Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Wisata Unik di Spanyol, Ada Desa yang Menyatu dengan Tebing
ilustrasi destinasi wisata unik di Spanyol (pexels.com/Igor Passchier)

Spanyol selalu identik dengan Barcelona, Madrid, atau deretan pantai indah di pesisir Mediterania. Selain itu, negeri di Semenanjung Iberia ini juga menyimpan banyak destinasi anti-mainstream yang menawarkan pengalaman yang takbiasa. Mulai dari desa yang berdiri di bawah tebing batu raksasa, gurun yang tampak seperti permukaan Mars, hingga bekas tambang emas Romawi yang berubah menjadi lanskap merah spektakuler.

Keunikan destinasi-destinasi tersebut bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan kisah geologi, sejarah, dan budaya yang telah bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun. Kalau kamu berencana menjelajahi sisi lain Spanyol atau bahkan mencari inspirasi liburan yang tidak biasa, tujuh tempat berikut layak masuk daftar destinasi impianmu. Cek yuk!

1. Setenil de las Bodegas, desa yang menyatu dengan tebing batu

potret Setenil de las Bodegas (pexels.com/PABLO GÓMEZ)

Sekilas, Setenil de las Bodegas tampak seperti desa kecil yang tenang di kawasan Andalusia, Spanyol. Namun, begitu memasuki pusat permukimannya, kamu akan disambut pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Alih-alih membangun rumah di atas bukit, penduduk setempat justru memanfaatkan ceruk-ceruk batu raksasa sebagai bagian dari bangunan mereka. Bahkan, sebagian atap rumah, kafe, dan toko merupakan bongkahan batu alami yang menggantung tepat di atas kepala.

Keunikan tersebut bukan hasil teknologi modern, melainkan buah kecerdikan masyarakat sejak berabad-abad lalu. Tebing batu dimanfaatkan sebagai pelindung alami dari panas terik saat musim panas dan membantu menjaga suhu tetap hangat ketika musim dingin. Cara ini membuat penggunaan material bangunan menjadi lebih efisien sekaligus menciptakan lanskap arsitektur yang sangat khas. Tak heran jika Setenil de las Bodegas kerap disebut sebagai salah satu desa paling unik di dunia.

Selain keindahan arsitekturnya, desa ini juga memiliki nilai sejarah yang panjang. Nama "Setenil" diyakini berasal dari frasa Latin septem nihil, yang merujuk pada tujuh kali pengepungan sebelum wilayah ini akhirnya dikuasai oleh Kerajaan Castile pada akhir masa Reconquista. Kini, jalan-jalan sempit yang dinaungi batu raksasa dipenuhi restoran, kafe, dan rumah tradisional yang menjadikan Setenil de las Bodegas sebagai destinasi favorit bagi wisatawan. Terutama bagi mereka yang ingin menikmati perpaduan antara sejarah, budaya, dan keajaiban geologi dalam satu tempat.

2. Ronda, kota tua yang berdiri di atas jurang spektakuler

potret kota Ronda (unsplash.com/Valeriano G)

Di wilayah Andalusia, terdapat sebuah kota bersejarah bernama Ronda yang seolah menantang gravitasi. Kota ini berdiri di kedua sisi jurang El Tajo yang memiliki kedalaman sekitar 120 meter. Pemandangan rumah-rumah batu yang bertengger di bibir tebing dipadukan dengan jembatan megah yang menghubungkan dua bagian kota, menjadikan Ronda sebagai salah satu destinasi paling dramatis di Spanyol. Dari atas jurang, pengunjung dapat menikmati panorama lembah hijau dan pegunungan yang membentang sejauh mata memandang.

Ikon utama Ronda adalah Puente Nuevo, jembatan batu setinggi hampir 100 meter yang selesai dibangun pada akhir abad ke-18. Jembatan ini bukan sekadar penghubung, tetapi juga mahakarya teknik sipil pada masanya. Dibangun selama lebih dari 40 tahun menggunakan batu yang diambil langsung dari dasar jurang, Puente Nuevo mampu bertahan menghadapi perubahan cuaca dan menjadi simbol ketangguhan arsitektur Spanyol hingga sekarang. Ruangan kecil di bagian tengah jembatan bahkan pernah difungsikan sebagai penjara pada masa lampau.

Tak hanya memikat karena lanskapnya, Ronda juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Kota ini dianggap sebagai salah satu tempat kelahiran tradisi adu banteng modern dan pernah menginspirasi banyak seniman dunia, termasuk Ernest Hemingway dan Orson Welles. Perpaduan antara sejarah, arsitektur, serta panorama alam yang luar biasa membuat Ronda menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata sekaligus perjalanan menelusuri jejak peradaban Spanyol selama berabad-abad.

3. La Alberca, desa abad pertengahan yang seolah membekukan waktu

potret desa La Alberca (pexels.com/Guerrero De la Luz)

Jika ingin merasakan suasana Spanyol pada Abad Pertengahan, La Alberca adalah tempat yang sulit ditandingi. Berada di Provinsi Salamanca, kawasan Castile and León, desa ini dikenal karena berhasil mempertahankan tata ruang, arsitektur, dan tradisi lokal selama ratusan tahun. Jalan-jalan sempit yang dipenuhi batu alam, rumah-rumah bertiang kayu, serta balkon yang dihiasi bunga warna-warni menciptakan suasana autentik seolah waktu berhenti berputar. Tak heran, La Alberca menjadi salah satu desa paling indah sekaligus paling bersejarah di Spanyol.

Keistimewaan La Alberca diakui secara nasional ketika pada tahun 1940 desa ini menjadi permukiman pertama di Spanyol yang ditetapkan sebagai Conjunto Histórico-Artístico atau kawasan bersejarah yang dilindungi pemerintah. Status tersebut membuat berbagai bangunan tradisional tetap terjaga keasliannya hingga kini. Tak hanya bangunan, kehidupan masyarakatnya juga masih mempertahankan berbagai tradisi turun-temurun, mulai dari perayaan keagamaan, kuliner khas, hingga kerajinan tangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain menawarkan pesona sejarah, La Alberca dikelilingi lanskap alami Pegunungan Sierra de Francia yang hijau dan menyejukkan. Kombinasi antara alam, budaya, serta arsitektur tradisional menjadikan desa ini sebagai destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi Spanyol yang lebih tenang dan autentik. Berjalan kaki menyusuri setiap sudut La Alberca terasa seperti membuka lembaran buku sejarah yang masih hidup, di mana warisan masa lalu tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern.

4. Bardenas Reales, gurun unik yang dijuluki mirip permukaan Mars

potret gurun Bardenas Reales (pexels.com/Reinhard Bruckner)

Tak banyak yang menyangka bahwa Spanyol memiliki kawasan gurun, dengan pemandangan bak planet lain. Bardenas Reales, yang berada di wilayah Navarre, menyuguhkan hamparan tanah tandus, bukit-bukit berwarna cokelat kemerahan, hingga formasi batuan yang terbentuk secara alami selama jutaan tahun. Lanskapnya yang kering dan nyaris tanpa pepohonan, membuat banyak orang menjulukinya sebagai salah satu tempat di Bumi yang paling menyerupai permukaan Mars.

Keunikan Bardenas Reales berasal dari proses geologi yang berlangsung sangat lama. Kawasan ini dulunya merupakan dasar laut purba yang kemudian terangkat akibat pergerakan lempeng tektonik. Setelah air surut, lapisan tanah liat, batu pasir, dan batu kapur terus-menerus terkikis oleh angin serta hujan sehingga membentuk tebing, ngarai, dan pilar batu dengan bentuk yang tidak biasa. Salah satu ikon paling terkenal adalah Castildetierra, formasi batu menyerupai cerobong raksasa yang menjadi simbol Bardenas Reales.

Karena lanskapnya yang begitu dramatis, Bardenas Reales kerap dipilih sebagai lokasi syuting film, serial televisi, hingga iklan internasional. Kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer UNESCO karena memiliki ekosistem gurun yang unik dan menjadi habitat bagi berbagai spesies burung pemangsa serta satwa khas daerah kering. Perpaduan antara keajaiban geologi, keanekaragaman hayati, dan panorama yang terasa seperti dunia lain menjadikan Bardenas Reales sebagai salah satu destinasi paling anti-mainstream di Spanyol.

5. Cuevas del Drach, gua megah dengan danau bawah tanah yang memesona

potret gua Cuevas del Drach (commons.wikimedia.org/Cuevas del Drach)

Di pesisir timur Pulau Mallorca, Kepulauan Balearic, tersembunyi sebuah keajaiban alam yang telah memikat wisatawan selama lebih dari satu abad, yakni Cuevas del Drach atau "Gua Naga". Kompleks gua kapur ini membentang hingga sekitar 1.200 meter dengan kedalaman mencapai 25 meter di bawah permukaan tanah. Begitu memasuki gua, pengunjung akan disambut lorong-lorong yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit berusia jutaan tahun. Hal tersebut menciptakan suasana bak dunia fantasi yang terbentuk sepenuhnya oleh proses alam.

Daya tarik utama Cuevas del Drach adalah Danau Martel, salah satu danau bawah tanah terbesar di Eropa. Airnya yang tenang memantulkan cahaya lampu sehingga menghasilkan panorama yang begitu dramatis. Keistimewaan lain yang sulit ditemukan di tempat lain adalah pertunjukan musik klasik yang digelar di atas perahu kecil yang mengapung di danau tersebut. Perpaduan antara gema alami gua, permainan cahaya, dan alunan musik menciptakan pengalaman multisensori yang membuat banyak pengunjung merasa seolah berada di dunia lain.

Selain menjadi destinasi wisata populer, Cuevas del Drach juga memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Formasi batu kapur di dalamnya menjadi bukti proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun akibat pelarutan batuan oleh air. Para geolog memanfaatkan gua ini untuk mempelajari perubahan iklim dan evolusi bentang alam di kawasan Mediterania. Keindahan alam yang berpadu dengan nilai sejarah geologi menjadikan Cuevas del Drach bukan sekadar objek wisata, melainkan laboratorium alam yang menyimpan kisah panjang tentang perjalanan Bumi.

6. Las Médulas, bekas tambang emas Romawi yang berubah menjadi mahakarya alam

potret wilayah Las Médulas (unsplash.com/Vlad D)

Sekilas, Las Médulas tampak seperti deretan perbukitan berwarna merah bata yang menjulang di tengah hamparan hutan hijau. Sulit dipercaya, lanskap spektakuler di wilayah Castile and León ini bukan terbentuk sepenuhnya oleh alam, melainkan hasil aktivitas penambangan emas terbesar yang pernah dilakukan Kekaisaran Romawi hampir dua ribu tahun lalu. Perpaduan tebing-tebing merah yang kontras dengan vegetasi hijau menciptakan panorama yang begitu unik hingga sering disebut sebagai salah satu bentang alam paling menakjubkan di Spanyol.

Pada abad pertama Masehi, bangsa Romawi menerapkan teknik penambangan canggih yang dikenal sebagai ruina montium atau "meruntuhkan gunung". Mereka membangun jaringan saluran air sepanjang ratusan kilometer untuk mengalirkan air bertekanan tinggi ke dalam bukit. Tekanan tersebut menghancurkan bagian dalam gunung sehingga batuan runtuh dan emas dapat dipisahkan dengan lebih mudah. Teknik ini dianggap sebagai salah satu pencapaian rekayasa hidrolik paling mengesankan pada masanya. Sekaligus menunjukkan betapa majunya teknologi Romawi jauh sebelum era modern.

Kini, Las Médulas telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO berkat perpaduan antara nilai sejarah, arkeologi, dan keindahan geologinya. Jalur pendakian yang mengelilingi kawasan ini memungkinkan wisatawan menikmati formasi batu merah dari berbagai sudut, terutama saat matahari terbit atau menjelang senja ketika warna tebing tampak semakin menyala. Las Médulas menjadi bukti bahwa campur tangan manusia pada masa lampau tidak hanya meninggalkan jejak sejarah, tetapi juga menciptakan lanskap luar biasa yang terus memukau dunia hingga sekarang.

7. Minas de Riotinto, kawasan tambang dengan sungai merah bak planet Mars

potret Minas de Riotinto (pexels.com/Ramon Perucho)

Pemandangan sungai berwarna merah darah mungkin terdengar seperti adegan film fiksi ilmiah, tetapi fenomena tersebut benar-benar dapat dijumpai di Mina de Riotinto, Provinsi Huelva, Andalusia. Kawasan pertambangan yang telah dieksploitasi sejak ribuan tahun lalu ini dialiri Sungai Riotinto yang memiliki warna merah-oranye mencolok. Warna tersebut berpadu dengan bebatuan kehitaman dan tanah yang kaya mineral, menciptakan lanskap yang terasa asing, seolah-olah berasal dari planet lain.

Keunikan Sungai Riotinto bukan disebabkan oleh pencemaran modern, melainkan proses geologi alami yang telah berlangsung sangat lama. Kandungan besi, tembaga, dan berbagai mineral sulfida di kawasan tersebut bereaksi dengan oksigen serta aktivitas mikroorganisme ekstremofil sehingga menghasilkan air yang sangat asam dan kaya logam terlarut. Kondisi ekstrem ini justru menjadi habitat bagi mikroba yang mampu bertahan hidup tanpa bergantung pada lingkungan yang ramah, sehingga menarik perhatian para ilmuwan dari berbagai negara.

Karena karakteristiknya yang unik, Minas de Riotinto sering dijadikan lokasi penelitian astrobiologi. Para peneliti, termasuk dari NASA, mempelajari mikroorganisme di kawasan ini sebagai analog untuk memahami kemungkinan adanya kehidupan di Mars atau planet lain yang memiliki kondisi ekstrem. Selain menyimpan nilai ilmiah yang tinggi, kawasan ini juga menawarkan museum pertambangan, jalur kereta bersejarah, dan panorama geologi yang spektakuler. Perpaduan antara sejarah pertambangan, fenomena alam, dan penelitian luar angkasa menjadikan Minas de Riotinto sebagai salah satu destinasi wisata paling unik yang dimiliki Spanyol.

Kalau kamu mencari pengalaman liburan yang lebih autentik dan penuh cerita, tujuh destinasi ini layak masuk dalam daftar impian. Selain memanjakan mata dengan panorama yang tak biasa, masing-masing tempat juga menawarkan pelajaran tentang geologi, sejarah, arsitektur, hingga kecerdasan manusia dalam beradaptasi dengan alam. Jadi, mana yang paling ingin kamu kunjungi lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article