Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pendaki Dilarang Keras Membawa Alat Pengeras Suara?

Kenapa Pendaki Dilarang Keras Membawa Alat Pengeras Suara?
ilustrasi alat pengeras suara (pexels.com/Akshar Dave🌻)
  • Alat pengeras suara dilarang karena merusak ketenangan gunung, mengganggu hak pendaki lain menikmati suara alam, serta dapat menghambat waktu istirahat sebelum summit attack.
  • Volume keras berpotensi menutupi tanda bahaya alam, seperti longsor dan pohon patah, sekaligus membuat panggilan darurat dari pendaki lain sulit terdengar.
  • Suara keras mengganggu aktivitas hewan liar dan burung migran; gunung merupakan alam bebas dengan aturan ketat, bukan camping ground atau area glamping biasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Salah satu alasan utama orang mendaki gunung adalah mencari ketenangan dengan pemandangan alam yang sangat indah. Itulah keistimewaan dari destinasi gunung yang jarang sekali dimiliki oleh tempat wisata lainnya yang dikenal ramai pengunjung. Oleh karena itu, banyak gunung yang memiliki aturan ketat demi menjaga ketenangan gunung, salah satunya adalah penggunaan alat pengeras suara.

Kenapa sih, para pendaki dilarang keras membawa alat pengeras suara? Untuk menjawab rasa penasaran kamu, pada artikel kali ini akan dibahas empat alasan kenapa para pendaki dilarang membawa alat pengeras suara. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

  1. 1. Merusak ketenangan yang seharusnya menjadi hak pendaki lain

    ilustrasi seorang pria sedang beristirahat di dalam tenda
    ilustrasi seorang pria sedang beristirahat di dalam tenda (pexels.com/Kamaji Ogino)

    Seperti yang sebelumnya dibahas bahwa tujuan orang ke gunung adalah mencari kedamaian dan ketenangan. Hal ini jelas sangat kontras dengan alat pengeras suara yang menghasilkan volume yang sangat besar. Meski begitu, masih banyak sekali pendaki yang tidak memiliki kode etik masih melakukan hal yang mengganggu kenyamanan publik.

    Pada dasarnya, gunung bukanlah milik beberapa kelompok saja, melainkan menjadi ruang bersama dan menikmati suara alam yang tenang adalah hak setiap pendaki. Bahkan, menyalakan alat pengeras suara bisa menjadi fatal bagi sebagian kelompok pendaki yang ingin melakukan summit attack karena waktu istirahat mereka akan sangat terganggu.

  2. 2. Bisa menyamarkan kode darurat dan tanda bahaya yang ada di sekitar

    ilustrasi tim SAR sedang melakukan penyelamatan darurat
    ilustrasi tim SAR sedang melakukan penyelamatan darurat (pexels.com/Juan Moccagatta)

    Meskipun gunung dikelola oleh banyak pihak, keselamatan pendaki tetap saja bergantung pada dirinya sendiri. Gunung adalah destinasi alam bebas yang sangat luas. Pihak pengelola gunung bisa saja membersihkan dan merapikan jalur pendakian, memberikan papan petunjuk, atau bahkan mendirikan shelter. Sebagaimana mestinya alam bebas, gunung memiliki bahaya alam yang bisa datang kapan saja dan sulit diprediksi oleh pihak pengelola.

    Lalu apa hubungannya keselamatan pendaki dari bahaya alam dengan alat pengeras suara? Volume kencang dari alat itu bisa saja menutupi tanda-tanda bahaya alam, seperti patahan batang pohon, gemuruh longsor, hingga langkah kaki hewan buas. Tak hanya itu, alat pengeras suara juga membuat kamu sebagai pendaki tidak bisa mendengar suara pendaki lain yang sedang berada dalam keadaan darurat dan meminta tolong. Itu jelas sangat berbahaya karena keselamatan pendaki bisa saja tidak tertolong jika terlambat beberapa detik saja.

  3. 3. Mengganggu aktivitas hewan liar di gunung

    ilustrasi sekelompok burung sedang melakukan migrasi
    ilustrasi gerombolan burung sedang melakukan migrasi (pexels.com/Heino Schliep)

    Selain tentang keselamatan dan kenyamanan pendaki lain, seorang pendaki yang baik juga harus memikirkan makhluk lainnya yang menjadikan gunung sebagai rumah mereka. Kebanyakan oknum pendaki menyalakan alat pengeras suara ini biasanya mereka lakukan pada malam hari. Di saat yang bersamaan, itu adalah waktu aktif para hewan nokturnal untuk mencari makan dan juga sebagian hewan lainnya yang sedang beristirahat.

    Suara kencang dari benda itu jelas sangat memengaruhi pendengaran hewan-hewan liar di gunung. Mereka jadi tidak bisa mendengar suara kecil dari mangsanya. Selain itu, gunung juga sering menjadi lintasan para burung migran yang sedang menempuh jarak ribuan kilometer. Karena alat pengeras suara, fokus gerombolan besar burung migran itu bisa saja terpecah dan membuat beberapa burung tertinggal atau terpisah dari koloninya.

  4. 4. Jangan pernah samakan gunung dengan camping ground biasa atau area glamping

    ilustrasi seorang wanita sedang berada di area camping ground
    ilustrasi seorang wanita sedang berada di area camping ground (pexels.com/李奇)

    Menyamakan gunung dengan tempat wisata komersial adalah kesalahan paling mendasar yang masih saja disalahpahami oleh banyak pendaki. Sudah beberapa kali diberitahukan dan dijelaskan bahwa gunung adalah alam bebas yang dilindungi ketat oleh banyak aturan tertulis maupun tidak tertulis. Seperti layaknya kamu berkunjung ke rumah seseorang, aturan dari pemilik rumah harus kamu hormati meskipun mungkin berbeda dengan aturan yang ada di rumah kamu sendiri.

    Jika kamu tidak ingin terikat dengan aturan yang banyak itu, terutama soal penggunaan alat pengeras suara, camping ground dan area glamping adalah tempat yang cocok untuk kamu. Namun, tempat-tempat komersial tersebut juga memiliki aturan batasan soal alat pengeras suara. Banyak wisata alam komersial yang memperbolehkan penggunaan alat pengeras suara bersyarat, seperti tidak boleh terlalu kencang hingga melewati batas waktu malam yang telah ditentukan atau tertulis pada aturan tempat wisata tersebut.

    Tidak menggunakan alat pengeras suara di gunung membuktikan bahwa kamu adalah pendaki yang taat dan peduli terhadap lingkungan di gunung itu sendiri. Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu kenapa pendaki dilarang keras membawa alat pengeras suara, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More