Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

9 Negara Asia dengan Biaya Hidup Selangit, Singapura Masih Juara!

9 Negara Asia dengan Biaya Hidup Selangit, Singapura Masih Juara!
ilustrasi Singapura (pexels.com/Aline Ang)
Intinya Sih
  • Data Numbeo 2026 menunjukkan sembilan negara Asia dengan biaya hidup tertinggi, dipimpin oleh Singapura yang unggul karena harga properti dan kebutuhan pokok yang mahal.
  • Hong Kong, Korea Selatan, Makau, dan Uni Emirat Arab juga menonjol dengan biaya sewa tinggi serta gaya hidup modern yang mendorong pengeluaran besar di kota-kota utama.
  • Yaman, Qatar, Siprus, dan Taiwan melengkapi daftar dengan faktor unik seperti ketimpangan daya beli, harga impor tinggi, hingga kenaikan properti di wilayah perkotaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Punya mimpi tinggal di luar negeri memang terdengar seru, apalagi kalau negaranya maju dan penuh peluang. Namun, realita biaya hidup sering kali jadi tantangan terbesar yang gak bisa diabaikan begitu saja.

Data terbaru dari Numbeo menunjukkan bahwa beberapa negara di Asia punya biaya hidup yang benar-benar tinggi di tahun 2026. Perhitungan ini mencakup kebutuhan penting seperti sewa tempat tinggal, makan, transportasi, sampai utilitas harian.

Hasilnya cukup menarik karena sebagian besar negara mahal ini juga dikenal sebagai pusat ekonomi global. Kalau kamu punya rencana merantau atau sekadar penasaran, yuk simak daftar berikut sampai habis!

1. Singapura

ilustrasi Singapura
ilustrasi Singapura (unsplash.com/John T)

Singapura masih jadi juara sebagai negara dengan biaya hidup tertinggi di Asia. Harga properti di sini terkenal sangat mahal karena keterbatasan lahan dan tingginya permintaan. Biaya makan juga cukup tinggi karena banyak bahan pangan yang harus diimpor. Meski begitu, kualitas hidup, keamanan, dan fasilitas publiknya termasuk yang terbaik di dunia.

2. Hong Kong

ilustrasi Hong Kong
ilustrasi Hong Kong (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Hong Kong dikenal sebagai salah satu kota termahal di dunia, terutama soal tempat tinggal. Apartemen kecil aja bisa dibanderol dengan harga yang gak masuk akal bagi banyak orang. Biaya makan di luar dan kebutuhan harian juga relatif mahal. Statusnya sebagai pusat keuangan global membuat banyak orang tetap tertarik tinggal di sini.

3. Korea Selatan

ilustrasi Korea Selatan
ilustrasi Korea Selatan (pexels.com/Yena Kwon)

Korea Selatan mengalami kenaikan biaya hidup yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di ibu kota seperti Seoul, harga properti melonjak tajam dan sistem sewa membutuhkan deposit besar. Biaya makan dan gaya hidup di kota besar juga gak bisa dibilang murah. Fasilitas transportasi dan teknologi yang maju jadi nilai tambahnya.

4. Makau

ilustrasi Macao
ilustrasi Macao (unsplash.com/Jimmy Woo)

Makau punya ekonomi yang kuat berkat industri kasino dan pariwisata. Hal ini membuat biaya hidup, terutama di sektor layanan dan hiburan, ikut terdongkrak naik. Harga properti juga tinggi karena wilayahnya yang terbatas. Standar hidup di sini cukup tinggi, tapi gak semua orang bisa menikmatinya dengan mudah.

5. Siprus

ilustrasi Cyprus atau Siprus
ilustrasi Cyprus atau Siprus (pexels.com/Ollie Craig)

Siprus mungkin jarang kamu dengar sebagai negara mahal di Asia. Biaya hidup di sini banyak dipengaruhi oleh harga properti, utilitas, dan barang impor. Wilayah pesisir dan area dengan banyak ekspatriat cenderung lebih mahal. Gaya hidup santai ala Mediterania jadi daya tarik utamanya.

6. Uni Emirat Arab

ilustrasi Dubai, Uni Emirat Arab
ilustrasi Dubai, Uni Emirat Arab (unsplash.com/Darcey Beau)

Uni Emirat Arab terkenal dengan gaya hidup mewah, terutama di kota seperti Dubai dan Abu Dhabi. Biaya sewa tempat tinggal di area premium bisa sangat tinggi. Pengeluaran untuk hiburan, pendidikan, dan gaya hidup juga cukup besar. Kabar baiknya, penghasilan bebas pajak jadi salah satu alasan banyak orang tetap tertarik tinggal di sini.

7. Yaman

ilustrasi anak-anak penduduk lokal negara Yaman
ilustrasi anak-anak penduduk lokal negara Yaman (pexels.com/irwan zahuri)

Yaman masuk daftar ini dengan alasan yang berbeda dibanding negara lain. Bukan karena harga barangnya mahal secara absolut, tapi karena ketimpangan antara pendapatan dan biaya hidup. Kondisi ekonomi dan keterbatasan infrastruktur membuat biaya hidup terasa berat bagi masyarakat lokal. Hal ini menunjukkan bahwa mahal atau tidaknya hidup juga bergantung pada daya beli.

8. Qatar

ilustrasi Qatar
ilustrasi Qatar (pixabay.com/RAS_RNS)

Qatar jadi salah satu negara dengan biaya hidup tinggi, terutama bagi ekspatriat. Harga sewa, utilitas, dan barang impor di kota seperti Doha cukup menguras kantong. Gaya hidup modern dan fasilitas premium juga mendorong pengeluaran makin besar. Banyak pekerja asing tetap tertarik karena gaji dan tunjangan yang kompetitif.

9. Taiwan

ilustrasi Taipei, Taiwan
ilustrasi Taipei, Taiwan (pexels.com/Wendy Wei)

Taiwan melengkapi daftar ini dengan tren biaya hidup yang terus meningkat. Kota seperti Taipei mengalami kenaikan harga properti dan kebutuhan sehari-hari. Meski begitu, sistem kesehatan yang baik dan tingkat keamanan tinggi jadi nilai plus. Negara ini menawarkan keseimbangan antara kualitas hidup dan biaya yang masih relatif terkendali dibanding lainnya.

Tinggal di negara dengan biaya hidup tinggi memang menawarkan banyak peluang, mulai dari karier hingga kualitas hidup yang lebih baik. Namun, semua itu datang dengan konsekuensi finansial yang gak kecil. Setiap negara punya kelebihan masing-masing, tapi tetap perlu perencanaan matang sebelum kamu memutuskan untuk pindah.

Penting untuk memahami bahwa biaya hidup bukan cuma soal harga barang, tapi juga kemampuan kamu untuk menjangkaunya. Jadi, sebelum ambil langkah besar, pastikan kondisi finansialmu sudah siap, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More