8 Perbedaan Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Yogyakarta International Airport

Yogyakarta dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia dengan arus wisatawan yang terus meningkat setiap tahun. Untuk mendukung mobilitas tersebut, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki dua bandara utama, yakni Bandara Adisutjipto dan Yogyakarta International Airport (YIA). Keduanya sama-sama melayani penerbangan ke dan dari Yogyakarta, tetapi memiliki fungsi, kapasitas, dan karakter yang berbeda.
Perbedaan bandara Adisutjipto Yogyakarta dan YIA kerap membuat wisatawan, terutama pendatang baru, merasa bingung saat memesan tiket. Padahal, setiap bandara dirancang untuk kebutuhan penerbangan yang tidak sama. Berikut delapan perbedaan Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Yogyakarta International Airport yang perlu kamu ketahui sebelum merencanakan perjalanan ke Jogja.
1. Lokasi bandara memengaruhi jarak dan waktu tempuh

Perbedaan bandara Adisutjipto Yogyakarta dan YIA paling mudah dikenali dari lokasinya. Bandara Adisutjipto berada di kawasan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, yang letaknya sangat dekat dengan pusat Kota Yogyakarta. Dari Malioboro, jarak tempuh menuju bandara ini relatif singkat dan bisa dicapai dalam waktu kurang dari tiga puluh menit.
Sementara itu, YIA berlokasi di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Jaraknya sekitar 57 kilometer dari pusat kota sehingga membutuhkan waktu perjalanan sekitar satu hingga satu setengah jam. Meski lebih jauh, akses menuju YIA kini semakin mudah berkat adanya Kereta Api Bandara, bus DAMRI, dan layanan transportasi lainnya.
2. Luas terminal menunjukkan skala operasional bandara

Jika dilihat dari luas terminal, perbedaan bandara Adisutjipto Yogyakarta dan YIA sangat mencolok. Bandara Adisutjipto memiliki luas terminal sekitar 17 ribu meter persegi. Kondisi ini membuat area bandara sering terasa padat, terutama pada jam sibuk dan musim liburan.
Berbeda dengan bandara Adisutjipto, YIA hadir dengan luas terminal lebih dari 200 ribu meter persegi. Area yang luas memungkinkan pengaturan arus penumpang menjadi lebih tertata dan nyaman. Penumpang memiliki ruang gerak yang lebih leluasa, baik saat check-in, menunggu keberangkatan, maupun saat kedatangan.
3. Kapasitas penumpang mencerminkan peran bandara

Perbedaan bandara Adisutjipto Yogyakarta dan YIA juga terlihat dari kapasitas penumpang yang dapat dilayani setiap tahun. Bandara Adisutjipto hanya mampu menampung sekitar 1,6 juta penumpang per tahun. Kapasitas ini dinilai sudah tidak sebanding dengan tingginya minat wisata ke Yogyakarta.
Sebaliknya, YIA dirancang untuk melayani hingga 20 juta penumpang per tahun. Kapasitas besar ini menjadikan YIA sebagai bandara utama yang menopang pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi Yogyakarta. Bandara ini pun lebih siap menghadapi lonjakan penumpang pada periode libur panjang.
4. Panjang landasan pacu menentukan jenis pesawat

Salah satu perbedaan teknis yang cukup krusial adalah panjang landasan pacu. Bandara Adisutjipto memiliki runway sepanjang 2.200 meter. Panjang tersebut membatasi jenis pesawat yang bisa beroperasi, terutama untuk pesawat berbadan besar.
Sementara itu, YIA memiliki landasan pacu sepanjang 3.250 meter. Runway ini memungkinkan pesawat berbadan lebar untuk mendarat dan lepas landas dengan aman. Hal tersebut membuat YIA lebih kompeten dalam melayani penerbangan jarak jauh dan internasional.
5. Kode bandara sering menjadi sumber kebingungan penumpang

Perbedaan bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Yogyakarta International Airport juga dapat dikenali dari kode bandara yang digunakan. Bandara Adisutjipto memiliki kode IATA JOG yang sudah lama identik dengan Kota Yogyakarta. Kode ini masih digunakan hingga sekarang untuk penerbangan tertentu.
Di sisi lain, YIA menggunakan kode IATA YIA yang berbeda sama sekali. Penumpang wajib lebih teliti saat memesan tiket agar tidak salah memilih bandara tujuan. Kesalahan kode bandara bisa berakibat pada salah lokasi kedatangan atau keberangkatan.
6. Jenis penerbangan yang dilayani tidak lagi sama
Sejak YIA beroperasi penuh, sebagian besar penerbangan komersial dipindahkan dari Bandara Adisutjipto. Perbedaan bandara Adisutjipto Yogyakarta dan YIA semakin jelas dari sisi fungsi operasional ini. YIA kini menjadi pusat penerbangan domestik dan internasional di Yogyakarta.
Sementara itu, Bandara Adisutjipto masih melayani penerbangan pesawat kecil jenis pesawat baling-baling, jet pribadi, serta kebutuhan penerbangan militer. Bandara ini juga tetap melayani rute ke beberapa bandara kecil di Indonesia. Dengan demikian, peran Adisutjipto kini lebih spesifik dan terbatas.
7. Fasilitas modern menjadi nilai tambah YIA

Dari segi fasilitas, YIA menawarkan pengalaman yang lebih modern. Bandara ini dilengkapi dengan puluhan konter check-in, eskalator, lift, travelator, ruang menyusui, musala, serta area komersial yang luas. Fasilitas tersebut dirancang untuk menunjang kenyamanan penumpang dalam jumlah besar.
Bandara Adisutjipto memiliki fasilitas yang lebih sederhana dan terbatas. Meski demikian, bandara ini tetap fungsional untuk penerbangan jarak pendek. Bagi penumpang yang mengutamakan kepraktisan dan jarak dekat ke kota, fasilitas tersebut masih cukup memadai.
8. Sistem keamanan dan menara ATC berbeda kelas

Perbedaan bandara Adisutjipto Yogyakarta dan YIA juga tampak pada sistem keamanan dan pengawasan lalu lintas udara. Menara Air Traffic Control di YIA memiliki tinggi hampir 40 meter dan dilengkapi teknologi pengawasan modern. Bangunan ini bahkan dirancang tahan terhadap gempa berkekuatan tinggi.
Sebaliknya, menara ATC Bandara Adisutjipto memiliki tinggi sekitar 25 meter dengan sistem yang lebih lama. Meski tetap memenuhi standar keselamatan penerbangan, kapasitas dan jangkauan pengawasannya tidak sebesar YIA. Hal ini sejalan dengan fungsi bandara yang kini lebih terbatas.
Perbedaan bandara Adisutjipto Yogyakarta dan YIA menunjukkan transformasi besar dalam sistem transportasi udara di Jogja. Adisutjipto tetap memiliki peran strategis, sementara YIA hadir sebagai bandara utama berskala internasional. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa merencanakan perjalanan ke atau dari Yogyakarta dengan lebih tepat dan tanpa kebingungan.


















