau destinasi viral yang ramai di media sosial. Banyak wisatawan, terutama dari generasi muda mulai mempertimbangkan kualitas hidup dan kenyamanan selama bepergian. Salah satu faktor yang makin diperhatikan adalah kualitas udara dan budaya bebas asap rokok di suatu kota. Bayangkan berjalan santai di trotoar bersih, duduk di kafe outdoor tanpa terganggu asap rokok, atau menikmati taman kota dengan udara yang terasa lebih segar. Pengalaman seperti ini mulai menjadi bagian penting dari tren wisata sehat—yang berkembang pesat di berbagai negara.

Fenomena tersebut membuat sejumlah kota di dunia berlomba menciptakan lingkungan urban yang lebih ramah bagi pejalan kaki, keluarga, dan wisatawan non-perokok. Mereka menerapkan regulasi ketat soal area merokok, memperluas zona bebas asap, hingga menghadirkan ruang publik yang lebih sehat. Hasilnya bukan cuma kota yang lebih nyaman dihuni, tetapi juga destinasi wisata yang terasa lebih bersih, modern, dan berkualitas. Menariknya, beberapa kota ini bahkan berhasil mengubah citra mereka menjadi simbol gaya hidup sehat dan urban living masa depan.

Berikut tujuh kota di dunia yang terkenal dengan budaya bebas asap rokok dan bikin pengalaman traveling terasa jauh lebih nyaman.

1. Singapura

ilustrasi Garden's by the Bay di Singapore
ilustrasi Garden's by the Bay di Singapore (pexels.com/alleksana)

Singapura sering dianggap sebagai salah satu kota paling disiplin dan bersih di dunia, termasuk dalam urusan pengendalian rokok. Pemerintah negara kota ini menerapkan aturan ketat mengenai area merokok di ruang publik. Wisatawan tidak bisa sembarangan merokok di halte, taman, jalur pedestrian, bahkan area dekat gedung umum. Selain itu, pelanggaran aturan merokok di area terlarang bisa dikenai denda cukup besar, sehingga budaya disiplin masyarakat terbentuk dengan sangat kuat.

Bagi wisatawan, kondisi ini membuat pengalaman berjalan kaki di Singapura terasa sangat nyaman. Kawasan populer, seperti Orchard Road, Marina Bay, atau Gardens by the Bay terasa bersih dan minim asap rokok. Banyak traveler merasa lebih leluasa menikmati wisata kuliner outdoor tanpa terganggu bau asap yang menyengat. Bahkan sistem transportasi publik di Singapura juga dikenal sangat bersih dan bebas dari polusi asap rokok. Tentunya hal ini menciptakan pengalaman urban tourism yang terasa modern dan sehat.

Selain regulasi ketat, Singapura juga aktif mengampanyekan gaya hidup sehat kepada masyarakatnya. Pemerintah terus memperluas zona bebas asap rokok dan membatasi iklan produk tembakau. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang tobacco control, Singapura termasuk negara dengan kebijakan pengendalian tembakau paling agresif di Asia Tenggara. Hal ini membuat kota tersebut sering dijadikan contoh sukses urban wellness di tingkat global.

2. Tokyo

ilustrasi distrik Ginza di Tokyo
ilustrasi distrik Ginza di Tokyo (pexels.com/Fernando B M)

Meski Jepang dulu memiliki budaya merokok yang cukup kuat, Tokyo berhasil berubah menjadi kota yang jauh lebih ramah bagi non-perokok dalam satu dekade terakhir. Pemerintah metropolitan Tokyo memperketat aturan merokok menjelang Olimpiade Tokyo 2020—dengan melarang aktivitas merokok di banyak ruang publik dan restoran kecil. Kebijakan ini dibuat untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kenyamanan wisatawan internasional.

Menariknya, Tokyo memiliki sistem smoking area yang sangat teratur. Perokok biasanya diarahkan ke ruang khusus tertutup sehingga trotoar dan area publik tetap nyaman digunakan semua orang. Karena itu, wisatawan yang berjalan di distrik ramai, seperti Shibuya, Ginza, atau Shinjuku tetap bisa menikmati suasana kota tanpa terganggu asap rokok. Kota ini terasa pun unik, karena berhasil memadukan kepadatan urban dengan kebersihan dan keteraturan yang tinggi.

Selain itu, budaya masyarakat Jepang yang disiplin membuat aturan bebas asap lebih mudah diterapkan. Banyak kafe, hotel, dan restoran kini menyediakan area non-smoking yang sangat nyaman. Oleh sebab itu, Jepang dan khususnya Tokyo terus mengalami penurunan tingkat konsumsi rokok dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan tersebut membuat Tokyo semakin menarik bagi wisatawan yang mengutamakan kenyamanan dan kualitas udara selama traveling.

3. Melbourne

ilustrasi Yarra River di Melbourne
ilustrasi Yarra River di Melbourne (pexels.com/Derek Keats)

Melbourne dikenal sebagai salah satu kota paling livable di dunia. Salah satu alasannya adalah kualitas lingkungan urban yang sangat baik. Pemerintah Australia menerapkan kebijakan anti rokok yang ketat, termasuk larangan merokok di banyak area publik seperti halte, stadion, taman bermain, hingga area makan outdoor. Kebijakan ini berhasil menurunkan jumlah perokok secara signifikan dalam dua dekade terakhir.

Bagi wisatawan, Melbourne terasa sangat nyaman untuk aktivitas jalan kaki dan café hopping. Kota ini terkenal dengan budaya nongkrong di kafe outdoor, tetapi suasananya tetap terasa bersih dan minim asap rokok. Kawasan seperti Hosier Lane, Federation Square, dan Yarra River Promenade menawarkan pengalaman wisata urban yang santai tanpa polusi asap berlebihan. Tidak heran jika banyak traveler menganggap Melbourne sebagai salah satu kota paling sehat untuk dijelajahi.

Selain regulasi pemerintah, masyarakat Australia juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan publik. Harga rokok yang sangat mahal membuat konsumsi tembakau semakin menurun. Pajak tinggi terhadap produk tembakau menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi angka perokok. Dampaknya terasa langsung pada kualitas udara kota yang lebih baik dan pengalaman wisata yang lebih nyaman bagi semua orang.

4. Vancouver

ilustrasi taman bebas rokok di Vancouver
ilustrasi taman bebas rokok di Vancouver (pexels.com/Luis Andrade)

Vancouver sering dipuji karena perpaduan antara alam dan kualitas hidup urban yang sangat baik. Kota ini memiliki kebijakan bebas asap rokok yang cukup progresif, terutama di taman, pantai, dan ruang publik. Bahkan, banyak area publik di kota ini telah menerapkan smoke-free policy demi menjaga kualitas udara dan kenyamanan masyarakat.

Berkeliling Vancouver terasa menyenangkan karena udara kota relatif bersih dan segar. Wisatawan bisa menikmati Stanley Park, seawall, atau kawasan waterfront tanpa harus terus-menerus mencium asap rokok. Hal ini membuat aktivitas outdoor, seperti jogging, bersepeda, atau piknik terasa jauh lebih nyaman dibanding banyak kota besar lainnya di dunia.

Selain itu, Vancouver juga dikenal sebagai kota yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat. Banyak warga lokal memilih berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan aktivitas outdoor setiap hari. Kebijakan kesehatan publik yang kuat menjadi bagian penting dari identitas kota ini. Karena itu, Vancouver sering dianggap sebagai salah satu destinasi ideal untuk wisatawan yang mencari pengalaman traveling sehat dan ramah lingkungan.

5. Copenhagen

ilustrasi Tivoli Gardens di Copenhagen
ilustrasi Tivoli Gardens di Copenhagen (pexels.com/Ruts Vakulenko)

Copenhagen memiliki reputasi sebagai kota masa depan yang sangat ramah bagi kesehatan publik dan lingkungan. Pemerintah Denmark menerapkan aturan ketat mengenai merokok di restoran, transportasi umum, dan area kerja. Kebijakan ini bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih sehat sekaligus menekan angka penyakit akibat tembakau.

Wisatawan yang datang ke Copenhagen biasanya langsung merasakan suasana kota yang bersih, tenang, dan nyaman untuk berjalan kaki atau bersepeda. Budaya cycling yang sangat kuat membuat kualitas udara kota relatif baik dibanding banyak ibu kota Eropa lainnya. Area wisata, seperti Nyhavn atau Tivoli Gardens terasa lebih menyenangkan karena minim asap rokok di ruang publik.

Selain itu, masyarakat Denmark terkenal sangat sadar terhadap konsep work-life balance dan kualitas hidup. Banyak kafe dan restoran di Copenhagen mengutamakan kenyamanan nonperokok dengan area outdoor yang bersih dan sehat. Bahkan, Denmark termasuk negara Eropa yang aktif mendorong kebijakan smoke-free environment dalam beberapa tahun terakhir.

6. New York City

ilustrasi Central Park di New York City
ilustrasi Central Park di New York City (pexels.com/Federico Abis)

New York City mungkin dikenal sebagai kota sibuk yang penuh hiruk-pikuk, tetapi kota ini juga termasuk pelopor kebijakan anti rokok di ruang publik. Pemerintah kota melarang merokok di taman, pantai, pedestrian plaza, dan banyak area publik lainnya sejak awal 2010-an. Aturan tersebut dibuat untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok pasif.

Perubahan ini membuat pengalaman wisata di New York terasa jauh lebih nyaman dibanding era sebelumnya. Wisatawan kini bisa duduk santai di Central Park, Times Square, atau High Line tanpa terlalu terganggu asap rokok. Selain itu, semakin banyak restoran dan rooftop bar yang menerapkan area bebas asap—demi mengikuti tren gaya hidup sehat masyarakat urban modern.

New York juga menunjukkan bagaimana kebijakan kesehatan publik dapat mengubah budaya kota besar secara perlahan. Bahkan, tingkat perokok dewasa di New York terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Hasilnya bukan cuma kota yang lebih sehat, tetapi juga pengalaman wisata urban yang terasa lebih bersih dan modern.

7. Reykjavík

ilustrasi kota Reykjavik yang bebas rokok
ilustrasi kota Reykjavik yang bebas rokok (pexels.com/Lekko Ponad)

Reykjavík mungkin tidak sebesar kota-kota lain dalam daftar ini, tetapi ibu kota Islandia tersebut dikenal memiliki kualitas udara terbaik di dunia. Kebijakan pengendalian rokok di Islandia cukup ketat, terutama di area publik dan fasilitas umum. Tak hanya itu, negara ini juga aktif mengampanyekan gaya hidup sehat, serta menekan konsumsi produk tembakau di kalangan masyarakat muda.

Bagi wisatawan, Reykjavík menawarkan pengalaman traveling yang sangat berbeda karena udara kota terasa luar biasa segar. Berjalan di pusat kota, menikmati kafe kecil, atau melihat aurora tanpa terganggu asap rokok menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Ditambah lagi, lingkungan alam Islandia yang masih sangat terjaga membuat kota ini terasa seperti destinasi healing modern.

Selain bebas asap, Reykjavík juga terkenal dengan budaya hidup sehat masyarakatnya. Banyak warga aktif berjalan kaki, berenang di geothermal pool, dan menikmati alam terbuka. Tak heran jika Islandia termasuk negara dengan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat yang sangat tinggi. Karena itu, Reykjavík menjadi contoh, bagaimana kota kecil bisa menghadirkan pengalaman wisata yang sehat sekaligus berkesan.

Tren wisata sehat tampaknya akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas hidup dan lingkungan. Banyak traveler modern kini tidak hanya mencari destinasi cantik, tetapi juga kota yang nyaman, bersih, dan mendukung kesehatan fisik maupun mental. Kehadiran ruang publik bebas asap rokok menjadi salah satu indikator penting. Bagaimana sebuah kota menghargai kenyamanan warganya sekaligus wisatawan yang datang berkunjung.

Menariknya, kota-kota dalam daftar ini membuktikan bahwa kebijakan kesehatan publik tidak selalu membuat suasana kota terasa kaku atau membosankan. Sebaliknya, ruang urban yang lebih bersih justru menciptakan pengalaman traveling yang lebih menyenangkan, santai, dan berkualitas. Dari jalanan futuristik Singapore hingga udara segar Reykjavík, semuanya menunjukkan bahwa masa depan pariwisata mungkin akan semakin dekat dengan konsep wellness dan hidup sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Tiket TMII Diskon 50 Persen Khusus Anak, Bisa Naik Kereta Gantung

22 Jun 2026, 14:30 WIBTravel