Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Abu Dhabi Jadi Salah Satu Kota Paling Nyaman di Dunia
potret pemandangan Abu Dhabi (unsplash.com/Po-Hsuan Huang)
  • Abu Dhabi mempertahankan predikat kota teraman dunia selama sembilan tahun berturut-turut menurut Numbeo, didukung tingkat kriminalitas rendah, respons darurat, dan kepolisian yang aktif.

  • Dibanding Dubai, Abu Dhabi menawarkan ritme hidup lebih tenang dengan ruang luas, waterfront Corniche, gurun, serta Al Ain, tanpa mengesampingkan fasilitas dan kemewahan internasional.

  • Kota ini menggabungkan jalur pedestrian, ruang hijau seperti Corniche Park, destinasi budaya Louvre Abu Dhabi, serta hunian waterfront terpadu di Saadiyat dan Al Reem Island.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bicara soal kehidupan di luar negeri, sebagian besar orang mungkin langsung membayangkan indahnya kota-kota di Eropa atau megahnya lanskap perkotaan di Asia Timur. Ada salah satu ibu kota Timur Tengah di Uni Emirat Arab yaitu Abu Dhabi. Kota ini gabungan antara modernitas tanpa batas, stabilitas ekonomi yang kokoh, serta kebudayaan Timur Tengah yang tetap terjaga harmonis, membuat kota ini menyajikan kualitas hidup tingkat tinggi bagi siapa saja yang tinggal di sana.

Tak hanya mengandalkan deretan gedung pencakar langit yang megah atau gaya hidup mewah, Abu Dhabi terbukti mampu menawarkan kenyamanan ekstra yang jarang ditemukan tempat lain. Mulai dari predikatnya sebagai salah satu kota teraman di dunia, fasilitas publik berstandar internasional, hingga lingkungan yang ramah keluarga, semuanya berpadu sempurna. Lantas, apa saja hal-hal yang membuat ibu kota UEA ini begitu istimewa? Yuk, simak lima alasan kenapa Abu Dhabi sangat layak dinobatkan sebagai kota paling nyaman untuk ditinggali di dunia berikut ini!

1. Menyabet predikat kota teraman di dunia dengan angka kriminalitas rendah

ilustrasi Abu Dhabi dengan tingkat kriminalitas yang rendah (unsplash.com/Usen Parmanov)

Berdasarkan laporan data global Numbeo, bahwasanya Abu Dhabi berhasil mempertahankan posisinya sebagai kota teraman di dunia selama sembilan tahun berturut-turut. Hal ini didasarkan pada tingkat kejahatan yang sangat rendah dan kualitas hidup yang tinggi. Pencapaian ini tidak hanya milik Abu Dhabi semata, melainkan mencerminkan keamanan UEA secara keseluruhan. Dominasi UEA sangat terlihat di daftar 10 besar dunia, di mana kota-kota lain seperti Dubai berada di peringkat ke-4, Sharjah di peringkat ke-5, serta Ras Al Khaimah dan Ajman yang masing-masing menempati posisi ke-6 dan ke-7.

Pemeringkatan yang melibatkan 382 kota di seluruh dunia ini didasarkan pada penilaian komprehensif. Indikator utama yang dinilai mencakup keandalan sistem keamanan, efektivitas respons darurat, serta keaktifan kepolisian yang berfokus pada pendekatan dan pengayoman masyarakat. Sistem pemeringkatan Numbeo juga memanfaatkan survei langsung dari masyarakat umum. Hasil persepsi publik ini kemudian digabungkan dengan data statistik terkait angka kriminalitas objektif untuk mengukur skor indeks keselamatan secara akurat.

2. Ritme kehidupan yang lebih santai dan bebas stres dibandingkan Dubai

ilustrasi ritme kehidupan di Abu Dhabi (unsplash.com/86 media)

Perbedaan mencolok dua emirat utama di Uni Emirat Arab, yaitu Dubai dan Abu Dhabi. Dubai digambarkan sebagai kota metropolis yang sangat sibuk, kosmopolitan, padat oleh gemerlap pencakar langit serta dipenuhi kemacetan lalu lintas. Sebaliknya, Abu Dhabi hadir sebagai ibu kota yang jauh lebih tenang, santai dan menawarkan suasana pelarian yang lebih bersahaja. Abu Dhabi mulai menarik perhatian dunia pariwisata internasional dengan menghadirkan kemewahan yang megah, salah satunya melalui pembukaan Emirates Palace Hotel. Bangunan spektakuler ini menjadi simbol ambisi Abu Dhabi untuk bersaing di kancah global tanpa harus mengorbankan ruang dan kenyamanan wilayahnya.

Di dalam Emirates Palace, skala dan pelayanan yang ditawarkan dirancang sangat luas dan teratur untuk menjaga kenyamanan setiap tamu. Area hotel yang luas memisahkan kelompok pengunjung bisnis dan keluarga secara alami, sehingga atmosfer tempat umum tetap terkontrol, tidak riuh, dan memberikan privasi yang maksimal. Selain fasilitas megah, Abu Dhabi menawarkan ritme liburan dan keseharian yang lebih dekat dengan alam serta budaya lokal. Wisatawan dapat menikmati pemandangan waterfront di kawasan Corniche, menjelajahi gurun pasir, hingga mengunjungi kawasan bersejarah seperti kota oase Al Ain yang menyajikan sisi autentik Semenanjung Arab.

3. Tata kota ramah pejalan kaki dengan jalur pedestrian dan ruang hijau

ilustrasi Corniche Park, Abu Dhabi (unsplash.com/SnapSaga)

Ruang publik yang aman dan bersih membuat Abu Dhabi ramah bagi semua kalangan. Contohnya, Corniche Park berhasil meraih predikat sebagai salah satu taman publik terbaik di dunia. Dilansir laman Time Out Abu Dhabi, penghargaan bergengsi ini diraih berdasarkan jajak pendapat internasional yang diselenggarakan oleh Green Flag Organisation, sebuah lembaga independen asal Inggris yang menguji kualitas ruang terbuka hijau di berbagai negara.

Dalam ajang pemeringkatan tersebut, Corniche Park bersaing ketat dengan lebih dari 100 taman dan ruang publik dari 12 negara di dunia. Penilaian dilakukan secara menyeluruh mencakup keindahan pemandangan, kualitas fasilitas umum, kebersihan, hingga standar keselamatan dan kesehatan bagi para pengunjungnya.

4. Keberagaman destinasi budaya dan seni kelas dunia

ilustrasi Abu Dhabi (unsplash.com/Karthik B K)

Abu Dhabi menjadi salah satu pusat seni dan kebudayaan paling dinamis di dunia. Melalui pembangunan berskala besar di kawasan Saadiyat Cultural District, kota ini membuktikan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada pusat perbelanjaan modern, tetapi juga menghadirkan kekayaan edukasi, sejarah, dan estetika lintas peradaban. Dilansir laman Architectural Digest, sebagai mercusuar seni internasional, Louvre Abu Dhabi yang dirancang oleh arsitek Pritzker Prize, Jean Nouvel, berdiri megah di atas air. Desain bangunan ini memadukan estetika kontemporer modern dengan warisan arsitektur tradisional kawasan Arab, menciptakan sebuah ruang publik yang menyatu harmonis dengan alam sekitar.

Keunikan utama dari museum ini terletak pada kubah raksasanya yang tersusun dari ribuan bintang logam geometris. Struktur berlapis ini menyaring cahaya matahari gurun secara puitis, menciptakan efek visual yaitu hujan cahaya di bagian bawahnya. Lebih dari sekadar galeri seni, arsitektur Louvre Abu Dhabi dirancang dengan konsep iklim mikro alami yang berkelanjutan. Perpaduan antara naungan kubah, air laut, di sekitarnya, dan ruang terbuka luar ruangan menciptakan atmosfer yang sejuk, ramah pejalan kaki, serta menawarkan pengalaman menikmati seni yang mendalam dan manusiawi. Kehadiran destinasi seni kelas dunia seperti Louvre Abu Dhabi memperkaya kualitas hidup para penghuninya secara menyeluruh. Dengan memadukan pameran artefak universal dan keindahan arsitektur visioner.

5. Kawasan hunian modern berkonsep waterfront dan komunitas terpadu

ilustrasi Abu Dhabi (unsplash.com/LARRY WILLIAMS)

Abu Dhabi terus memperkuat posisinya sebagai destinasi hunia modern dengan menghadirkan kawasan-kawasan terpadu berkonsep waterfront (tepi air). Perkembangan di pulau-pulau utama seperti Saadiyat Island dan Al Reem Island tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga merancang sebuah ekosisten gaya hidup yang menyatu dengan keindahan alam pesisir dan saluran air alami. Dilansir laman Gulf News, kawasan hunian waterfront di Abu Dhabi kini dilengkapi dengan deretan kafe, restoran, dan tempat berkumpul modern yang berada tepat di tepi kanal. Kehadiran destinasi kuliner ini menciptakan suasana komunitas yang hidup dan inklusif,  di mana para penghuni dapat dengan  mudah menikmati sajian kuliner internasional maupun lokal tanpa harus jauh meninggalkan lingkungan tempat tinggal mereka.

Menyusuri setiap sudut Abu Dhabi membuktikan bahwa sebuah kota megapolitan tidak harus selalu identik dengan kemacetan, hiruk-pikuk yang melalahkan, atau ritme hidup yang terburu-buru. Dengan memadukan infrastruktur publik yang ramah pejalan kaki, hunian waterfront yang asri, serta keamanan kelas dunia, ibu kota Uni Emirat Arab ini berhasil membuktikan bahwa modernitas dapat berjalan beriringan dengan kenyamanan dan kedamaian hidup para penghuninya. Abu Dhabi bukan sekadar tempat untuk bekerja atau singgah sementara, melainkan sebuah rumah yang hangat dan aman bagi siapa saja yang mendambakan ketenangan jiwa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article